Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
69


__ADS_3

Sesuai dengan anjuran atthar, khanza terus melakukan sholat istikharah untuk menentukan pilihan yang baik menurut Allah


Sementara daniel terus saja menghubungi khanza namun tidak pernah khanza hiraukan sehingga khanza bosan mendengar ponselnya yang terus berdering


"Khanza itu ponselmu terus berdering loh kenapa tidak diangkat?" tanya ziyan


"Biarin ajalah, g penting" khanza sengaja tidak menjawab panggilan daniel


Jika ia sudah mantap dalam pilihannya untuk lanjut dan membimbing daniel atau ia akan fokus untuk memperbaiki dirinya, barulah ia akan menghubungi daniel untuk memberitahu ke daniel pilihannya


Jika ia terus berkomunikasi dengan daniel saat ini, ia takut daniel terus membujuknya dan ia pun terbujuk tanpa pertolongan dari Allah pikir khanza


"Memangnya siapa sih? Jika tidak penting kenapa menghubungimu terus terus?" giliran anisa bertanya


Khanza menghela nafasnya, ia pun bercerita dengan kedua sahabat barunya, ia ingin meminta pendapat sahabat barunya jika mereka berada diposisi khanza


"Kalau aku sih milih untuk meninggalkan, yang pertama dia tidak seagama, kalaupun dia masuk islam, bersedia g dikemudian hari untuk sholat dan sebagainya? Jika tidak kan islamnya sia sia, kamu juga harus kerja keras untuk membimbingnya karena dia tidak tahu apa apa" ucap anisa memberikan pendapatnya


Khanza dan anisa kini melihat kearah ziyan, mereka menunggu pendapat dari ziyan


"Yang dikatakan anisa bener, dan dalam islam itu ada kriteria mencari pasangan" ucap ziyan


"Perempuan melihat laki laki dari dua sisi, sedangkan laki laki melihat perempuan dari 4 sisi, jika kita perempuan melihat laki laki haruslah yang baik agamanya dan baik akhlaknya maka wali diperkenankan untuk segera menikahkan anaknya dengan laki laki tersebut" ucap ziyan menerangkan


"Sedangkan laki laki melihat perempuan ada 4 yaitu karena hartanya, keturunannya baik, karena kecantikannya dan karena agamanya" sambung ziyan


Khanza dan anisa mengangguk mengerti, memang dari mereka bertiga ziyanlah yang lebih mengerti tentang agama dari pada khanza dan anisa, itu dikarenakan ayah dari ziyan adalah seorang ustadz


"Sudah istikharah belum?" tanya ziyan lagi dan khanza mengangguk


"Lakukanlah secara rutin InsyaAllah Allah akan memberimu petunjuk" sambung khanza


"MasyaAllah beruntung sekali kita berteman dengan ziyan yang lebih paham agama" ucap anisa


"Iya makasi ya zii aku sedikit mendapatkan pencerahan" ucap khanza tersenyum


"Itulah gunanya teman, semoga kita berteman hingga ke syurga ya, selalu mengajak kearah kebaikan" ucap ziyan tersenyum


"Dan sama sama menunggu jodoh yang soleh hahahaa" sambung nisa tertawa renyah, khanza dan ziyan mengaminkan ucapan anisa, siapa yang tidak mau bersuamikan laki laki soleh pikir mereka


...****************...

__ADS_1


Hari ini atthar berjumpa dengan ustadz hasyim, ia akan mengatakan yang sebenarnya kepada ustad hasyim jika ia membatalkan ta'arunya pada aina, ia akan berbicara jujur kepada ustadz hasyim dan keluarga aina


Sore harinya ustadz hhasyim sudah tiba dikediaman atthar, ia mengucapkan salam dan keluarga atthar menyambut hangat kedatangan ustad hasyim


"Mari ustadz silahkan duduk" sambut umi, abi dan atthar


Disaat umi hendak berdiri menuju dapur khanza yang baru saj akeluar dari kamarnya menyapa umi


"Umi mau kemana?" tanya khanza


"Mau bikinin teh untuk ustad hasyim nak, kenapa?" tanya umi sambil berjalan


"Umi umi umi" khanza mencegah umi kedapur dan umi berbalik melihat khanza


"Biar khanza saja yang buatkan umi, umi duduk didepan saja" ucap khanza


"G apa apa nak, biar umi saja" umi hendak kembali berjalan namun khanza menahannya kembali


"Tidak apa apa umi, biar saja khanza, mau dibuatkan berapa gelas umi dan apa saja?" tanya khanza detail dan umi tersenyum


"Baiklah buatkan tehnya 3 dan kopinya 1 ya" ucap umi tersenyum dan khanza mengangguk mengerti


"Jadi bagaimana nak atthar? Apa uyang ingin kamu sampaikan?" tanya ustad hasyim


Atthar membetulkan posisi duduknya, sebenarnya ia merasa tidak enak kepada ustatd hasyim terlebih lagi kepada keluarga ustadz bahar yang juga teman dari abinya


"Begini ustadz, saya....saya ingin membatalkan ta'aruf saya pada aina, saya mohon maaf dengan sangat ustadz" ucap atthar


"Kenapa kamu ingin membatalkannya nak? Sudah berpikir dengan matang?" tanya ustadz


"Alhamdulillah saya sudah meminta petujuk dari Allah ustadz, saya sudah beristikharah dan itu bukan aina ustadz"


"Lalu siapa?" tanya ustadz hasyim dan atthar menunduk, ia takut khanza mendengarnya karena ia tahu khanza sedang berada didapur saat ini


Sementara khanza yang berada didapur sedang asyik mengaduk kopi dan teh yang dibuatnya, ia penasaran akan kedatangan ustad hasyim


" Ada apa ya ustad hasyim datang kerumah? Apa ini menyangkut ta'arufnya mas atthar dengan mbak aina? Tapi kenapa mas atthar membatalkannya?" ucap khanza dalam hati


Setelah selesai ia pun membawa minuman dan beberapa makanan ringan ke ruang tamu, dimana tamu serta tuan rumah sedang berbincang


Khanza membawa nampan dengan sangat hati hati, khanza melihat satu per satu orang yang ada diruang tamu tersebut, yaitu abi, umi ustad hasyim dan terakhir ia melihat atthar

__ADS_1


Ketika ia melihat atthar, atthar juga melihatnya, tatapan mereka bertemu, keduanya saling senyum, khanza kembali meletakkan makanan ringan diatas meja tamu dan kemudian berlalu pergi


Abi, umi dan ustad hasyim memperhatikan atthar dan khanza, ustad hasyim kini mengerti atthar dihadapkan dengan dua pilihannya yaitu aina dan khanza


Melihat atthar yang tidak menjawab soalan dari ustad hasyim, ustad hasyim menebak dengan sendiri


"Apakah dia?" tanya usta hasyim


Atthar melihat ustad hasyim malu, ia tersenyum menunduk


"Baiklah nak jika sudah begitu, segerakanlah, jangan menunda hal baik" ucap ustad hasyim


"InsyaAllah ustad, masih ada yang harus saya selesaikan ustadz, jadi apa bisa minggu saya kerumah ustad bahar ustadz?" tanya atthar


"Boleh saja, nanti saya sampaikan kepada ustad bahar, kita hanya berencana dan Allah lah yang menentukan" ucap ustad hasyim


"Benar hasyim, kita hanya berencana dan segala ketentuan sudah ditetapkan olehNya, semoga ustad bahar mengerti nantinya" ucap abi dan ustad hasyim mengangguk mengaminkan ucapan abi


Setelah ustad hasyim pulang dari rumah abi, abi kembali bertanya kepada atthar


"Setelah menyelesaikan urusanmu dan aina kapan akamu akan mengatakannya kepada pilihanmu?" tanya abi


"Atthar akan secepatnya abi membicarakan kepada kedua orang tuanya, yang atthar takutkan dia tidak menerima atthar abi, dan jika ia tidak menerima atthar, atthar lebih takut lagi jika ia keluar dari pesantren ini hanya karena atthar" ucap atthar


"Berdoalah nak, minta dimudahkan segala urusanmu, jodohmu, rezekimu dan lainnya, ada Allah yang membantumu, percayalah, jika dia benar jodohmu, maka akan menjadi milikmu" sambung menenangkan atthar


Atthar takut jika khanza tidak menerimanya khanza akan keluar dari pesantren hanya karena dirinya, itu berarti ia penyebab seseorang berhenti belajar mendalami agama, ia akan sangat merasa berdosa sekali


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...


...InsyaAllah malam up lagi ya...


...Ditunggu ya readers ku ...

__ADS_1


__ADS_2