
Setelah mengobrol ringan sebagai pembuka kata, kini abi mulai membicarakan niat kedatangannya kerumah khanza
"Begini pak, saya dan keluarga datang kesini memiliki hajat yang besar untuk keluarga bapak" ucap abi lembut
"Kami disini ingin menanyakan kelanjutan perbincangan kita beberapa hari yang lalu, jika anak saya atthar ingin meminang khanza anak bapak" sambung abi
"Kami berharap kami mendapatkan kabar baik hari ini seperti yang diharapkan" abi tersenyum melihat kearah keluarganya lalu kembali melihat keluarga khanza
Ayah tersenyum mengangguk mendengar ucapan abi, ayah melihat keanaknya khanza
"Bagaimana nak?'' tanya ayah tersenyum
"Saya sebagai ayah, hanya bisa menasehati dan mengarahkan saja, keputusan mutlak tetap ditangan anak saya, saya tidak memaksa namun saya berharap ia mendapatkan jodoh seperti nak atthar yang soleh dan bisa membimbing anak saya ke surganya Allah"
"Karena hanya dialah harapan saya satu satunya menuju surga Allah yaitu doa anak yang soleh, saya juga merasa tenang jika kalian benar berjodoh" ucap ayah menjelaskan, ayah sangat berharap laki laki seperti attharlah yang menjadi pendamping anaknya
Sebelum khanza menjawab, atthar terlebih dulu berbicara, sebagai laki laki ia harus berani mengungkapkannya, ia berpikir jika khanza ingin mendengarkan langsung dari mulutnya agar khanza yakin dengan apa yang atthar ucapkan
"Sebelum khanza menjawabnya, izinkan saya mengatakan sesuatu pak" ucap atthar meminta izin
"Baiklah silahkan nak" ucap ayah dan begitu juga abi, abi mengangguk mengizinkan atthar untuk berbicara
"Bismillahirrohmannirrohim, Alhamdulillah, terimakasih kepada bapak dan ibu yang telah menerima pinangan saya kepada anak bapak dan ibu yang bernama khanza shaqeena" ucap atthar tersenyum, ia kembali berbicara
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah menciptakan manusia dengan berpasang pasangan, khanza shaqeena...izinkan aku untuk menjadikanmu pasangan dalam hidupku untuk memenuhi salah satu sunnah yang dapat menyempurnakan separuh dari agama kita" ungkap atthar melihat kearah khanza
Ungkapan atthar terhadap khanza membuat khanza terpesona dan merasa sangat dihormati, ia terpana memandangi atthar
Atthar menatap mata khanza yang terus menatapnya, ntah apa yang ada dipikiran khanza
"Khanza Saqeena, apakah kamu bersedia menjadi penyempurna agamaku?" Ucap atthar yang masih menata khanza
Khanza hanya diam saja tanpa menjawab, ia masih terpessona dengn ungkapan yang diucapkan atthar, ia larut dalam pikirannya dengan menatap athhar
Ibu menyentuh pundak anaknya agar anaknya tersadar dari renungannya dan itu membuat atthar tersenyum menunduk, begitu juga khalisa dan aluna mereka tersenyum melihat sikap khanza
Khanza mendengarkan apa yang dikatakan atthar, ia hanya terpesona dengan ungkapan atthar kepadanya
Khanza menunduk malu, ia memejamkan matanya dan memikirkan kata kata yang pas untuk menjawab pinangan atthar
__ADS_1
"Ehem....bismillahirrohmannirrohim" ucap khanza kembali memandang atthar, atthar pun menatap khanza, kemudian khanza melihat kearah ayah dan ibunya, ia tersenyum tipis, ia sangat gugup dan malu
"Saya khanza shaqeena...InsyaAllah dengan keikhlasan hati saya, saya bersedia menjadi penyempuna dari separuh agama kita" ucap khanzaa yang kembali menatap atthar
Seketika atthar tersenyum lebar dengan mata yang masih menatap khanza, ia mengucapkan Alhamdulillah mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, khanza yang melihat reaksi atthar yang penuh syukur juga tersenyum mnundukkan kepalanya
Semua penghuni yang berada dirumah khanza mengucapkan Alhamdulillah karena proses meminang berjalan dengan lancar, kini kedua keluarga melanjutkan pembicaraan mereka untuk menentukan hari dan tanggal untuk melamar khanza secara resmi
Setelah pembicaraan inti selesai, ayyah mempersilahkan keluarga atthar untuk mencicipi makanan yang telah disediakan
Baim mengucapkan selamat kepada atthar dan memeluk adiknya, begitu juga dengan aluna dan khalisa
Aluna dan khalisa mendatangi khanza yang berada didapur, khanza sedang menyiapkan untuk makan siang untuk keluarga dari calon suaminya
"Cie...cie....akhirnya jadi kakak ipar aku" ucap khalisa menggoda khanza
Khanza tersenyum malu, ia menyibukkan dirinya agar sikap malu dan salah tingkahnya tidak terlihat oleh aluna dan khalisa
"Selamat ya dek, semoga lancar hingga hari H ya" aluna memeluk khanza dan khlisa pun ikut memeluk khanza
"Alhamdulillah, aku mempunyai kakak kakak ipar yang soleha dan baik hati" ucap khalisa
Atthar dan baim ternyata memperhatikan memperhatikan mereka, ya dapur dirumah khanza bisa terlihat dari ruang keluarganya
Atthar mendatangi khanza yang sedang berada didapur, ia berdiri dari jarak yang cukup jauh
Aluna menyadari jika adik iparnya sudah berada dibelakangnya dan iapun mengerti, mungkin atthar ingin berbicara kepada khanza
"Khalisa, kita kedepan aja yuk, sepertinya ada yang ingin berbicara" goda aluna
"Ehem baiklah mbak, sepertinya kita akan menjadi pengganggu jika masih disini" khalisa menimpali godaan aluna
Sementara calon pengantin perempuan tertunduk malu
"Apaan sih mbak" ucap khanza
Aluna dan khalisa tersenyum melihat khanza yang salah tingkah, merekapun berlalu bergabung bersama umi, aluna dan khalisa tak serta merta meninggalkan atthar dan khanza, mereka memperhatikan kedua sejoli itu dari jarah kejauhan
"Mmmmada yang bisa khanza bantu mas?" ucap khanza melihat ke arah atthar sebentar
__ADS_1
"Tidak...mas hanya ingin mengucapkan terimakasih padamu" uucap atthar lembut
"Terimakasih untuk apa?" tanya khanza lagi
"Terimakasih sudah bersedia menerima mas sebagai calon suami kamu" ucap atthar tersenyum, sesekali atthar menunduk gugup
"Sama sama mas, khanza juga berterima kasih karena sudah memilih khanza yang belum soleha ini sebagai calon pendamping mas dari ribuan wanita soleha" ucap khanza
"MasyaAllah, bagus sekali kata katanya" atthar tersenyum menggoda khanza, khanza menjadi sangat malu, ia menunduk dan memejamkan matanya
"Hahaha...tidak usah malu begitu, mas hanya bercanda, doakan mas agar bisa menjadi suami yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan" atthar tersenyum melihat khanza yang kembali menegakkan kepalanya
"Mas juga masih belajar, mas tidak sesempurna seperti yang ada dipikiran kamu, jika nanti setelah menikah mas masih banyak kekurangan, tolong lengkapi mas dengan kelebihanmu" sambung atthar
"Dan jika mas tidak seperti mantan kekasihmu yang mungkin belum bisa kamu lupakan, tolong jangan membandingkan mas dengannya" atthar berucap sangat lembut khanza tersenyum mengangguk, seketika ia ingat soal daniel
"Oya mas, soal daniel, apa bisa mas nemenin khanza bertemu dengannya?" ucap khanza
Atthar mendengar khanza yang ingin bertemu dengan daniel mengangkat kedua alisnya, khanza tersenyum melihat atthar
"Jangan salah paham dulu mas, khanza hanya ingin menyelesaikan apa yang belum selesai, agar tidak menjadi masalah dikemudian hari" ucap khanza tersenyum
"Khanza juga akan mengenal mas sebagai calon suami khanza kepada daniel, agar ia tahu jika khanza sudah melupakannya" sambung khanza
Mendengar omongan khanza yang sudah melupakan daniel, senyum atthar kembali terukir, ia merasa dihargai oleh calon istrinya walaupun ia tahu jika khanza belum benar benar melupakan daniel
Namun ia akan berusaha membuat khanza mencintainya dan begitupun sebaliknya, ia akan mencintai istrinya sepenuh hatinya
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Terimakasih readers...
__ADS_1