Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
78


__ADS_3

"Memangnya kapan rencananya akan bertemu daniel?" tanya atthar


"Jika mas setuju untuk menemani khanza, khanza akan menghubunginya" jawab khanza


"Baiklah sore ini saja bagaimana? Kita bawa khalisa ya, tidak baik jika hanya pergi berdua" ucap atthar lagi dan khanza mengangguk tersenyum


"Terimakasih mas, nanti khanza akan menghubungi daniel" ucap khanza


"Jangan menghubunginya melalui panggilan suara, cukup hanya mengirim pesan saja" ucap atthar seperti orang sedang cemburu


Khanza tersenyum mendengarnya, ia mengangguk mengiyakan ucapan atthar


"Ada yang perlu mas bantu untuk dibawa kedepan?" tanya atthar ingin membantu calon istrinya


"Oh boleh mas, mas bawakan ini saja" khanza memberikan setumpuk piring kepada atthar untuk makan siang mereka


Sedangkan khanza membawa baki yang berisikan air minum dingin untuk keluarganya dan keluarga calon suaminya


Melihat calon yang bekerja sama, khalisa yang memang usil kembali menggoda calon pengantin


"Kompak banget ya mbak, kerjasama yang baik sekali hihihii" ucap khalisa


"Memang harus begitu dek, jika sudah berumah tangga harus bekerjasama, pemulaan yang sangat manis" ledek aluna


Khanza tersenyum menunduk malu, sementara atthar menatap khalisa dengan mata tajamnya dan khalisa tersenyum memohon ampun dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya sebagai permintaan maafnya


"Kalian ini ya, suka sekali menganggu atthar dan khanza'' ucap umi


Ibu dan yang lainnya hanya tersenyum mendengar gurauan keluarga umi


"Mari mari umi, ayo kita makan bersama" ajak ibu kepada seluruh keluarga yang sedang berkumpul


khanza, aluna dan khalisa menurunkan semua makanan yang tersedia dimeja, mereka akan makan lesehan diruang keluarga, dikarenakan tidak cukup jika makan dimeja makan


Setelah makan bersama, mereka kembali mengobrol, disaat sedang asik mengobrol, adzan dzuhur berkumandang, mereka pun melaksanakan sholat dzuhur berjamaah yang diimami oleh atthar


Khanza merasa senang didalam hatinya, calon suaminya mengimami ia dan keluarganya


Setelah selesai sholat, khanza kembali kekamarnya sebentar, ia mengambil ponselnya dan menghubungi daniel, ia menuruti apa yang dikatakan atthar calon suaminya


Ia hanya mengirimkan pesan kepada daniel jika ia mengajak daniel untuk bertemu dan mengatakan sesuatu, ia meminta daniel untuk bertemu dengannya dicafe yang tidak jauh dari rumahnya


Tak perlu waktu lama khanza menunggu daniel membalas pesannya, daniel sangat bersemangat mendengar jika khanza ingin bertemu dengannya, ia berpikir jika khanza berubah pikiran

__ADS_1


Daniel berpikir jika khanza memintanya untuk bertemu berarti khanza sedang berada dirumahnya saat ini, daniel sangat tidak sabar menunggu waktu datangnya sore, ia ingin segera bertemu dengan khanza


Setelah mendapatkan balasan dari daniel, khanza tidak lagi membalasnya, ia meletakkan ponselnya dan kembali bergabung bersama keluarganya


Khanza memilih duduk bersebelahan dengan atthar namun ia memberi jarak yang cukup agar tidak terlalu dekat, ia ingin membicarakan sesuatu pada atthar


Khanza yang memilih duduk bersebelahan dengan atthar menjadi pusat perhatian oleh seisi rumah, mereka tersenyum melihat khanza dan atthar yang sepertinya sudah mulai akrab


Padahal mereka tidak tahu saja jika selama khanza dipesantren atthar memang sudah mendekatkan diri pada khanza


"Mas, daniel setuju untuk bertemu sore ini" ucap khanza pelan


"Baiklah nanti setelah sholat ashar kita akan bertemu dengannya" jawab atthar, mereka berbicara tanpa saling pandang, hanya telinga saja yang saling mendengar dan mendekat


"Apa kamu sudah izin pada ayah dan ibu?" tanya atthar dan kini ia melihat kearah khanza


Khanza menggeleng pelan, atthar pun mengangguk, ia akan berbicara kepada kedua orang tua atthar


"Maaf pak buk, apakah saya boleh membawa khanza keluar sebentar setelah ashar nanti?" tanya atthar


"Mau kemana nak?" tanya umi


"Atthar dan khanza akan bertemu daniel umi, khanza akan menyelesaikan masalahnya, dan kami tidak hanya pergi berdua saja"


"Boleh aja mas" ucap khalisa


"Baiklah nak, bapak juga meminta khanza untuk tidak pergi sendirian, bapak takut daniel akan nekat pada khanza seperti yang terjadi pada aluna" ucap ayah khawatir


"Memangnya apa yang terjadi pada kamu nak?" tanya umi khawatir


Bukan hanya umi yang khawatir, abi juga menunjukkan hal yang sama, abi dan umi juga sangat menyayangi aluna


"Aluna tidak apa apa umi, kemaren daniel merebut paksa ponsel aluna untuk mendapatkan nomer ponsel khanza" ucap aluna menenangkan aluna


"Terus kamu g apa apa kan nak? tidak terluka kan?" tanya umi lagi


"Alhamdulillah tidak umi, aluna baik baik saja" jawab aluna tersenyum lembut


"Syukurlah nak, nanti kalian hati hati ya, kamu jagain khanza ya thar" ucap umi


Atthar mengangguk mengiyakan ucapan umi, iaa menjadi khawatir mendengar cerita aluna, hanya untuk mendapatkan nomer ponsel khanza, daniel berbuat nekat pada aluna


Atthar memandang khanza yang berada disebelahnya, ia berdoa didalam hati agar khanza selalu dalam lindungan Allah

__ADS_1


Setelah lama berbinccang, akhirnya keluarga atthar pamit undur diri, mereka saling berpelukan karena sudah menemukan kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga untuk melangsungkan pernikahan antara atthar dan khanza


Abi dan umi berterimakasih karena telah menerima atthar untuk menjadi menantu mereka, begitu juga ayah dan ibu, mereka bersyukur bisa mendapatkan menantu seperti atthar


Sebelum keluarga atthar masuk kemobil, terdengar suara deruan mobil yang mampir tepat didepan rumah khanza dan semua mata tertuju pada sebuah mobil yang sangat khanza kenali


"Daniel...." ucap khanza


Mendengar khanza mengucapkan daniel, atthar menatap khanza, mata mereka saling bertemu, dan sesaat kemudian, atthar berdiri disamping khanza


"Khanza...." ucap daniel dengan mata berlinang, daniel seperti kehilangan kendali dirinya, ia sangat merindukan khanza sehingga ia berlari ingin memeluk khanza


Namun atthar dengan cepat mencegahnya


"Mundurlah" ucap atthar pada khanza, dan khanza berdiri disamping ibunya, ibu memeluk khanza erat


"Khanza...aku sangat merindukanmu khanza" ucap daniel menangis


Melihat daniel menangis, khanza pun turut menangis, ia merasa iba dengan kondisi daniel, kenapa daniel menjadi seperti ini pikir khanza


"Sudahla daniel, kita sudah selesai, aku tidak bisa bersamamu, tolong mengertilah" dengan deraian air mata khanza mengucapkannya untuk daniel


Mendengar khanza menangis, atthar memejamkan matanya, ia berusaha menerima jika benar khanza belum sepenuhnya melupakan daniel, ia membuang nafasnya pelan


"Tidak khanza, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku mohon, aku ingin tetap bersamamu apapun jalannya, jika aku harus menjadi mualaf sekalipun aku siap" ucap daniel mengiba


Daniel hendak kembali menuju khanza namun, ia dibatasi oleh atthar dan baim, sehingga ia tidak mendekati khanza


Sementara atthar hanya diam menyaksikan perbincangan daniel dan khanza, ia ingin melihat, apakah benar jika khanza akan mengenalkannya kepada daniel sebagai calon suaminya


"Tidak daniel tidak semudah itu, aku mohon mengertilah, kau akan menemukan penggantiku dan bahkan lebih baik dariku" ucap khanza, air matanya masih menetes melihat daniel seperti orang gila, khanza memeluk ibunya, ia sama sekali tidak melihat atthar saat itu


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...


...Besok cuma up 1 ya readers karena ada kerjaan...terimakasih readers ...

__ADS_1


__ADS_2