Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
116


__ADS_3

Untung saja ia disambut dan di pegang oleh beberapa tamu yang berada didekatnya, dan tamu yang lain pergi untuk memanggil atthar


Setiba atthar dan keluarga yang lain, mereka terkejut melihat khanza sudah tergeletak dilantai yang dikerumuni oleh beberapa tamu


"Maaf ibu ibu, teman teman semuanya sebaiknya jangan dikerumuni" ucap baim yang melihat kerumunan


Mendengar ucapan baim beberapa tamu memilih untuk berpamitan kepada umi dan yang lainnya, ada juga tamu yang masih melihat kondisi khanza


"Astagfirullah nak, kenapa bisa begini sayang" ucap ibu yang membelai wajah anaknya


"Ayo ayo cepat bawa khanza kedalam kamar, ummi akan membuatkannya teh hangat dan kamu atthar jangan lupa berikan ia minyak agar dia sadar" ucap ummi yang sudah berlalu kedapur


Atthar, ayah dan khalisa menggendong khanza dan membawanya kekamar atthar, atthar sangat khawatir melihat keadaan istrinya, ibu yang membawa minyak angin mencoba mengoleskannya dihidung anaknya agar khanza cepat sadar sementara atthar ia terus menepuk pelan pipi istrinya dan menggosok gosok tangan istrinya


Tak lama kemudian ummi pun masuk dengan membawa nampan yang berisi air teh hangat dan sepiring nasi


"Seingat ummi istrimu belum makan nak, kenapa kamu lalai sekali menjaganya" sungut ummi kepada atthar


"Astagfirullah, apa benar ummi?" Tanya atthar dan ummi mengangguk meletakkan nampan dimeja yang ada dikamar atthar


"Pantas saja dia pingsan, maaf kan mas sayang" ucap atthar kesal sambil mencium tangan istrinya


"Sudahlah nak, kita doakan khanza agar cepat bangun ya, jangan disesali InsyaAllah khanza tidak kenapa napa" ucap ibu menenangkan menantunya


"Khanza... bangun nak.. bangun sayang" ucap ummi sambil memijat jari jari kaki menantunya begitu juga dengan atthar dan ibu mereka masih berusaha untuk membangunkan khanza


Tak lama kemudian setelah sekian banyak usaha yang dilakukan oleh ketiga orang kesayangan khanza, akhirnya khanza mulai terbangun


"Eeuungghhh" khanza melenguh seperti orang yang sedang bangun tidur


"Alhamdulillah" ucap ketiganya ( atthar, ibu dan ummi)


"Sayang, apa kamu pusing?" Tanya atthar yang senang melihat istrinya terbangun


"Jangan ditanyain dulu nak, biarkan dia benar benar sadar" ucap ummi yang masih terus memijat kaki dan jari khanza


Sementara ibu hajya tersenyum dan mencium tangan anaknya

__ADS_1


"Kenapa dengan khanza mas? Apa tamunya sudah pulang?" Ucap khanza pelan


Atthar tersenyum mendengar suara istrinya, ia mengusap rambut istrinya dan mencium dikening istrinya


"Sudah sayang, mereka sudah pulang" atthar membantu istrinya yang ingin menyandar didipan tempat tidur


"Alhamdulillah kamu sudah sadar nak, istirahatla ya sayang, ibu khawatir sama kamu dan kandunganmu" ucap ibu memegang tangan khanza


"Iya nak ummi jualga sangat khawatir, sekarang istirahatla tapi sebelum itu makan dulu ya selagi hangat, ummi mau keluar dulu mau beres beres" sambung ummi


Khanza tersenyum senang melihat kedua ibunya yang begitu sangat menyayanginya


"Makasi ibu, ummi, ibu dan ummi juga jangan terlalu lelah" khanza tersenyum mengingatkan kedua ibunya dan ibu serta ummi mengangguk dengan senyuman


Setelah ummi dan ibu tidak berada lagi didalam kamar, atthar termenung melihat istrinya, ia sangat takut kehilangan istrinya, sedetik kemudian ia langsung memeluk istrinya erat


"Mas, ada apa? Khanza uda baik baik aj kok" ucap khanza pelan, sepertinya ia masih lemas


"Tolong sayang jangan seperti ini lagi, mas takut dek, mas takut kalian kenapa napa, maafkan mas jika mas lalai dalam menjaga adek dan bayi kita" ucap atthar yang sangat menyesal melihat istrinya terbaring lemas


"Astagfirullah, khanza lupa mas, pantesan kepala khanza pusing dan mual


"Kita makan dulu ya, maafkan mas sayang jika tidak memperhatikanmu" atthar sangat menyesalinya


"Apaan sih mas, khanza bukan anak kecil lagi loh yang harus selalu diperhatiin, dijaga dan diingetin, mas g salah kok" khanza membelai dan mengelus wajah suaminya dengan kedua tangannya


"Khanza yang salah, khanza yang memang lalai mas, maafkan khanza ya masku sayang, khanza janji lain kali khanza akan lebih menjaga diri khanza dan anak kita" khanza menuntun tangan suaminya untuk memegang perutnya yang sudah besar


Atthar dan khanza saling pandang dengan senyuman, menyalurkan cinta dan kasih sayang mereka melalui tatapan


"Mas suapin ya sayang" khanza mengecup kening istrinya dan kedua mata khanza


Khanza merupakan ibu hamil yang sangat bahagia, ia mempunyai suami yang sangat perhatian dan mencintainya, begitu juga dengan kedua orang tuanya serta mertua dan iparnya yang juga sangat menyayanginya


Disela sela suapan, khanza merasakan bayinya yang menendang kuat


"Mas anaknya nendang, MasyaAllah kuat sekali" khanza tersenyum bahagia, ia menarik tangan suaminya untuk ikut merasakan tendangan buah hati mereka

__ADS_1


Dan lagi, anak mereka benar benar aktif, tendangannya begitu kuat hingga sesekali khanza merasa nyeri namun ia sangat bahagia


"MasyaAllah, sayang ayah dan umma tendangannya jangan kuat kuat ya sayang, kasihan umma nak merasa kesakitan" atthar berbicara pada anaknya dan yang luar biasa lagi anaknya seolah mengerti apa yang dikatakan oleh ayahnya


"Mas, mas dia ngerti loh, masyaAllah nak bahagianya umma, tendangannya g kuat lagi mas hahahaa" khanza tertawa bahagia


"Memangnya bayi didalam perut sudah bisa mendengar dan mengerti ya mas?" Tanya khanza heran, sementara atthar terus saja menyuapi istrinya


"Tahu g sayang dia nendang kuat itu kenapa?" Tanya atthar dan khanza menggelengkan kepalanya


"Dia laper umma, ummanya belum makan dari siang, kasihan donk babynya umma" atthar menirukan suara bayi sambil mengelus perut istrinya dan seolah mengerti bayi mereka kembali menendang


"Nah tuh iyakan sayang, setuju kan sama ayah, ayah soleh, anak pintar" sambung atthar


"'Maafkan umma ya sayang, umma janji lain kali kita akan makan tepat waktu, umma dan ayah sayang kamu, sehat sehat terus ya sayang" khanza mengelus perutnya berbicara pada bayinya


"Bayi itu sudah mendengar apa yang kita ucapkan sayang, makanha mas selalu mengaji diperut kamu, dan bayi juga merasakan apa yang ummanya rasakan, jika ummanya bahagia ia kan bahagia dan begitupun sebaliknya" ucap atthar


"Jadi ummanya harus selalu bahagia ya sayang" sambung atthar yang berbicara kepada bayinya


"Alhamdulillah umma selalu bahagia sayang, punya suami yang selalu perhatian dan menyayangi umma, nenek dan kakek serta keluarga lainnya juga selalu menyayangi umma, umma sangat beruntung berada dikeluarga ini sayang, umma sangat bahagia dan benar rencana Allah itu memang the best" ucap khanza yang menatap lekat pada suaminya namun tangannya mengelus perutnya


Atthar tersenyum senang, ia memeluk istrinya erat, ia juga sangat bahagia bisa memiliki khanza dan terlebih lagi akan dihadirkan seorang anak yang soleh ditengah tengah mereka


.


.


.


...Bersambung......


...jangan lupa vote, like, koment...


...terimakasih readers...


...hadiahnya juga jangan lupa hihihii...

__ADS_1


__ADS_2