Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
128


__ADS_3

Khanza dan atthar berlibur untuk beberapa hari, mereka benar benar menikmati waktu berdua, berlibur kesuasana yang hijau hijau begitu sangat menenangkan bagi khanza


Diselang liburan mereka khanza mengutarakan isi hatinya, walaupun ia bahagia saat ini, jauh dilubuk hatinya yang paling dalam ia masihlah ingin tetap menjadi seorang ibu


"Mas ntar kalau kita jika diberi rezeki sekali lagi sama Allah, kita bawa adiknya abdullah kesini lagi ya mas" ucap khanza


Deg. . .


Atthar terhenti mendengar permintaan istrinya, pasalnya ia takut jika kondisi khanza yang pernah dokter ceritakan padanya tidak memungkinkan untuk ia hamil lagi


"Aamiin, semoga ya sayang, kita berdoa bersama agar kita secepatnya diberikan adiknya abdullah" jawab atthar tersenyum


Atthar berharap walaupun kondisi khanza kemungkinan kecil bisa hamil namun ia tetap berharap kepada sang Maha Pemberi, tidak ada yang mustahil bagi Nya, semua bisa terjadi jika itu sudah kehendak Nya


Setelah apa yang khanza ucapkan tadi, atthar terus memikirkannya, pasalnya ia masih menyembunyikan kondisi khanza selama ini, ia ingin sekali bercerita namun belum ada waktu yang pas menurut atthar


Dan sekarang ia mencoba untuk menceritakan semua yang ia simpan selama ini


"Sayang, mas boleh mengatakan sesuatu tidak?" Ucap atthar


"Boleh mas, mau ngomong apa?" Jawab khanza sambil memakan cemilan


Ya mereka sedang menikmati sarapan dibalkon kamarnya sambil menikmati pemandangan hijau yang menyejukkan mata


"Mmm...." atthar seakan takut memberitahu istrinya, ia takut jika liburan mereka akan sia sia dan akan menjadi buah pikir khanza


"Apapun yang terjadi pada kita dan setiap umat manusia, tidak lepas dari kehendak Allah SWT" ucap atthar memberi pandangan kepada istrinya


Ia takut jika istrinya tidak menerima apa yang telah terjadi padanya


"Baik itu hal baik ataupun hal buruk, itu sudah kehendak Allah dan itu dinamakan takdir" sambung atthar dan khanza mengangguk sambil memakan makanannya

__ADS_1


"Dan apapun yang terjadi pada istri mas sekarang, itu juga sudah kehendak Allah dan kita harus menerimanya dengan ikhlas" ucap atthar lagi dan khanza hanya mendengarkan


"Jadi waktu kamu melahirkan abdullah, dokter memberitahu mas jika rahim adek robek dan mengalami pendarahan, mas sangat shock mendengarnya, apa lagi dokter meminta mas untuk menyiapkan beberapa kantong darah, mas sangat takut dek" atthar menghela nafas mengingat kejadian yang menakutkan dihidupnya


"Alhamdulillah semua sudah terlewati mas dan khanza alhamdulillah masih dalam keadaan sehat" khanza tersenyum memegang tangan suaminya


"Tapi..... kata dokter untuk kita punya anak lagi kita harus berkonsultasi dulu dengan ahlinya sayang" atthar membalas genggaman tangan istrinya


"Kenapa begitu?" Tanya khanza polos


Atthar tersenyum lalu menggenggam kedua tangan istrinya


"Dikarenakan rahim adek yang robek saat lahiran, akan sangat beresiko untuk hamil lagi, tapi bukannya mustahil sayang itu semua kehendak Allah, sebaiknya jika ingin hamil lagi kita harus berkonsultasi, kalaupun adek g bisa hamil lagi mas tidak masalah, kita sudah punya abdullah anak surga kita" atthar menenangkan istrinya


Mendengar perkataan suaminya, khanza diam seribu bahasa, ia sangat menginginkan zuriat, meskipun sudah mempunyai abdullah, ia ingin anak yang disisinya, yang bisa ia jaga dan ia rawat dengan tangannya sendiri


"Sayang.... please jangan dipikirin, itu semua belum pasti sayang, mas mengatakan hal ini itu karena tidak ingin adek terlalu berharap, dan jangan sampai stres lagi sayang, berbahagialah seperti dulu" ucap atthar yang masih memegang tangan istrinya


Khanza tersenyum masam, ia menatap suaminya


"Astagfirullahal'adzim... ngomong apa sih sayang? Menikah bukan hanya soal anak, menikah itu ibadah, ibadah terpanjang, terlama sampai alhir hayat, punya anak itu bonus, jika niat menikah hanya ingin mendapatkan zuriat maka pernikahan itu tidaklah berkah, karena perempuan bukan mesin pencetak anak" atthar berucap lembut, ia terkejut dengan permintaan istrinya


"Tapi anak itu penting mas, jika kita tidak punya anak, mas tidak akan ada penerus, lalu siapa yang akan mendoakan kita jika kita meninggal?" Khanza mulai tersulut emosi


"Subhanallah sayang, apa abdullah bukan anak kita? Abdullah bukan hanya bisa mendoakan kita, namun ia juga bisa membawa kita kesurga Allah, ia akan menolong kita, menikah lagi bukanlah solusi sayang, itu pemikiran orang kolot, dan mas tidak mau" ucap atthar


"Tenanglah sayang, ini bukan akhir dari segalanya, mas bahagia hanya dengan kamu, punya anak ataupun tidak itu bukan pilihan kita" atthar berucap pelan, ia berusaha membuat istrinya mengerti


Khanza hanya diam menatap suaminya, sesungguhnya jauh didalam lubuk hatinya ia sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan suaminya jika ia kemungkinan besar akan sulit untuk hamil lagi, namun apa mau dikata semua sudah kehendak Nya


Khanza menghela nafas panjang

__ADS_1


"Kenapa Allah memilih khanza mas? Khanza tidak kuat seperti yang Allah kira mas, sesungguhnya khanza sangat ingin memiliki anak yang bisa khanza rawat hingga ia dewasa" ucap khanza sendu


"Allah tau istri mas mampu, Allah lebih tau diri kita dari pada kita sendiri sayang, percaya sama Allah, Ia akan memberi apa yang kita inginlan diwaktu yang Ia tentukan" atthar berucap menenangkan istrinya, ia memeluk istrinya erat, sesungguhnya ia juga tidak tega melihat istrinya seperti ini


Khanza berusaha tegar dan ia akan mengikuti apa yang suaminya katakan, untuk menenangkan hatinya ia mengajak suaminya untuk jalan jalan, ia ingin benar benar menikmati liburannya


"Kita jalan aja yuk mas" ucap khanza dan atthar suaminya mengangguk tersenyum


Selama diperjalanan khanza berusaha untuk menikmatinya, tetapi pikirannya tetap memikirkan jika ia sulit untuk hamil lagi, ditambah lagi ia sering melihat kebersamaan satu keluarha yang sedang menikmati liburan, rasanya ia juga ingin seperti mereka


Saat mereka berjalan khanza melihat kesalah satu tempat, ia tersenyum senang dan meminta suaminya untuk singgah sebentar


"Kita mampir ya mas" khanza berucap sumringah


Melihat istrinya kembali ceria atthar menyetujui permintaan istrinya, mereka singgah dan bermain disana, Khanza terlihat sangat senang bermain


"Apa kamu senang disini sayang?" Tanya atthar


"Sangat senang mas" jawab khanza sumringah


Tiba tiba khanza terlihat sedih dan pergi kesuatu tempat tanpa berpamitan dengan suaminya, atthar melihatnya heran dan terus mengikuti istrinya


.


.


.


...Bersambung...


...Maaf lama off readers lagi liburan ...

__ADS_1


...InsyaAllah akan up lagi ya...


...makasi readers 🥰...


__ADS_2