Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
22


__ADS_3

Keesokan Harinya . . .


Waktu menunjukkan 10.00 wib, daniel bersiap untuk pergi bertemu dengan calon mertuanya, ia sudah memakai baju yang rapi, ia ingin membuat kesan pertama yang baik dihadapan calon mertuanya


Daniel berpamitan kepada keluarganya, ia sudah menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya dan adiknya, bahwa ia akan pergi kerumah seseorang yang ia cintai


Dan jika tidak ada halangan ataupun hambatan ia akan segera meminta kedua orang tuanya untuk melamar khanza, dan kedua orang tuanya sangat setuju dengan ide daniel, mereka mensupport anak bujang mereka


Tak lama kemudian daniel pun pergi menggunakan mobilnya, disepanjang jalan daniel tak henti henti berdoa kepada Tuhan agar pertemuannya dengan kedua orang tua khanza berjalan lancar, ia menghubungi khanza, ia mengabarkan pada khanza jika sudah berada dijalan menuju rumah khanza


"Hallo sayang, aku sudah menuju kerumahmu, bersiaplah ok, doakan semuanya lancar" ucap daniel


"Ok daniel, hati hati ya jangan ngebut" balas khanza


Daniel menutup panggilannya, sementara dirumah khanza menunggu dengan gelisah, ia juga akan mengabarkan kepada kedua orang tuanya jika teman yang ia katakan tadi malam akan segera tiba dirumahnya, ayah dan ibu mengiyakan ucapan khanza


...****************...


Hampir setengah jam khanza dan kedua orang tuanya menunggu,dan sekarang daniel telah sampai didepan pintu gerbang rumah khanza, khanza yang mendengar suara mobil dari dalam rumahnya segera menuju kedepan pintu gerbang untuk membukakan pintu


"Hai sayang? Apakah sudah siap? Yuk masuk" ucap khaza tersenyum menyambut daniel


"Hai sayang, aku deg degan, jantungku....." daniel keluar dari mobil memegang dadanya, khanza tertawa terkikik melihat tingkah daniel


"Kamu pikir aku g deg degan? Hehehee" ternyata khanza juga berdebar


Khanza mengajak daniel masuk kedalam rumahnya, mereka berjalan menuju pintu rumah khanza


"Ayaaah....ibu....teman khanza sudah datang" ucap khanza, khanza mempersilahkan daniel untuk masuk dan duduk


"Sayang duduk lu ya, aku bikin minum dulu" bisik khanza dan daniel mengangguk mengerti ia pun menuruti omongan khanza untuk duduk


Ayah terlihat muncul dari ruang depan menuju daniel, daniel yang melihatnya spontan berdiri menyambut ayah khanza, ia menyalami ayah khanza dengan tersenyum dan ayah pun membalas senyuman daniel


"Silahkan duduk nak, ini dengan nak siapa?" tanya ayah


"Daniel om" jawab daniel


"Nak daniel ini temannya nak khanza satu kantorkah?" tanya ayah lagi

__ADS_1


Disaat daniel hendak menjawab, khanza muncul dari belakang membawakan air, daniel melirik khanza sebentar untuk menghilangkan kegugupannya


"Tidak om, saya diperusahaan **** om, tidak jauh dari perusahaan tempat khanza bekerja" jawab daniel dan ayah mengangguk mengerti


Khanza ikut duduk menemani daniel yang sedang mengobrol dengan ayah, ia ingin melihat reaksi ayah bertemu daniel, khanza berharap ayah akan menyukai daniel


"Dimana ibu yah?" tanya khanza


"Ibu disini nak" jawab ibu berjalan menuju kearah khanza dan yang lainnya


Mata khanza dan daniel otomatis melihat ke arah ibu yang berjalan menuju mereka


Deg . . .


Jantung daniel serasa berhenti melihat sang ibu yang berhijab, nafasnya seperti tersekat dikerongkongan, daniel terus melihat kearah ibunya khanza


"Ibu kenalin ini teman khanza namanya daniel" ucap khanza tersenyum namun daniel hanya diam saja tidak menyambut kedatangan ibu


"Daniel...." khanza memanggil daniel


"Daniel..." khanza mengulanginya lagi, daniel terlihat menatap ibu namun ntahla ia tidak mendengar panggilan khanza, ia termenung jauh menatap ibu


Ayah, ibu dan khanza sedikit bingung melihat daniel yang hanya diam termenung melihat ibu khanza


"Itu ibuku" ucap khanza dan daniel tersenyum kaku berdiri menyalami ibu khanza, namun ibu khanza hanya mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya dan daniel pun mengikutinya


"Maaf bu" ucap daniel meminta maaf


Setelah pertemuannya dengan ibu khanza, daniel sedikit berubah, ia terlihat kaku dan sedikit menjadi lebih pendiam, ia hanya menjawab pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan oleh ayah dan ibu


Khanza tidak menyadari hal itu, ia hanya tersenyum mendengar ayah dan ibu menerima daniel, ayah dan ibu tampak senang dengan daniel, hati khanza semakin senang dibuatnya, semua kekhawatiran tentang penolakan daniel hilang begitu saja


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 wib sebentar lagi waktu dzuhur akan tiba dan daniel mengetahui hal itu, ia buru buru pamit dari rumah khanza dengan alasan ia harus menemani ibunya siang ini, padahal itu hanya sebuah kebohongan saja


"Saya pamit dulu pak bu, saya harus menemani ibu saya" ucap daniel


"Looh kenapa cepat sekali? harusnya kita sholat berjamaah dulu dan makan siang bersama, tapi karena nak daniel ada janji dengan ibunya ya sudah lain kali makan disini ya" ucap ibu tersenyum


"Baiklah bu, nanti saya usahakan, saya permisi dulu" daniel menyalami ibu dan ayah khanza dan daniel keluarga rumah tanpa mengucapkan salam ia hanya tersenyum dan sedikit mengangguk

__ADS_1


Kedua orang tua menatap penuh tanya, mungkin saja mereka menunggu salam yang biasa diucapkan ketika tamu berkunjung dan ketika tamu berpamitan


Disaat khanza mengantarkan daniel keluar rumah, ia menepuk bahu daniel pelan


"Kebiasaan deh datang dan pergi g ngucap salam" ucap khanza


"Hehehe lupa sayang, maa..maaf" balas daniel


"Ya sudah aku pamit dulu ya" sambung daniel


"Ok sayang, daa calon suami, g ngeri lagi kan jumpa sama ayah, Alhamdulillah kamu diterima dengan baik ya sayang" khanza berucap senang


"Hehee..ii...iya sayang" daniel tersenyum kaku, ia sudah memasuki mobilnya dan membuka kaca jendela


"Ya sudah kamu masuk gih, aku pamit" daniel melambaikan tangannya dan dibalas oleh khanza dengan tersenyum riang


Tak lama kemudian daniel melajukan mobilnya, ia mulai menjauh dari rumah khanza, kali ini daniel mengemudi dengan kecepatan diatas rata rata, ia mengemudi cukup laju, ia seperti sedang kesal akan sesuatu, daniel juga memukul setir mobilnya cukup keras, ia memukul beberapa kali


"Sial sial sial....kenapa harus gini sih!!" ucap daniel bermonolog sendiri


Daniel terus mengoceh dan masih tetap mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan laju


"Tolong aku Tuhan, aku sangat mencintainya, kenapa kau mempertemukan aku dengannya, tidakkah kau tahu jika ujianMu ini sangat berat, bagaimana aku mengatakannya pada khanza nanti dan tidak mungkin meninggalkannya begitu saja" daniel kembali bermonolog sendiri, kali ini ia sedikit terisak


Daniel menambah kecepatan mobilnya, di pertiga jalan ia hampir saja menabrak pengguna jalan lain, alhasil ia berhenti ditengah jalan karena menghindar dari kecelakaan tersebut


Daniel menenangkan dirinya, kini ia sedikit lebih sedikit kelihatan waras setelah hampir saja celaka, ia memberhentikan mobilnya disebuah taman, ia meratapi dirinya didalam mobil


Ia menangis kesal "Kenapa harus keyakinan yang menjadi penghalang cinta kita khanzaaa!! dan kenapa baru tahu sekarang!!! Aaaghhhh sial!!!!"


"Sial sial sial!!!" daniel kembali memukul setir mobilnya, ia tertunduk disetir mobil, bahunya bergoncang menangis terisak


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa like komen dan vote serta hadiahnya...


...Terimkasih reader 🥰🙏...


__ADS_2