Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
87


__ADS_3

Alhamdulillah hari yang ditunggu tunggu oleh atthar sudah terlaksana, untuk beberapa hari kedepan atthar dan khanza akan tinggal dirumah ayah dan ibu, sementara abi dan umi serta khalisa akan pulang kepondok pesantren, baim dan aluna yang mengantarkan kedua orang tuanya


Malam ini adalah malam pengantin khanza dan atthar, setelah menyelesaikan makan malamnya, atthar dan khanza bergabung bersama ayah dan ibu diruang keluarga, mereka berbincang


"Jadi kapan kalian akan pindahan?" tanya ibu


"Pulang kepondok InsyaAllah hari kamis depan yah, tapi kami akan menjenguk ayah dan ibu sesering mungkin" ucap atthar, khanza senang mendengar penuturan atthar, atthar bukan hanya perduli pada dirinya ia juga perduli dengan keluarganya pikir khanza


"Iya ayah, nah kalau ayah dan ibu sedang suntuk tapi khanza g bisa pulang, ayah sama ibu main kesana ya" ucap khanza


"Ayah dan ibu juga bisa menginap disana, InsyaAllah saya dan khanza akan tinggal dirumah yang berbeda dengan abi dan umi" sambung atthar


Khanza melihat atthar kaget, ia tidak pernah diberitahu soal ini, khanza mengira jika ia akan tetap tinggal bersama abi dan umi


Atthar melihat istrinya yang melihatnya kaget, ia mengangkat kedua alisnya tersenyum simpul dan khanza langsung saja mengalihkan pandangannya


Setelah selesai berbincang, atthar pamit kepada ayah dan ibu, ia akan beristirahat dikamar pengantinnya, ayah dan ibu meminta khanza untuk menemani suaminya beristirahat dan khanza menurutinya


Dikamar, khanza mendengar atthar sedang berada dikamar mandi mungkin saja ia membersihkan dirinya, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 wib dan khanza menunggunya dengan duduk dipinggir tempat tidurnya


"Kenapa dek? Apa mau kekamar mandi juga?" tanya atthar yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia melihat istrinya seperti sedang menunggunya


"Iya mas, mas abis ngapain?" tanya khanza


"Mas abis buang air kecil dan berwudhu, kenapa?" tanya atthar heran


Khanza hanya menggelengkan kepala dan beranjak menuju kekamar mandi, setelah ia menyelesaikan ritualnya dikamar mandi, ia melepaskan hijabnya, ia sudah mengenakan pakaian tidurnya saat dikamar mandi


"Sudah berwudhu?" tanya atthar yang melihat wajah istrinya tidak basah


"Belum mas, kenapa? Apa kita mau sholat?" khanza yang masih miinim ilmu bertanya pada suaminya


"Sholat? apa yang kamu maksudkan sholat sunnah pengantin?" atthar menggoda istrinya, ia tersenyum jahil


"Sholat sunnah pengantin? Memangnya ada mas?" tanya khanza yang sedang duduk didepan meja riasnya, sementara atthar ia sedang bersandar didipan tempat tidurnya sambil memegang Al-Quran kecil


"Ada..." jawab atthar bersemangat, ia menutup Al-quran nya


"Sholat sunnah pengantin dilaksanakan pada malam pengantin daaaan...." atthar menjeda omongannya


"Dan apa?" khanza bertanya penasaran

__ADS_1


Atthar bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju istrinya, ia berdiri didepan istrinya, lalu menunduk tepat didepan wajah istrinya, khanza yyang kaget hanya bisa mengedipkan matanya ia diam seperti patung


Hembusan nafas atthar mengenai wajahnya, jantung khanza dan atthar berdetak kencang, attthar sengaja menggoda istrinya, khanza mengarahkan kepalanya disamping wajah istrinya, yaitu tepat ditelinga istrinya


"Sholat sunnah pengantin itu dilakukan sebelum melakukan hubungan suami istri" ucap atthar berbisik pelan, atthar kembali menegakkan tubuhnya dan kembali ketempat tidurnya, ia tersenyum hampir tertawa, sementara istrinya masih dengan keterkejutannya, ia hanya diam memandangi atthar


"Kenapa melihat mas begitu? apa mau melakukannya?'' atthar menaikkan kedua alisnya menggoda istrinya


Khanza menundukkan wajahnya, ia ragu dan ia belum siap, atthar kembali menghampiri istrinya, ia berjongkok didepan istrinya namun tidak menyentuhnya


"Heii...mas hanya bercanda, mas tau kita sama sama belum siap, bersuci saat tidur sangat dianjurkan dek, karena jika meninggal setidaknya dalam keadan suci dan tidur kita dijaga sama Allah, itu alasan mas berwudhu" ucap atthar pelan, ia merasa bersalah melihat khanza yang murung


Khanza melihat suaminya sejenak, lalu ia kembali menunduk


"Maaf ya mas, khanza belum siap memberikan hak mas" ucap khanza


"Dek, menikah itu bukan hanya soal tempat tidur, kita membangun rumah tangga bukan setahun atau 2 tahun, kita akan menjalaninya sepanjang hidup kita, ini ibadah terlama kita, mas mengerti jika kamu belum siap dan mas pun begitu, kita akan menjalaninya seperti biasa, mas ridho dek dan itu tidak akan mendatangkan dosa untukmu" jelas atthar lembut


"Terimakasih mas" ucap khanza tersenyum


"Sekarang pergilah berwudhu, ingat wudhu bukan hanya untuk sholat, alangkah baiknya jika kita tetap selalu menjaga wudhu kita" atthar tersenyum kepada istrinya, ia bangun dan kembali bersandar untuk membaca ayat suci


Khanza menuruti suaminya, setelah mengambil wudhu, ia melihat suaminya membaca Al-Quran, atthar menepuk tempat tidur disebelahnya tanpa melihat istrinya, ia mengisyaratkan istrinya untuk duduk disebelahnya


Setelah suaminya selesai membaca ayat suci, ia menatap istrinya


"Apa sudah mengantuk?" tanya atthar


Khanza menggelengkan kepalanya pelan


"Apa mas sudah mengantuk?" tanya khanza


"Sedikit..." ucap atthar


"Apa besok mau tahajud bersama?" tanya atthar lagi


"Boleh mas, jika khanza tidak terbangun tolong bangunin khanza ya mas" ucap khanza


"Baikla, besok mas bangunkan dengan penuh kasih sayang" ucap atthar tersenyum menatap istrinya, lalu ia beranjak untuk merapikan Al Qurannya


Sementara yang ditatap tersipu malu, ia membalas senyuman suaminya

__ADS_1


"Mas, apa boleh khanza bertanya?" ucap khanza


"Boleh, mau tanya apa dek?" atthar menoleh melihat istrinya


"Tadi mas mengatakan kepada ayah jika kita akan tinggal dirumah yang terpisah dari abi dan umi, apa itu benar?" tanya khanza


Atthar kembali mendatangi istrinya dan duduk disamping istrinya


"Benar donk, untuk apa mas berbohong?"


"Tapi kenapa? Kasian abi donk mas" ucap khanza lagi


"Kita akan tetap tinggal dipondok pesantren dek, ada satu rumah yang belum dihuni jadi kita akan tinggal disana" ucap atthar


"Setiap hari kita akan bisa menjenguk umi dan membantu abi, karena jarak rumah kita kerumah umi tidak jauh" jelas atthar


"Kamu tidak keberatan kan untuk tinggal berdua saja dengan mas?" tanya atthar


"Kenapa khanza harus keberatan? Bukankah mas sudah menjadi suami khanza?" khanza tersenyum


"Heheheee baguslah, mas hanya takut kamu tidak nyaman saja"


"Bukankah setelah menikah kita dianjurkan untuk berpisah dari kedua orang tua dan tinggal dirumah sendiri? Khanza pernah membacanya" ucap khanza


"Ya itu benar dek, kita lebih baik tinggal dirumah sendiri walaupun ngontrak jika sudah menikah"


"Jadi tidak alasan untuk khanza merasa tidak nyaman bukan? Itu malah membuat khanza berdosa, masak sama suami sendiri tidak nyaman" ucap khanza dan atthar terkekeh mendengar ucapan istrinya


"MasyaAllah soleha sekali istri mas" khanza mengusap kepala istrinya dan membuat khanza tersenyum


"Apa kita bisa tidur sekarang? agar tidak terlambat bangun tahajud nanti" pinta atthar


"Boleh mas" khanza merapikan tempat tidur dan membenarkan selimut untuk suaminya


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa like, koment, vote, dan hadiahnya...


...Terimakasih readers...


__ADS_2