Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
24


__ADS_3

"Sedekat apa sih nak kamu sama uminya atthar? Sampe atthar disuruh namganterin ole ole" tanya umi


"Hmm biasa saja bu, umi memang baik kepada semua orang bu, bukan hanya pada khanza" jawan khanza


"Ooh begitu Alhamdulillah anak ibu dikelilingi orang orang baik, ya sudah ibu bawakan teh dulu untuk nak atthar" ucap ibu dan khanza mengangguk mengiyakan


Khanza masih membereskan ruang makan dan juga mencuci piring, sementara ayah dan ibu sedang asik mengobrol dengan atthar


"Diminum nak atthar airnya" ucap ibu


"Iya bu, terimakasih" atthar tersenyum


"Kemaren abangnya nak atthar juga mampir disini sama nak aluna" ucap ayah


"Iya pak, kemaren saya belum pulang, masih mengurus abi gantian sama mas baim" jawab atthar


"Jadi gimana kabar abi sekarang?" tanya ayah lagi


"Alhamdulillah abis sudah membaik pak, sudah bisa berjaan walaupun pakai tongkat"


"Alhamdulullah, syukurlah, jangan lupa bilangin ke umi terimakasih banyak, repot repot nganterin ole ole" ucap ibu dan atthar tersenyum mengangguk


"Iya mas, bilangin umi terimakasih, mas kapan mau pulang ke pondok?" khanza tiba tiba saja muncul dan bergabung


"InsyaAllah minggu depan dek"


"Nanti kalau mas pulang aku titip ole ole untuk umi ya, ntar aku kasi mbak una aja ya mas" ucap khanza


"G usah repot repot dek" jawab atthar


"G apa apa nak atthar, g merepotkan kok" jawab ibu


Atthar hanya bisa tersenyum dan mengangguk, waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 wib, atthar hendak pamit untuk pulang kerumahnya


"Baiklah pak bu, saya pamit dulu" ucap atthar


"Baiklah, istirahatlah, kamu pasti lelah dari perjalanan" ucap ayah


Atthar pun berdiri menyalami ayah dan ibu, khanza hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya begitu juga dengan atthar, ia menganggukkan kepalanya serata mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya


"Sekali lagi makasi ya mas, hati hati" ucap khanza


Atthar mengangguk dan mengucapkan salam "Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumussalam" jawab keluarga khanza


Setelah pulangnya atthar, ayah kembali berbicara bahwa ia juga menyukai atthar


"Apa atthar sudah menikah nak?" tanya ayah pada khanza


"Belum ayah, mas atthar masih belum mau ta'aruf, umi aja udah khawatir liat mas atthar" jawab khanza


"Kenapa begitu?" tanya ibu


"G tau ibu, kata umi mas atthar masih fokus kerja belum mau ta'aruf"


"Itu yang ayah maksudkan nak, ta'aruf lebih baik, dari pacaran, menghindaru kita dari dosa, jadi kalau daniel benar serius sebaiknya bersegeralah" jawab ayah


"Iya ayah, nanti khanza bicarakan dengan daniel" ucap khanza tersenyum dan ayah mengangguk setuju


Ayah dan ibu meskipun ingin yang terbaik buat anaknya khanza tetapi mereka tidak pernah memaksakan kehendak mereka, mereka hanya memberi pandangan dan arahan kepada khanza


...****************...


Keesokan harinya, khanza berusaha menghubungi daniel namun daniel tidak menjawabnya, sejak semalam sore ia sulit menghubungi daniel


Dan hari ini sudah sejak pagi ia mencoba menghubungi daniel namun tetap tidak ada jawaban, ia mulai khawatir, ada apa dengan daniel? Apakah terjadi sesuatu pada daniel?


Disisi lain, daniel sengaja mengacuhkan panggilan dan pesan dari khanza, ia masih memikirkan soal semalam, sejak pulang dari ibadahnya di gereja ia terus merenung memikirkan jalan keluar dari masalahnya


"Hallo sayang" daniel menjawab panggilan khanza, ia mencoba sebisa mungkin untuk seperti biasa


"Hallo, kemana aja sih, aku telfonin dari tadi g diangkat, aku kirim pesan juga g dibalas? Sibhk banget ya?" tanya khanza lembut


Daniel terenyuh dengan kelembutan khanza, ia tidak mungkin menyakiti khanza, khanza begitu baik dan ia pun sangat mencintai khanza


"Maaf sayang ponselku dikamar, aku diluar kamar ngobrol sama keluarga" jawab daniel


"Ooh begitu baiklah tidak apa apa, kamu lagi ngapain?" tanya khanza


"Tidak ada, aku sedikit g enak badan ni" jawab daniel lesu


"Looh kamu sakit? Uda minum obat belum? Apa perlu kedokter?" tanya khanza tiba tiba panik


"Hehee..sekhawatir itu kamu? Aku g apa apa, cuma butuh istirahat aja kok sayang" jawab danil tersenyum


"Ya khawatir donk, calon suami aku sakit, gimana g khawatir" jawab khanza, mendengar jawaban khanza daniel memejamkan matanya, ingin rasanya marah dan berteriak ntah dengan siapa

__ADS_1


"Eh tau g sayang, alhamdulillah banget ayah dan ibu merestui kita, aku senang banget" sambung khanza, ia menjadi sangat girang


"Benarkah? Waaw dapat kabar baik sekali hari ini" jawab daniel yang juga dibuat buat gembira


"Iya sayang, aku g sabar deh nungguin minggu depan" ucap khanza


"Ada apa dengan minggu depan?" tanya daniel lupa


"Looh bukannya kamu bilang kemaren jika ayah dan ibuku sudah merestui kita kamu akan langsung melamar aku? Next week?" tanya khanza ragu, ia takut jika ia terlalu menekan daniel


"Oooh ya ampun aku luoa sayang, harusnya iya sih tapi g bisa minggu ini sayang, orang tuaku 3 minggu kedepan ini ada perjalan keluar kota bersama papa, lusah mereka berangkat, jadi gimana donk?" tanga daniel berpura pura, ia tidak tega membayangkan apa yang akan terjadi nanti, ia memejamkan matanya


" Oooh gitu ya, ya uda deh sayang g apa apa juga sih, ntar aku bilangin ke ayah dan ibu aja keluar kamu keluar kota"


"Apa g apa apa sayang sama ayah kamu?" tanya daniel


"Yaa ayah sih nyuruhnya ceper g baik pacaran dan deket deketan, nanti timbul fitnah dan banyak g baiknya juga, tapi kalau belum bisa juga g apa apa sayang, biar aja dulu orang tua kamu nyelesein kesibukannya" jelas khanza panjang lebar


"Iya sayang harusnya aku juga bawa kamu nih ketemu kedua orang tau aku, tapi mereka malah keluar kota lusa, maaf ya sayang" daniel benar benar merasa bersalah, ia tidak tega menyakiti hati pujaan hatinya


"G apa apa sayang, nanti juga kita ketemu kok, sabar aja" jawab khanza menenangkan


"Makasii ya sayang uda ngertiin aku" ucap daniel menatap khanza lewat layar ponselnya


Mereka terus mengobrol sampai mereka tidak menyadari jika waktu sore sudah tiba, waktu sudah menunjukkan 15.00 wib khanza berpamitan untuk melakukan ibadah sholat ashar


Daniel kembali memejamkan matanya, ia kembali terpikirkan jalan keluar dari masalah percintaan mereka, daniel mengizinkan khanza untuk melakukan ibadahnya, dan khanza juga mengingatkan daniel untuk melakukan ibadah sholat ashar


Daniel hanya terdiam dan ia segera meminta khanza untuk melakukan ibadahnya, panggilan keduanya pun terputus


"Bagaimana aku harus memberitahumu khanza, cinta kita tak mungkin bersatu khanza, tapi aku juga tidak bisa melepaskanmu" daniel bermonolog dalam hati


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...


...Baca juga novelku yang lain yang tak kalah seru ya...

__ADS_1


..."Menunggu cinta" dan " Ameera" ...


...Terimakasih readers ...


__ADS_2