
"Iya kan, kita anak tunggal g ngerasain ya hehehee" jawab aluna sedikit tertawa, aluna juga anak satu satunya dari keluarga yang cukup berada
Tak lama kemudian jemputan aluna sudah tiba didepan lobby, atthar membuka kaca jendelanya agar aluna melihatnya, aluna melambaikan tangannya pada atthar meminta atthar untuk turun sebentar dan atthar pun mengikutinya
"Kenapa mbak?" tanya atthar dengan suara baritonnya, atthar mempunya wajah yang tampan dengan jambang tipis disedikitar dahu dan pipinya
"G ada, ini mbak mau kenalin kamu sama adeknya mbak dikantor" aluna melihat kearah khanza
"Ini khanza, khanza ini atthar adik ipar mbak" sambung aluna
Khanza mengulurkan tangannya dihadapan atthar, ia berpikir atthar akan menyambut tangannya seperti orang berkenalan pada umumnya, namun khanza salah besar, tangannya justru disambut oleh aluna
"Bukan muhrim sayang, atthar lulusan pesantren mereka sangat menjaga itu" bisik mbak una, jangan ditanya seperti apa wajah khanza sekarang, wajahnya memerah karena malu
"Ooh maaf saya" ucap khanza menutupi malunya
Sedangkan atthar hanya tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya, atthar tidak begitu melihat wajah para wanita didepannya karena ia sangat menjaga pandangannya
"Weekend depan khanza ingin ikut kita kepesantren dek, ntar kita jemput dia kerumahnya ya" aluna berusaha memecahkan suasana yang canggung
"Boleh mbak" jawab atthar
Tiba tiba buss way yang akan ditumpangi khanza sudah menampakkan dirinya, khanza bergegas berpamitan
"Mbak aku duluan ya, buss way uda nyampe, mbak hati hati, mas atthar aku duluan, assalamualaikum" khanza berpamitan memeluk aluna dan sedikit menunduk kepada atthar, ia pun bergegas menuju buss way
Aluna melihat atthar sekilas, ia memasuki mobil dikursi penumpang, dan atthar pun melakukan hal sama, ia menduduki kursi depan untuk menyetir
"Cantikkan dek?"
"G tau mbak, g begitu ngeliat tadi, g boleh kan" jawab atthar, ia mulai melajukan mobilnya
"Ngeliat yang g boleh itu ngeliat dengan napsu, kalau ngeliat biasa aja boleh donk"
"Ya tapikan dianya g nutup aurat mbak, dosa untuknya, kasian"
"Iya juga ya" jawab aluna atthar melihat ke arah mbak una sebentar ia tersenyum lalu ia kembali fokus menyetir
"Weekend depan dia mau ikut kita lo kepesantren, g apa apa kan dek? Tadi mbak yang nawarin biar mbak ada temannya"
"G apa apa sih mbak" jawab atthar
__ADS_1
Atthar adalah adik ipar dari aluna, atthar dan baim suami aluna sama sama lulusan pesantren dan lulusan Al Azhar kairo mesir, atthar anak ke dua dari tiga bersaudara, abang pertamanya yaitu bernama 'Ibrahim zayyan Alhusayn' yang beristrikan 'Aluna senja' dan yang kedua adalah 'Atthar Thahir Alhusayn' masih single, serta yang ketiga adalah adik perempuannya yang bernama 'Khalisa Salsabi Alhusayn'
...*****...
Disisi lain kota terlihat seorang wanita dewasa sedang duduk termenung sikursinya, ia melihat sekeliling kota dari balik jendela buss way yang ia tumpangi, senyumnya muncul saat ia melihat ada seseorang yang telah menunggu buss way di halte
Setelah buss way berhenti dihalte, seorang lelaki yang ia tunggu tunggu akhirnya tiba disebelahnya
"Sudah lama menungguku?" daniel menggoda khanza, khanza hanya mencibirkan bibirkan menanggapi pertanyaan daniel
"Gimana kerjaan hari ini? Apa sangat sibuk?"
"Tidak juga, masih bisa aku atasi, kamu gimana?"
"Aku pun begitu banyak sih tapi bisa dihandle semua" daniel mengedipkan sebelah matanya
"Oya besok aku jemput dirumah? jam 9 ya, kita sarapan dulu" sambung daniel
"Hmm boleh deh"
Mereka mengobrol seru, hingga tidak terasa khanza sudah tiba dihalte yang tidak jauh dari rumahnya, mereka pun berpisah dan akan bertemu keesokan harinya
...*****...
Setelah sholat berjamaah, ayah dan ibu menonton televisi, khanza menghampiri mereka ia ingin mengatakan sesuatu kepada ayah dan ibu
"Eheemmm...mmm ayah....ibu...besok boleh tidak khanza pergi bersama teman khanza?" khanza meminta izin kepada ayah dan ibu, ia sedikit takut
"Temannya laki laki atau perempuan nak?" tanya ayah lembut
"Hmmmm la..laki laki ayah"
"Pergi berdua ajakah?" tanya ibu, ayah diam saja setelah mendengar jawaban dari anaknya
"Tidak ibu, bertiga" jawab khanza
"Bertiga sama perempuan atau sama laki laki?" timpal ayah
"Perempuan ayah"
"Mau kemana nak?"
__ADS_1
"Mau makan, jalan ke mall dan nonton ayah"
"Oke sayang ayah izinin jika kamu perginya sama laki dan perempuan, harus ada teman perempuannya nak, bahaya, bukan muhrim"
"Baik ayah, makasi ayah makasi ibu" khanza langsung terlihat sumringah ia mencium kedua pipi orang tuanya
Ayah memang sangat protektif terhadap anak gadisnya, ia tidak mau salah mendidik anak, ia tidak mau khanza terjerumus kedalam pergaulan bebas, ia hanya ingin anaknya patuh kepada Allah SWT, walaupun ia tidak memaksa anaknya untuk memakai hijab, namun ia tetap menjaga anaknya untuk tetap sholat 'Perbaiki sholatmu maka Allah akan memperbaiki hidupmu' itulah yang ayah pegang saat ini
Ayah berharap dan terus berdoa, agar kelak anaknya mendapatkan pembimbing yang benar benar bisa membimbing khanza menuju Surga-Nya Allah SWT, memakai hijab seperti ibunya taat beribadah dan suka berbuat baik
Setelah meminta izin kepada kedua orang tuanya, khanza segera memasuki kamarnya, ia melihat ponselnya yang ada dinakas, senyumnya seketika terbit, ia mendapat pesan dari daniel
"Hai nona, apa sudah tidur?"
"Belum, aku baru saja meminta izin kepada ayah dan ibu soal keluar besok"
"Apa kedua orang tuamu mengiizinkannya?"
"Iya mereka memberikan izin tetapi harus bertiga"
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengajak adikku saja, jadi kita akan bertiga"
"Baiklah kalau begitu, maaf ya daniel"
"Its ok cantik, aku mengerti maksud ayah kamu, setiap orang tua akan seperti itu, termasuk aku, ak juga seperti itu jika adik ku ingin bepergian, itu tandanya sayang"
Senyum khanza semakin lebar, ia semakin jatuh cinta pada sosok daniel yang pengertian menurutnya
"Terimakasih daniel, sampai ketemu besok" khanza memutuskan percakapan mereka melalui pesan diponsel
Hati khanza berbunga bunga malam ini, ia sudah tidak sabar menunggu besok, ia senyum senyum sendiri, memeluk ponselnya dan berguling kekanan dan kekiri
Ia benar benar seperti ABG yang jatuh cinta, ini memang merupakan pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta dan berbunga bunga
Saat sekolah ayah dan ibu melarang keras untuk khanza berpacaran atau dekat dengan laki laki, ayah dan ibu benar benar tidak mengiizinkannya, karena selain bukan muhrim berpacaran tidak dianjurkan didlaam agama mereka serta itu bisa mengganggu sekolah khanza
...Bersambung...
...Jangan lupa vote like koment dan follow...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
__ADS_1