
Waktu menunjukkan pukul 06.00 wib aluna dan atthar sudah tiba dikediaman khanza
"Assalamualaikum" aluna mengucapkan salam
"Waalaikumussalam" jawab ayah ibu dan khanza
"Mari masuk nak, kita sarapan dulu" ajak ibu pada aluna dan atthar, aluna dan atthar menyalami ibu dan ayah
"G usah bu ntar kita sarapan diluar aja, g enak dari semalam ngerepotin ibu" jawab aluna sungkan, atthar hanya tersenyum tipis, ia memang tidak banyak bicara
"Ngerepotin apanya, semua uda disediakan kok dan ini semua khanza yang masakin, bukan ibu, mari mari nak atthar" ibu menggandeng tangan aluna menuju meja makan, attharpun mengikuti ibu dan aluna
"Ayo sarapan jangan sungkan" timpal ayah
Khanza menyiapkan sarapan aluna dan atthar, ia mengambilkan beberapa sendok nasi goreng buatannya, ia juga mengambul laok paok lainnya dan menyediakan air untuk tamunya
"Dimakan mbak, mas" aluna tersenyum begitu pun atthar
"Terimakasih" ucap atthar yang sekilas melirik khanza, didalam hati atthar sempat mengagumi khanza yang berhijab pagi ini, namun ia tetap menjaga pandangannya
Mereka pun menikmati hidangan sambil berbincang ringan, sementara khanza terlihat baru saja keluar dari kamarnya dengan membawa koper kecil
Sebelum ia bepergian bersama aluna dan atthar, ia terlebih dahulu mengabari pujaan hatinya, ia mengirim pesan kepada daniel
..."Aku berangkat sekarang ya, sampai jumpa senin nanti, happy weekend" khanza tersenyum saat mengirim pesan pada daniel...
Tak lama daniel pun membalas pesan dari khanza
"Oke nona, happy weekend, hati hati dijalan, jangan lupa kasi kabar, oke cantik" khanza membacanya dengan senyuman tipis lalu ia menyimpan ponselnya dan kembali bergabung bersama aluna dan keluarganya
Setelah selesai menyantap sarapan khanza aluna dan atthar akan segera berangkat, khanza beroamitan kepada ibu dan ayahnya seperti biasa ia mencium pipi kedua orang tua, sementara aluna dan atthar menyalami kedua orang tua khanza untuk berpamitan
Atthar mulai melajukan kendaraannya, dijalan aluna dan khanza asik mengobrol, sementara atthar hanya diam saja, ia fokus menyetir mobilnya
Tengah asik mengobrol terdengar suara ponsel aluna berdering, aluna melihatnya dan menjawab panggilan tersebut, ternyata itu dari suaminya
"Assalamualaikum mas" ucap aluna dengan sangat lembut
"......."
"Iya mas, sudah, kita sudah dijalan"
"......"
"Iya mas, salam sama abi dan umi"
"......."
"Jadi mas, ini ada di kursi belakang"
"......"
__ADS_1
"Iya mas, walaaikumussalam"
Merekapun mengakhiri panggilan telefon
"Mas baim berpesan dek, hati hati jangan ngebut" aluna menyampaikan pesan dari suaminya untuk adik iparnya
"Iya mbak" jawab atthar
"Mas baim juga nanyain kamu dek" aluna kini menoleh kebelakang melihat khanza
"Kenapa mbak?"
"G ada, katanya kamu jadi ikut apa g"
"Ooh, masih jauh ya mbak?"
"G kok, paling sejaman lagi juga nyampe, istirahat aja dulu dek, g apa apa, mbak juga ngantuk" khanza mengangguk mendengar perkataan aluna
Tak lama kemudian aluna benar benar tertidur, tinggallah atthar dan khanza yang hanya berdiam diri satu sama lain, tidak ada obrolan diantara mereka, khanza merasa bosan, ia mencoba menghubungi daniel namun tidk ada jawaban begitu juga dengan mengirim pesan, daniel pun belum membalasnya
"Mas atthar, masih jauh ya?" khanza mencoba memulai percakapan mereka
"G kok bentar lagi, 30 menitan" jawab atthar
"Mangnya abi nya mas atthar sakit apa?"
"Abis kemaren jatuh dari kamar mandi, kepeleset"
"Alhamdulillah g ada apa apa, cuma keseleo tapi bikin g bisa jalan"
"Oooh kasian juga ya mas, semoga lekas membaik" doa khanza untuk abi atthar
"Aamiin makasi ya"
"Sama sama mas"
Hening.......suasana dimobil kembali hening, tidak ada lagi bercakapan diantara mereka, sampai disuatu tempat yang sangat indah menurut khanza, pemandangan hijau sawah yang indah tersusun rapi membuat khanza mendecak kagum
"Waaaahh, bagus sekali pemandangannya" celetuk khanza
"Bukan waah tapi MasyaAllah" koreksi atthar
"Iya MasyaAllah, maaf mas"
"Tidak apa apa, jika melihat yang indah ucapkanlah MasyaAllah itu lebih baik"
"Makasii mas uda dikasi tau"
"Iya sama sama"
Sejak saat itu khanxa dan atthar sudah mulai tidak canggung lagi untuk berkomunikasi, khanza terus melontarkan pertanyaan pertanyaan agar ia tidak merasa bosan dan tidak mengantuk, ia tidak ingin melewatkan pemandangan yang indah begitu saja
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 wib, sebentar lagi mereka akan tiba di pesantren abi dan umi atthar, aluna pun terbangun
"Ehemm...kelamaan ya dek mbak tidurnya?" tanya aluna ntah kepada siapa
"G mbak" atthar dan khanza menjawab berbarengan, atthar tersenyum tipis begitu juga dengan khanza sementara aluna tertawa ternyah namun terlihat anggun
Atthar membunyi kelaksonnya 2x, ia meminta pak security untuk membuka pintu gerbang pesantren, pak security pun membukanya
"Assalamualaikuk pak"
"Waalaikumussalam pak ustadz" atthar tersenyum
"Mas atthar ustad ya mas?" kini khanza tidak sungkan lagi bertanya kepada atthar
"Ya kalau disini dipanggilnya ustadz dek" begitupun dengan atthar, mereka sudah berteman namun atthar tetap menjaga pandangan
"Uda lancar aja ngobrolnya" goda mbak una
"Iya mbak, mbaknya tidur akunya g ada teman, jadi kita ngobrol" khanza menjelaskan
"Iya mbak" atthar pun menyetujuinya
Tak lama merekapun tiba tepat didepan rumah atthar, jarak dari gerbang besar ke pesantren lumayan jauh, itu agar anak anak santri tidak bisa sembarangan keluar pesantren
"Alhamdulillah anak anak umi sudah sampai" umi menyambut anak dan menantunya
"Assalamualaikum umi" aluna dan atthar bergantian menyalami umi, dan umi tertegun melihat seprang gadis cantik berhijab juga ikut turun dari mobil atthar
"Assalamualaikum umi" Khanza turut menyalami umi, ia tersenyum lembut, umi melirik kearah atthar, khanza melihat lirikan umi
"Bukan atthar umi, itu temannya mbak una" atthar yang paham arti lirikan umi langsung mengklarifikasi
"Hahaa..iya umi ini khanza teman kerja una" aluna tertawa lembut
"Ooohh umi kirain calon istrinya atthar" umi tertawa renyah
"Aamiin" aluna menjawab doa umi dan khanza melihat kearah aluna, aluna hanya membalasnya dengan senyuman
Umi menggandeng aluna dan khanza untuk masuk kerumah, sementara atthar membawa tas mereka, aluna menemui suaminya, ia menyapanya dan ia juga mengajak khanza untuk bertemu suaminya serta mertuanya, atthar pun ikut serta
Aluma memgenalkan seluruh isi rumah kepada khanza, ia juga mengenalkan khanza kepada adik ipar bungsunya
Khanza terlihat takjub dengan seisi rumah mertua aluna, mereka semua memakai hijab yang besar menutupi seluruh tubuh mereka, mirip seperti ibu dirumah, tetapi hijab yang ibu kenakan tidak sebesar keluarga mbak una, mbak una pun demikian, ia selalu menutupi tubuhnya dengan hijab yang nyaris menyapu lantai
Mereka benar benar menjaga diri mereka, membungkusnya dengan baik yang hanya bisa dilihat oleh suami mereka sendiri, khanza melihat kearah bajunya, ia hanya asal memakai hijab seketika itu ia merasa malu
...Bersambung...
...Jangan lupa follow, like, koment, vote dan hadiah...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
__ADS_1