
Setelah membaca Sighat taklik khanza dan atthar menandatangi buku nikahnya, kini pak penghulu meminta khanza dan atthar saling berhadapan untuk bersalaman
Mereka saling berhadapan, khanza dan atthar bersalaman dengan malu malu, atthar tersenyum terharu, ia meneteskan air mata, lalu atthar mengusap lembut kepala istrinya, ia akan membaca doa yang disunnahkan oleh Rosulullah SAW
Suara atthar bergetar menahan tangis saat membacakan doa, ia sangat bersyukur menikahi khanza
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ
بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya".
Setelah ia membacakan doa ia juga mencium puncak kepala istrinya yang juga sesuai anjuran sunnah Rosulullah SAW, atthar memejamkan matanya saat mencium puncak kepala istrinya dan air matanya menetes tepat ditangan khanza
Khanza yang juga memejamkan matanya saat dicium oleh suaminya terkejut mendapatkan tetesan air ditangannya, ia membuka matanya dan disaat atthar menyudahi ciumannya khanza menatap atthar dan benar saja ia mendapatkan suaminya sedang menangis terharu
Khanza tersenyum memegang tangan atthar, ia merasa bersyukur mendapatkan suami yang begitu lembut dan penuh kasih sayang, ia merasa sangat berharga
Acara selanjutnya adalah sungkeman kepada kedua keluarga, atthar dan khanza bergantian menyalami keluargan mereka
Waktu berlalu dan kini saatnya mereka pulang kerumah khanza, karena disanalah acara akan berlangsung
Diperjalanan khanza dan atthar mengendarai mobil yang sama, yang hanya terdapat mereka berdua didalamnya, atthar tersenyum senang karena ia sudah bisa hanya berduan saja bersama istrinya tanpa harus takut dengan dosa
Dikala berdua tanpa siapapun mengganggu merekka justru terlihat canggung dan malu, lama mereka saling diam, dan atthar sebagai laki laki dan pemimpin didalam rumah tangga mulai bertanya terlebih dahulu pada istrinya
"Alhamdulillah, acara akadnya lancar ya dek" ucap atthar
"Iya mas, Alhamdulillah" ucap khanza tersenyum melihat atthar
"Mmmm mas....mas kenapa menangis tadi?" tanya khanza, sebenarnya ia sudah tahu jawwabannya, hanya saja yang namanya perempuan butuh pengakuan, terlebih lagi dari suaminya
Atthar tersenyum malu
"Maaf ya dek kalau mas sedikit cengeng, mas terharu dan bahagia dek bisa memperistrikan kamu" ucap atthar menatap istrinya sejenak, mereka saling menatap
Khanza yang ditatap atthar merasa grogi, ia memalingkan wajahnya, atthar tersenyum melihat istrinya yang malu
"Terimakasih mas, khanza merasa menjadi wanita yang sangat berharga disaat suami khanza bersyukur memiliki khanza" ucap khanza namun ia tidak melihat kearah atthar, ia malu malu mengungkapkan perasaannya
__ADS_1
"Kenapa ngomongnya g liatin mas?" atthar mulai menggoda istrinya, dan istrinya menunduk tersenyum malu
"Mas senang melihat kamu malu malu begitu" sambung atthar
"Iiihhh mas, uda iih godainnya" ucap khanza sebel namun ia tersenyum, atthar tertawa melihat istrinya
Sesampainya dirumah, para keluarga yang sudah sibuk dengan tugasnya masing masing, meminta khanza untuk membawa suaminya kekamar pengantin karena sebentar lagi acara resepsi akan dimulai
Mereka akan berganti baju dengan baju resepsi, sebelum mengganti bajunya para fotografer meminta izin untuk mengambil foto didalam kamar, atthar melihatnya istrinya seolah meminta izin pada istrinya dan khanza mengizinkan dengan sedikit anggukan
Khalisa dan aluna melihat para fotografer yang masuk dikamar pengantin, mereka saling pandang dengan tersenyum dan ssepertinya mempunyai ide yang sama, khalisa dan aluna pun ikut masuk untuk melihat dan menggoda pengantin baru
Khanza dan atthar berpose sesuai arahan fotografer, atthar sangat canggung saat diarahkan untuk memeluk istrinya atau memegang salah satu bagian dari tubuh istrinya, begitupun istrinya yang canggung dengan sentuhan laki laki walaupun itu suaminya
"Sudah halal kok mas, jangan canggung gitu ih" ucap khalisa menggoda masnya
Mendengar khalisa menggodanya, atthar menatap adiknya dengan tatapan yang mematikan
"Huss anak kecil jangan sok tau" ucap atthar, khanza dan aluna tersenyum melihat keduanya, khalisapun ikut tertawa begitupun para fotograper
Para fotograper kembali mengarahkan kepada kedua mempelai gaya foto lainnya, masih sama seperti tadi, mereka terlihat canggung
"Mas dan mbak khanza mending mulai sekarang biasakan deh untuk saling menyentuh, udah halal juga, tuh liat tuh fotonya g ada yang bagus loh mas" khalisa masih saja menggoda pengantin
"Mas udahan aja boleh g? Besok aja kalau sudah terbiasa kita akan datang ke studio mas buat foto ulang" ucap atthar tiba tiba, ia mengatakannya dengan wajah tanpa dosa
Mendengar ucapan atthar, sontak semua yang ada didalam kamar tertawa renyah, begitupun dengan para fotografer dan MUA
"Loh kenapa tertawa?" tanya atthar polos
"Hahhaa..ya lagian mas aneh aneh, kalau foto lagi ya bayar donk, memangnya bisa foto ulang gitu hahahaa" ucap khanza
"Ya memang bayar donk, trus lucunya dimana?" tanya atthar
"Lucunya mas ngomong seenaknya hahhaa" giliran khanza yang menjawab pertanyaan atthar, merek masih menertawakan atthar
"Ya sudah mas, biarkan pengantinnya ganti baju dulu, sebentar lagi acara akan dimulai" aluna meminta para fotograper untuk meninggalkan pengantin dan para fotograper menuruti aluna
"Ya udah ganti baju dulu ya, nanti kita foto foto lagi" ucap aluna lembut dan ia pun keluar membawa khalisa
Didalam kamar saat ini hanyalah kedua pengantin dan para mua, mereka akan berganti baju dengan baju resepsi, khanza menggunakan gamis longgar dan tetap memakai niqab sementara atthar memakai baju setelan khusus penganten dengan warna senada
__ADS_1
"Maaf mbak, baju saya yang mana ya?" tanya atthar pada kedua mua
"Oh iya mas yang ini" salah satu mua memberikan baju pengantinnya pada atthar
"Terimakasih, mmm...apa boleh mbaknya keluar sebentar, saya mau berganti baju" ucap atthar
Atthar memeang memakai kaos dalam namun ia hanya memakai celana pendek dan ia malu jika dilihat oleh para mua
"Baik mas, kami akan keluar sebentar" ucap mua dan atthar berterima kasih
Kini hanya mereka berdua saja yang berada didalam kamar pengantinnya
"Pamit ya dek buka baju dulu" izin atthar pada istrinya yang duduk didepan meja rias
Khanza merasa malu melihat atthar yang membuka satu persatu kancing bajunya, ia terus saja menunduk
Atthar tersenyum jahil melihat istrinya yang menunduk malu
"Kenapa menunduk dek? Bukankah kata khalisa kita harus saling terbiasa untuk bersentuhan?" ucap atthar tersenyum
"Maaaassss....." khanza yang sekarang sudah tau jika suaminya sangat suka menggodanya, hanya memanggil suaminya lembut, namun dengan penuh penekanan
Khanza menggeleng kepalanya, ia sedang tersenyum dan atthar melihat itu dari balik kaca
"Ya deeeekk..." atthar menjawab panggilan khanza dan kedua tertawa
"Dek nanti kamu aja yang pasangin mas aksesoris bajunya boleh g? Mas sama mbak mbak mua itu g muhrim dek, dosa ntar jika deket deket" ucap atthar
"Boleh mas, tapi itu g modus kan?" giliran khanza yang menggoda suaminya, sontak atthar tertawa mendengar ucapan istrinya
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Terimakasih readers...
__ADS_1
...next episode dan seterusnya akan ada yang lebih seru dari pasangan halal yang satu ini ditunggu ya readers kuh ...
...Terimakasih readers setiaku...