
Disaat khanza berbincang dengan atthar, tiba tiba khalisa menghampirinya dengan wajah panik, pasalnya ia melihat seseorang yang sangat dihindari oleh khanza
"Mbak...mas...di depan....didepan ada daniel, ia memaksa masuk mas, sekarang lagi ditahan sama mas baim dan yang lainnya mas" ucap khalisa dengan nafas yang tidak beraturan
"Ya Allah mas, gimana ini mas?'' khanza ikut panik mendengar jika daniel berada didepan rumahnya
"Tidak apa apa kita hadapi saja, alhamdulillah acaranya sudah selesai dan sebagain tamu sudah pulang, semoga daniel g aneh aneh" atthar meletakkan minumannya diatas meja yang ada didekatnya, ia hendak menemui daniel yang berada didepan
"Baiklah mas kedepan dulu" ucap atthar namun dicegah oleh khanza
"Tunggu mas" khanza berpaling menuju kekamarnya, dan ternyata ia mengambil ponsel yang diberikan daniel padanya
"Ini mas, tolong titipkan ini pada daniel, khanza tidak mau menyimpan barang apapun darinya" khanza tersenyum didalam niqabnya begitu juga atthar
"Baiklah, kamu tetap disini saja, jangan ikut keluar, khalisa ikut mas ya" ucap atthar lagi, khanza mengangguk setuju
Atthar dan khalisa berjalan menuju depan rumah khanza, mereka akan bertemu dengan daniel
"Ya daniel ada apa?'' tanya atthar sesampainya ia diluar, sementara khanza hanya mengintip dibalik tirai didalam rumahnya, ia takut daniel berbuat nekad dan mencelakai atthar
"Dimana khanza? Aku ingin bertemu khanza" ucap daniel, ia hanya datang seorang diri
"Maaf daniel, khanza tidak bisa menemuimu, ia sedang sibuk didalam, ia hanya menitip ini untukmu" atthar memberikan ponsel titipan khanza kepada daniel
Daniel menyeringai melihat apa yang diberikan daniel
"Aku tidak membutuhkannya, kau buang saja, aku sudah memberikannya kepada kekasihku dan aku tidak akan mengambilnya kembali" ucap daniel
"Maaf daniel, khanza tidak ingin enyimpannya lagi, ia akan membuka lembaran baru bersamaku, please daniel jangan seperti ini, Tuhan tidak mentakdirkanmu untuk bersamanya, terimalah" atthar masih berucap lembut
"Apa katamu? Terima? Tidak akan, aku sangat mencintainya dibandingkan kamu, aku akan mewujudkan segala keinginan khanza, aku juga akanmenjadi muslim jika aku bersama khanza" daniel berapi api, ia sangat marah, apa lagi melihat cincin yang melingkar dijari atthar, matanya memerah
"Apa....apa kalian sudah menikah?" tanya daniel, ia menatap marah kearah cincin yang melingkar ditangan atthar
Atthar diam tak menjawab, ia mengikuti kemana arah mata daniel, ia ragu untuk menjawabnya, ia tidak mau berbohong
Sementara khanza yang mendengar pertanyaan daniel, seketika keluar menemui daniel dan menjawab pertanyaan daniel, ia tidak tahan dengan tingkah daniel yang semakin menggila
"Iya daniel kami sudah menikah" jawab khanza
__ADS_1
"Kha...Khanza...." daniel terkejut melihat penampilan khanza, ia tidak mengenali khanza jika tidak mendengar suara khanza, pasalnya ia hanya memperlihatkan matanya dan ia juga berhias tipis sehingga daniel benar benar tidak mengenalinya
"Jadi tolong berhenti mengganggu ku dan suamiku" sambung khanza, ia melihat atthar dan orang orang sekelilingnya, ia menganggukkan sedikit kepalanya tanda meminta izin
Khanza sangat malu kepada tamu undangan, mereka menyaksikan keributan yang dibuat oleh daniel dan diwaktu yang sama khanza merasa bersyukur hanya sedikit tamu yang menyaksikan keributan dirumahnya, karena sebagian besar tamu sudah pulang
Sementara ayah, ibu, abi dan umi berada didalam dan tidak mendengarkan keributan yang ada diluar, mereka sibuk dengan bincang bincang mereka
"Sudahla daniel, jangan membuatku malu dan ini ponsel yang kau berikan padaku dulu aku kembalikan, aku tidak ingin menyimpannya lagi" khanza menguatkan hatinya, walaupun ia iba melihat daniel yang kacau namun ia menguatkan hatinya, ia harus benar benar melupakan daniel dan mulai menerima dan mencintai calon suaminya
"Khanza.....aku benar benar sangat men..." ucapan daniel terhenti saat khanza mengangkat tangannya dihadapan daniel
"Cukup daniel, hentikan, aku tidak mau mendengarnya lagi, aku sangat mencintai suamiku, bukan lagi dirimu atau pun yang lain" tegas khanza, ia benar benar malu dibuat daniel, semua mata menyaksikan drama yang dibuat daniel
"Sudahlah mas, mari kita masuk, khanza lapar" ucap khanza menatap lembut calon suaminya dan atthar tersenyum mengangguk
Semua yang ada disana ikut masuk kembali kedalam rumah mengikuti khanza dan atthar
Daniel tercengang mendengar apa yang diucapkan khanza, tidak pernah khanza sekeras itu padanya, ia menahan sesak didadanya, ia benar benar frustasi
Sebelum khanza masuk kedalam rumah, ia sempat memalingkan kepalanya untuk melihat daniel, ia melihat daniel yang sedang menunduk dengan bahu yang sedikit tergoncang
Atthar melihat kekhawatiran di mata khanza, ia terus melihat khanza yang seperti ingin menangis, atthar hanya diam saja, ia percaya jika suatu saat nanti khanza benar benar akan melupakan daniel dan menerima dirinya
"Apa masih lapar?" tanya atthar yang mengalihkan perhatian dan pikiran dari daniel, ia tahu khanza mengkhawatirkan daniel walaupun khanza sudah berusaha menutupinya
Khanza tidak menjawab pertanyaan atthar, ia duduk termenung dikursi yang ada diruangan keluarga
Atthar kembali mengulangi ucapannya, berharap khanza akan mendengarnya dan tidak lagi memikirkan daniel, raganya memang sedang bersama atthar namun jiwanya masih kepada daniel
"Dek, apa kamu tidak jadi makan?" tanya atthar lembut
"Ha? Ma..makan?" ucap khanza bingung
Atthar tersenyum lembut, ia menganggukkan kepalanya
"Iya, makan, tadi katanya lapar" ucap atthar
"Oh iya mas, baiklah khanza ambil makanan dulu ya mas" ucap khanza ia berdiri melewati atthar
__ADS_1
Mata khanza masih saja melirik kearah luar rumah, ia penasaran dengan apa yang dilakukan daniel diluar, ia mengambil makanan yang masih tersedia dimeja dan kembali duduk bergabung bersama atthar
''Mas tidak makan? Bukankah mas juga belum makan?" tanya khanza
"Iya mas juga mau makan" jawab atthar
"Apa mau khanza ambilkan?" tany akhanza lagi
"Tidak usah dek, biar mas saja, nanti saja jika sudah menikah" goda atthar menghibur khanza
Khanza tersenyum mendengar ucapan atthar, attharpun berlalu mengambil makanannya, sementara yang lainnya sedang sibuk dengan aktifitas mereka masing masing, mereka memberi ruang dan waktu untuk khanza dan atthar saling mengenal
Tak lama atthar kembali duduk bergabung bersama khanza, mereka memulai makannya dengan membaca doa, setelaha mereka menyelesaikan makannya, khanza memanggil atthar ia ingin membicarakan sesuatu
"Mas, maafkan khanza jika sudah berbohong tentang ucapan khanza kepada daniel" ucap khanza
"Khanza melakukannya agar daniel benar benar percaya dan tidak mengganggu kita lagi" sambung khanza
"Tadinya mas juga ingin mengatakan demikian kepada daniel, tapi....mas takut jika kamu mendengarnya kamu akan marah" ucap atthar jujur
"Kenapa khanza harus marah?" tanya khanza
"Ya karena mas berbohong pada daniel" ucap atthar lembut
"Mas tahu kamu mengkhawatirkannya bukan" tanya atthar, khanza terdiam menunduk
"Mas mengerti apa yang kamu rasakan dan itu wajar, untuk mengobati hati yang terluka membutuhkan waktu dan tenaga" ucap atthar lagi
"Tapi apa bisa meminta sesuatu padamu?" ucap atthar dan khanza menatap atthar sejenak lalu ia mengangguk
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment, dan hadiahnya...
__ADS_1
...Besok InsyaAllah double up ya, doain ya...