Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
42


__ADS_3

"Aku tahu kamu kecewa, tapi ini bukan inginku, jujur aku juga menginginkan kita bersama, namun takdir tidak berpihak pada kita" jawab khanza


"Ya aku mengerti, ini sudah jalannya" ucap daniel singkat


Tak terasa mereka sudah sampai dikantor khanza, ketika khanza hendak turun dari mobilnya daniel menahan tangan khanza


"Kita berteman bukan?" tanya daniel dan khanza mengangguk


"Jangan memusuhiku oke, jika aku menelfonmu tolong angkatlah, aku hanya ingin bicara barangkali untuk melepas rindu dan aku janji kita akan bicara layaknya teman bukan mantan" sambung daniel, ia mengusap kepala khanza yang ditutupi hijab


"Baiklah, terimakasih untuk tumpangan terakhirnya, besok dan seterusnya jangan menjemputku, dan kamu juga jangan menaiki buss, tetaplah pakai mobil pribadimu, aku tidak mau pertemuan kita terulang lagi" ucap khanza sambil tersenyum dan daniel membalas senyuman khanza


Khanza turun dari mobil daniel dengan melambaikan tangannya, lalu khanza masuk kekantor meninggalkan daniel


Daniel tersenyum mengingat pertemuannya pertamanya di buss, pertemuan yang sangat manis dan kisah cinta yang juga teramat manis, namun sayang takdir tidak menyebelahi mereka


"Terimakasih untuk hari hari yang manis khanza" ucap daniel bermonolog, lalu ia pergi meninggalkan kantor khanza menuju kekantornya


Tidak dipungkiri, jauh didalam hati daniel ia sangat teramat sakit berpisah dari gadis yang ia cintai, namun apa mau dikata, hubungan mereka tidak bisa diselamatkan bagaimanapun caranya, ia akan berusaha melupakan khanza dan segala kenangannya


...****************...


Berbeda dengan daniel yang berusaha ikhlas dan legowo, khanza justru menangis sejadi jadinya didalam toilet tempat kerjanya, ia sudah sedari tadi ingin menangis namun ia tahan karena ia tidak ingin menangis dihadapan daniel


Lama khanza berdiam diri ditoilet, ia masih saja menangis hingga matanya sedikit bengkak, setelah puas menangis ia membenarkan riasannya dan hijabnya, setelah keluar ia pun memasuki ruangannya


"Dek" sapa aluna yang sedikit terkejut melihat mata khanza sedikit membengkak


"Iya mbak?" jawab khanza


"Matamu....nangis banget kamu dek sampe bengkak gitu" ucap aluna


"Ha masak sih mbak?" khanza mengambil kaca tang berada didalam tasnya

__ADS_1


Dan benar saja matanya sangat bengkak, ketara sekali jika ia memang habis menangis, khanza memejamkan matanya, ia mencoba menambah riasannya agar tidak terlihat oleh orang orang jika ia sedang habis menangis


"Gimana mbak kalau gini? Masih kelihatan g?" tanya khanza pada aluna


"G terlalu kok, kenapa bisa sampe bengkak sih dek? nangis semaleman ya?" aluna sudah duduk didepan khanza


"G mbak, aku nangisnya barusan ditoilet, aku ngelepasin semuanya aja mbak, sakit yang teramat ini hanya bisa aku lepasin dengan tangisan"


"Jadi gimana sekarang? Uda benar benar pisah?" tanya aluna dan khanza mengangguk


"Aku uda bilangin mbak kalau aku g mau ketemu dia lagi, kita cukup berteman, dan awalnya dia g setuju tapi aku maksa, ya abisnya g ada jalan keluar mbak, satu satunya jalan kita berpisah mbak" ucap khanza sedih


"Awal awal mungkin berat dek, tapi nanti lama kelamaan kamu juga terbiasa sendiri lagi, oke, yang kuat ya kamunya, banyakin lagi ibadahnya biar ikhlas dan tenang" ucap aluna mengusap pundak khanza, ia tersenyum lembut menenangkan khanza


"Kenapa ya mbak Allah ngasi aku ujian gitu banget mbak?" tanya khanza


"Huusshh g boleh ngomong gitu, Allah itu Maha Tahu, Dia yang paling tahu apa yang kita butuhkan dari pada diri kita sendiri, jangan pernah su'udzon sama Allah, mbak yakin Allah udah nyiapin kamu jodoh yang lebih baik lagi dari daniel, Allah ngasi kita ujian karna Allah sayang kita, kamu akan naik kelas jika kamu sabar dan ikhlas, berserahlah kepada Allah dek jangan su'udzon sama Allah" jelas aluna panjang lebar


"Astagfirullahal'adzim" ucap khanza dan aluna tersenyum mendengarnya


"Allah itu sesuai prasangka umatnya, jika kita menginginkan Allah akan berbuat baik untuk kita maka berhusnudzonla pada Nya, oke" sambung aluna mencolek hidung khanza


Khanza mengangguk tersenyum, ntah mengapa jika berbicara dengan aluna prasaannya jadi sedikit tenang, ia berniat akan semakin rajin lagi beribadah pada Allah SWT agar bukan hanya sibuk dan bisa melupakan daniel, namun ia juga ingin membiasakan diri dengan amalan dan ibadah yang baik menurut agamanya


...****************...


Sore sudah tiba dan saatnya para pekerja bersiap untuk pulang, sore ini khanza akan kembali pulang dengan bussnya, ia sudah mengakhiri hubungannya dengan daniel


"Kamu pulang dijemput daniel lagi?" tanya aluna, khanza menggelengkan kepalanya


"G mbak, kita uda berakhir kita uda jadi teman aja jadk aku pulangnya kembali ke awal dengan buss kesayangan hehehee " ucap khanza bercanda


"Pulang sama mbak aja kalau gitu dek" tawar aluna

__ADS_1


"G usah deh mbak kejauhan kesian mbak dan masnya capek" tolak khanza sopan


"Aku uda biasa kok mbak naik buss, sebelum sebelum ini juga naik buss hehehee" sambung khanza


"Baiklah kamu hati hati ya" aluna melambaikan tangannya kepada khanza yang berlalu menuju halte buss


Tak menunggu lama khanza menaiki bussnya, ia duduk dipojokan jendela sambil termenung melihat kearah jalan yang ia lalui


Sedang asik melihat jalan ponsel yang ada didalam tas khanza berdering dan ternyata itu dari daniel, khanza menghela nafasnya, panggilan pertama ia tidak menjawabnya, panggilan kedua pun sama dan sampailah panggilan ketiga khanza akhirnya menjawab panggilan telefon dari daniel


"Ya daniel, ada apa?" jawab khanza lembut


"Apa kamu sudah pulak naik buss? Kalau kamu ketinggalan buss kabari aku, biar aku yang menjemputmu" ucap daniel dan itu membuat khanza sedikit tersenyum


Konyol sekali pikir khanza, kenapa ia bisa tertinggal buss, ada ada aja alasan daniel agar khanza bisa pulang bersamanya


"Jangan konyol daniel, aku sudah di buss, dan InsyaAllah aku g pernah ketinggalan buss, ok, aku tutup dulu ya panggilannya, daaa" khanza tersenyum mengakhiri panggian telefon daniel


Disepanjang jalan khanza masih saja termenung, ia teringat kenangan kenangannya bersama daniel waktu mereka pertama bertemu, daniel memang laki laki yang baik dan sopan serta humoris, tak sulit bagi khanza untuk menyukai dan mencintai lelaki seperti daniel


Namun apa mau dikata takdir tidak berpihak padanya


"Kita tidak berjodoh daniel, ada perbedaan yang sangat besar diantara kita yang tidak bisa kita selesaikan, maafkan aku karena tidak bejuang, mau berjuangpun harus berjuang apa? Hubungan kita tidak akan pernah ada ujungnya, cinta tak harus memiliki bukan? baiklah khanza mulai hari ini kamu harus move on, jangan menyiksa diri sendiri, InsyaAllah bisa, ingat kata mbak una, mintala pertolong Allah....Ya Allah bantu aku terlepas dari rasa sakit ini aamiin" ucap khanza bermonolog dalam hati


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...

__ADS_1


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2