
"Jalannya hati hati, ramai orang disini" ucap atthar yang berjalan dibelakang khanza dan khanza menoleh tersenyum
Mereka terus berjalan untuk mencari buah buahan pencuci mulut, sesampainya ditempat buah khanza memilih buah jeruk
"Pak jeruknya 1 kilo berapa? Apa manis?" tanya khanza
"Apa boleh dicoba pak?" tanya atthar pula
"1kilogram diharga Rp.25.000 non, boleh mas boleh dicoba, semua buah disini boleh dicoba jika ingin membelinya" jawab bapak penjual
Atthar mengangguk dan ia mengambil jeruk yang ingin ia coba, ia mengupasnya dan memberikan kepada khanza
"Ini dicoba dulu aja" ucap atthar dan khanza tersenyum menerima jeruk dari atthar
Atthar juga mencoba jeruk yang ia kupas, ternyata jeruk yang dipilih khanza terasa manis
"Manis mas, beli yang ini aja gimana?" tanya khanza
"Iya manis, boleh beli yang ini aja" jawab atthar
"Pak kalau semangka ini berapa?" tanya khanza lagi
"Oh yang ini non Rp.18.000 saja non" jawab bapak
"Saya mau semangkanya juga pak"
Khanza meminta kepada bapak penjual untuk membungkus jeruk dan semangka, bapak penjual pun mengangguk tersenyum, setelah dibungkus atthar mengambilnya dan khanza membayarnya kepada bapak penjual
"Alhamdulillah terimakasih non, mas, semoga murah rezeki dan bahagia selalu" doa bapak penjual
Khanza dan atthar tersenyum mengaminkan doa bapak penjual tersebut, setelah membeli segala keperluan, atthar dan khanza pun segera kembali kemobil
Melihat atthar yang kesusahan membawa buah buah yang lumayan berat, khanza menawarkan bantuannya
"Sini mas khanza bantu bawain jeruknya" ucap khanza
"G usah, g apa apa mas bisa kok" jawab atthar
"Beneran? Berat loh itu mas semangkanya" tanya khanza meyakinkan atthar
"Jeruknya juga berat loh ini" atthar tersenyum menggoda khanza
"Ya uda deh kalau mas bisa, hati hati mas jalannya, ramai orang disini" ucap khanza tersenyum, ia mengembalikan kata kata atthar
__ADS_1
Atthar tertawa pelan, dan khanza pun ikut tertawa, mereka kembali ke mobil dengan senyum yang masih tersisa dan khalisa melihat itu
Khalisa tidak melewatkan kesempatan untuk menggoda mas dan mbaknya, ia penasaran kenapa mas atthar dan mbak khanza tersenyum
"Ehem..kenapa senyum senyum sih berdua? Bagi bagi donk senyumnya mbak" khalisa langsung saja menggoda khanza dan masnya setelah mereka masuk ke mobil
Atthar dan khanza salah tingkah, ia tidak tahu harus menjawab apa, atthar mulai menjalankan mobilnya untuk kembali kepondok pesantren
Kalisa tersenyum melihat mas atthar dan mbak khalisa salah tingkah, ia sangat senang menggoda masnya
"Mas, kenapa sih senyum senyum tadi? Ada yang lucu ya mbak?" khalisa kembali bertanya
Atthar dan khanza saling pandang sejenak, lalu khanza menunduk malu dan ia mengalihkan pandangannya melihat keluar jendela
"Apaan sih dek, bawel banget, itu tadi ada yang lucu aja makanya kita senyum" jawab atthar membuat alasan
"Hmmmmmm" khalisa memicingkan matanya curiga
Mereka terus melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali kepondok pesantren, sesampainya dipesantren ternyata sudah ramai panita panitia yang sudah berkumpul ttermmasuk aina, waktun sudah menunjukkan pukul 6.25 wib
Aina melihat atthar dan khanza yang turun bersamaan, ia kembali dihinggapi perasaan cemburu, atthar dan khanza bersama sama menurunkan semua belanjaan yang mereka beli
Atthar sama sekali tidak melihat aina, karena jaraknya yang cukup jauh, namun khalisa melihatnya, khalisa melihat aina terus memperhatikan atthar
"Mas ada mbak aina loh, mbak aina liatin mas terus deh kayaknya" bisik khalisa pelan
Didapur, sebelum acara dimulai khanza dan para anggota masak lainnya, membersihkan ikan, daging, dan sayur terlebih dahulu, agar disana nanti mereka hanya tinggal memasak dan segala perbumbuan juga sudah disiapkan oleh khanza
Sehingga disana ia tidak perlu repot lagi untuk membersihkan dan mencari perbumbuan, ia juga takut ada yang ketinggalan, atthar melihatnya dengan tersenyum, khanza sangat lihai dalam hal memasak dan atthar sangat percaya jika masakan khanza sudah pasti enak, karena ia sudah pernah mencicipinya bahkan bukan hanya sekali
Sesekali atthar melihat khanza mengibaskan hijabnya, namun tidak sampai menampakkan auratnya, atthar berpikir mungkin saja khanza kepanasan karena belum terbiasa menggunakan hijab sambil bekerja, atthar kembali tersenyum dan kemudian ia keluar untuk melihat situasi dan persiapan diluar
"Apakah sudah semua sudah siap?" tanya atthar
"Sudah ustadz" mereka menjawab serentak, setiap bagian masing masing sudah menyiapkan pekerjaannya
"Baiklah kita akan berangkat sebentar lagi, bagian dapur masih harus berberes dengan perlengkapan masak mereka" ucap atthar
"Kalian boleh memasukkan barang kalian kedalam mobil" sambung atthar
"Baik ustadz" Jawab mereka lagi
Aina mendatangi atthat dan menyapanya
__ADS_1
"Assalamualaikum mas" ucap aina
"Waalaikumsalam aina, apa sudah siap?" tanya atthar
"Sudah mas....mas kepasar ya?" tanya aina, pasalnya aina hanya melihat khanza dan atthar yang turun dari mobil ketika setibanya dirumah, aina sama sekali tidak melihat khalisa
"Ia mas nemanin khanza berbelanja untuk kebutuhan masak dipanti" jawab atthar
"Hanya...hanya berdua?'' tanya aina sedikit ragu, ia tidak mau atthar beranggapan jika ia seorang gadis yang pencemburu atau terlalu ingin tahu
Atthar tersenyum mendengar pertanyaan aina, disamping itu, terlihat khanza sudah menyelesaikan pekerjaannya, khanza dan team nya sedang menyusun keperluannya dimobil untuk dibawa ke panti asuhan
"Bukankah jika pergi berdua saja bisa mengundang setan?" jawab atthar, matanya sedang memperhatikan khanza yang sedang mengangkat barang masakan ke mobil
Atthar melihat kearah aina yang menunduk, aina hanya terdiam mendengar jawaban atthar
"Mas pergi kepasar sesudah subuh dan sangat tidak mungkin mas hanya pergi berdua saja dengan khanza, karena berbahaya sekali, mas mengundang setan untuk punya kesempatan menggoda mas" jelas atthar
"Mas berpergian bertiga bersama khalisa, jika mas hanya pergi berdua akan menimbulkan fitnah dan juga akan membuat salah paham diantara kita bukan?'' ucap atthar
"Maafkan aina mas" ucap aina
"Tidak apa apa aina, mas senang kamu menanyakan langsung kepada mas, jadi kamu bisa mengetahui yang sebenarnya sehingga tidak ada salah paham diantara kita" ucap atthar dan aina mengangguk tersenyum
Setelah obrolannya dengan aina, atthar mengajak semua panitia amal bakti untuk segera bergerak ke panti asuhan
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.45 wib, atthar mengganti bajunya dengan celana jeans dan berbaju kaos, dan itu menambah ketampanan atthar, selama bekerja dipondok atthar selalu mengenakan jubah dan baju koko, namun kali ini ia semakin membuat ustadzah ustadzah yang ada dipesantren terpana dan semakin terpesona
Khanza yang juga belum pernah melihat atthar berpenampilan seperti itu dibuat kagum dan memuji atthar didalam hati
"MasyaAllah tampan sekali mas atthar berpenampilan seperti itu" ucap khanza dalam hati, ia terus memperhatikan atthar dari jarak yang tidak begitu jauh
Tak sengaja atthar juga melihat kearah khanza dan dengan cepat khanza beristigfar dan meundukkan pandangannya
"Astagfirullah, sadar khanza, dia jodoh orang, astagfirullah ampunkan aku ya Allah" ucap khanza
.
.
.
...Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa like, koment, vote, dan hadiahnya...
...Doakan nanti malam bisa up lagi ya . . ....