
Akhirnya setelah sekian lama menunggu atthar mnyelesaikan masakannya, ia menghidangkan masakannya diadapan istrinya, istrinya bangun untuk mengambil dua piring dan due gelas, serta sendok
"MasyaAllah baunya enak sekalinya mas" ucap khanza
"Sekarang giliran mas yang duuk, biarkan khanza yang melayani suami khanza, kini giliran khanza yang cari pahala" sambung khanza
Atthar tersenyum senang mendengar ucapan istrinya, istrinya kembali dengan membawakan dua piring nasi ditangannya
"Capek mas?" tanya khanza sambil meletakkan nasi yang ia bawa dimeja makan, ia menuangkan air untuk suaminya dan memberikan pada suaminya
"Ini mas minum dulu, kasian keringetan" ucap khanza lagi
"Capek mas akan hilang jika makannya sepiring berdua, mau cari pahalakan?" atthar mengangkat kedua alisnya menggoda istrinya, ia tau istrinya masih malu malu
"Mas yang suapin kamu ya" sambung atthar tersenyum, ia mengambil alih piring yang berada ditangan khanza
Khanza hanya bisa diam dan tersenyum, ia kembali duduk disamping suaminya, atthar mengambilkan beberapa lauk pauk hasil dari tangannya
"semoga enak ya dek, kalau g enak kai tau mas, biar nanti mas masakin yang lebih enak" ucap atthar
Atthar memimpin doa makan, setelah membaca doa ia ingin menyuapi istrinya terlebih dahulu, namun khanza menolaknya
"Mas saja yang duluan, setelah mas baru khanza" ucap khanza tersenyum
"No adek, kata orang orang bule ladies first" khanza tersenyum mendengar suaminya yang selalu saja menggodanya
"Baiklah ladies first" khanza membuka mulutnya mnyambut suapan dari suaminya
Khanza masih malu malu namun ia sangat seang diperlakukan seperti ratu, atthar benar benar bisa membuatnya jatuh hati dengan kelembutan dan keromantisannya, wanita mana yang tidak ingin diperlakukan seperti itu, khanza benar benar merasakan kasih sayang yang tulus dari suaminya
"Enak?" tanya atthar dan khanza istrinya mengangguk sembari mengunyah makanannya
Atthar menunggu khanza hingga istrinya menghabiskan makanam yang ada dimulutnya, setelag habis ia kembali ingin menyuapi istrinya namun khanza menggeleng
"Kenapa mas g makan?" tanya khanza sambil menahan tangan suaminya
__ADS_1
"Mas makan kok, tapi mas mau liat istri mas makan dulu" ucap atthar
Khanza mencuci tangannya, ia mengambil sesuap nasi untuk suaminya, ia menyuapi suaminya dengan senyum manisnya, atthar pun menerimanya dengan senyuman, mereka tertawa bersama
"Makan bersama itu ya makan sama sama" ucap khanza
Mereka melanjutkan makan dengan saling menyuapi, setelah mereka menyelesaian makan mereka, khanza memberesi semua yang ada dimeja makan, ia hendak mencucinya dan lagi lagi atthar membantunya
"Mas, ngapain lagi sih, gantian donk, tadi mas uda masak sekarang giliran khanza yang beres beres" ucap khanza lembut
Khanza memegang tangan suaminya, kini giliran ia yang menggiring suaminya untuk duduk dimeja makan menunggunya mencuci piring dan beres beres, atthar tersenyum melihat istrinya yang sudah berani memegangnya bahkan menyuapinya
"Nah sekarang mas tuggu disini aja ok, jangan bergerak, ok" ucap khanza dan suaminya mengangguk tersenyum
Khanza kembali kedapur, ia menyimpulkan rambutnya keatas, sehingga menampakkan leher jenjangnya yang sangat indah, khanza segera membereskan segala sisa masakan suaminya dan juga mencuci peralatan masaknya, pandangan mata atthar tak lepas dari khanza
"Istri mas cantik banget ya kalau lagi kerja didapur" ucap atthar menggoda istrinya.
"Gombal terus" ucap khanz menoleh sedikit
"Jangan liatin khanza begitu mas" ucap khanza, ia melihat dari sudut matanya jika suaminya memerhatikannya.
"Ha ha haa..istri mas masih malu malu ya" atthar semakin mendekat
"Makasi ya dek uda mau menerima mas dikegalauan hatimu, mas bersyukur memiliki kamu" ucap atthar tiba tiba, ia sangat menyayangi dan mencintai khanza
Khanza menghentikan pekerjaannya, ia mencuci tangannya dan mengeringkannya, atthar memegang tangan khanza dan begitu juga khanza, ia membalas genggaman suaminya
"Harusnya khanza yang sangat bersyukur dan beruntung, mas mau menikahi khanza yang tidak sempurna ini, sebanyak banyaknya wanita yang kaya ilmu diluar sana mas memilih khanza untuk menjadi pendamping mas" khanza tersenyum tangan mereka masih bertaut
"Khanza menjadi sangat beruntung memiliki mas, mas memperlakukan khanza dengan sangat baik, mas juga sudah..." khanza menjeda omongannya, ia ragu untuk membicarakannya
"Sudah apa? Hmm?" tanya atthar
"Mas sudah.... Mas sudah berhasil mengambil hati khanza sedikit demi sedikit" khanza menunduk malu dan atthar tersenyum lebar mendengarnya
__ADS_1
"Benarkah? Alhamdulillah, mas akan mengambilnya penuh mulai hari ini, mas sangat senang mendengarnya, terimakasih sudah memberi mas kesempatan" jelas atthar menangkat dagu istrinya, mereka saling menatap
Atthar memberanikan diri untuk memeluk istrinya, ia memeluk khanza erat, kepala khanza menempel didadanya, ya tinggi khanza hanyalah sebatas dada suaminya
Khanza ragu ragu untuk membalas pelukan suaminya, atthar membiarkannya dan tidak memaksanya, namun atthar merasakan sedikit gerakan, khanza menggerakkan tangannya perlahan dan membalas pelukan suaminya
Senyum atthar semakin mengembang merasakan pelukan istrinya, khanza bersandar sempurna didada suaminya, ia merasakan kenyamanan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, dada suaminya menjadi tempat ternyamannya saat ini
Khanza dan atthar melepaskan pelukan mereka, atthar mencium kepala istrinya, ia tersenyum menatap istrinya
"Terimakasih sudah membuka hatimu untuk mas, mas akan menjaganya hingga ujung nyawa mas" atthar tersenyum
"Mas puitis banget ya? Haahaa" ucap atthar lagi dan itu membuat khanza tertawa
"Emang, sejak kapan mas puitis? Sebelum nikah ngomong aja jarang" ucap khanza menggoda suaminya
"Mas sebenarnya memang puitis sih, tapi cuma sama kamu" atthar kembali menggombal, tangannya masih berada dipinggang istrinya merangkul istrinya
"Tuh kan gombal terus, uda berapa perempuan mas gombal?" khanza memukul dada suaminya pelan
"Hahahaa..hanya kamu" atthar tertawa dan kembali memeluk istrinya, hari ini merupakan hari yang sangat bahagia bagi atthar, ia akan terus berusaha agar hati istrinya benar benar menjadi miliknya, ia akan menunggu waktunya tiba, ia akan bersabar dan meminta pertolongan kepada Sang pemilik hati
Khanza kembali membalas pelukan suaminya yang sudah menjadi tempat ternyamannya, ia bahagia menjadi istri atthar, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan memberikan sepenuh hatinya untuk suaminya, menjadi istri yang soleha semata mata untuk mencari ridho Allah SWT
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Terimakasih readers 🥰...
__ADS_1
...Maaf up nya selalu telat lagi sibuk buat persiapan lahiran bulan depan, doain author lancar dan mudah ya lahirannya ❤️🙏...