Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
27


__ADS_3

Sesampainya dipondok pesantren, atthar, baim dan aluna disambut oleh umi dan abinya


"Alhamdulillah anak anak umi sudah sampai, gimana kabarnya nak?" umi memyalami aluna dan mencium menantunya, ia juga melakukan hal yang sama kepada kedua anaknya


"Alhamdulillah baik umi, umi apa kabar?" tanya aluna


"Umi sehat nak" jawab umi


Aluna tersenyum lembut dan kini ia beralih ke abi, ia menayakan kabar abinya


"Assalamualaikum abi, abi apa kabar?" ucap aluna


"Alhamdulillah abi baik baik saja nak, sudah makan dan sholat kah?"


"Sudah abi, kita tadi sholat dan makan diluar abi" jawab baim


Baim dan atthar bergantian memyalami dan memeluk umi dan abi mereka


"Ya sudah sekarang kalian istirahatla dulu" pinta umi pada ketiga anaknya dan merekapun menurut


"Khalisa mana umi?" tanya aluna


"Khalisa ada kegiatan dipondok, bentar lagi juga selesai"


"Oya umi abi khanza titip salam, khanza mendoakan semoga ta'aruf atthar lancar" ucap aluna tersenyum


"Waalaikumussalam" jawab umi serempak dengan abi


"Oya nak atthar, ngomong ngomong ntar sore ustad hasyim akan berkunjung, ia akan membicarakan calonmu nak sama sxan membawa cv calonmu" ucap umi, aluna dan baim memperhatikan atthar dengan intens, mereka terpikirkan ucapan atthar yang ragu


"Iya umi, nanti kita lihat sama sama, atthar kekamar sebentar umi, abi" jawab atthar, umi dan abi mengangguk setuju


Sementara atthar dikamar, aluna dan baim duduk bersama umi dan abi untuk sekedar berbincang, baim menceritakan kepada umi dan abi tentang apa yang dirasakan adiknya atthar


"Kenapa adikmu ragu nak?" tanya abi


"Ntahla abi, abi tau sendiri kan atthar seperti apa? Sangat tertutup, ia hanya menceritakan yang penting penting saja, baim sudah menasehatinya abi untuk melakukan istikharah" jelas baim


"Umi yang mana terbaik saja untuk adikmu, kita hanya berencana dan Allah lah maha berkehendak, dia maha membolak balikkan hati, jika berjodoh ibu yakin Allah akan meyakinkan hati adikmu, karena Dia sang pemilik hati" ucap umi

__ADS_1


"Apa umi sudah tahu calon atthar umi?" tanya aluna


"Sudah nak, ustad hasyim sudah kesini semalam, ia memperlihatkannya kepada umi dan abi, umi rasa aina anak yang baik, sopan santun dan anaknya temannya abi kamu, yakan abi?" jelas umi


"Iya nak, ayah aina adalah teman abi waktu dipesantren dulu, ustad bahar, jika adikmu setuju, kita akan kerumahnya besok" ucap abi


"Apa langsung peminangan abi?" tanya baim


"Tidak nak, biarkan adikmu yang menentukan, kita hanya datang bersilaturahmi dan menjumpai calon adikmu, bukankah kata Rasulullah SAW menganjurkan untuk melihat wanita itu terlebih dahulu agar cinta semakin langgeng?" jelas abi


"Iya abi, tapi baim dulu tidak melihat wajah aluna, baim melihatnya setelah akad" protes baim


"Bukankah kami sudah melihatnya dari gambar yang ustad hasyim berikan?" abi menggoda baim


Aluna, umi dan baim tertawa, baim hanya menggoda dan menguji daya ingat abinya


"MasyaAllah daya ingat abi begitu kuat, walaupun sudah tua ya bi" goda aluna


Mereka tertawa dan kembali berbincang tentang banyak hal, ternyata atthar mendengar obrolan abi dan umi serta aluna dan baim


Atthar bersegera membersihkan dirinya dan ia mulai berwudhu mensucikan dirinya, ntah kenapa dengan hatinya, kenapa ia gelisah dan merasa ragu, ia mencoba untuk menunaikan sholat istikharah 2 raka'at, ia memulai sholat dan berdo'a memohon petunjuk dari Sanga Maha Pecipta


Setelah ia melaksanakan sholat sunnah istikharah, ia beristirahat sambil berdzikir diatas tempat tidur, Alhamdulillah ia merasakan ketenangan, tak terasa waktu ashar sudah memanggil, Atthar dan yang lainpun melakukan ibadah sholat ashar dimasjid pesantren, setelah melakukan ibadah sholat ashar, abi, baim dan atthar kembali berbincang tentang pondok pesantren yang mereka bina, mereka berbincang sambil berjalan menuju kerumah mereka


Sedang asyik berbincang, datanglah ustad hasyim yang sebenarnya memang ditunggu tunggu kedatangannya oleh keluarga atthar


"Assalamualaikum" ucap ustad hasyim turun dari motornya


"Waalaikumussalam" jawab abi, baim dan atthar serempak, mereka bergantian menyalami menyambut ustad hasyim


"Mari mari kita berbincang dirumah saja ustad hasyim" ucap abi


"Baik pak kiyai, mari mari" jawab ustad hasyim, merekapun kembali berjalan menuju rumah


"Jadi gimana nak atthar? Apa sudah siap?" tanya ustad hasyim sambil berjalan menuju rumah abi


"InsyaAllah ustad, doakan saja" jawab atthar singkat, abi dan baim saling berpandangan


"Setelah saya lihat profil nak aina dan atthar saya rasa cocok, tapi kembali lagi kepada nak atthar bagaimananya, dilihat dulu saja CV nak aina" sambung ustad hasyim

__ADS_1


"Baik ustad, mari ustad silahkan masuk" ucap atthar mempersiahkan ustad hasyim untuk masuk kedalam rumahnya


"Assalamualaikum" ucap ustad hasyim dan atthar


"Waalaikumussalam" jawab tuan rumah yaitu abi, baim dan umi yang sudha menyambut ustad hasyim, abi dan baim sampai terlebih dahulu dari pada atthar dan ustad hasyim


"Mari ustad silahkan duduk"pinta umi, umipun beranjak kedapur untuk membuatkan air minum tamunya


Tak lama kemudian terlihat umi dan aluna membawakan beberapa cemilan dan air minum untuk para tamunya dan juga tuan rumah


"Mari pak ustad diminum" ucap umi


"Iya iya terimakasih" balas ustad hasyim


Umi dan aluna pun turut duduk untuk ikut mendengarkan ustad hasyim


"Jadi bagaimana ustad hasyim?" tanya abi memulai percakapan mereka


"Iya pak kiyai, saya sudah membawakan cv nak aina untuk dilihat oleh kiyai sekeluarga terutama nak atthar, nak aina anak dari ustad bahar, ini CV nya pak kiyai" ucap ustad hasyim


Abi mengambil CV yang diberikan oleh udtad hasyim kepada anaknya atthar dan atthar pun menerimana, disana sudah terdapat biodata pribadi dari aina dan beserta fotonya


"Setau saya aina anak yang solehah, rajin ke masjid dan juga anak yang sopan santun ia sering mengikuti pengajian yang saya jalankan pak kiyai, semoga nak atthar berkenan"


"Baiklah ustad hasyim, terimakasih, saya akan melihat dulu cv yang ustad berikan, jika tidak ada halangan saya akan berkunjung kerumah ustad bahar besok" jawab atthar


"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu" balas ustad


Ustad dan abi beserta keluarga terus berbincang baik soal aina maupun yang lainnya, sementara atthar terlihat mendengarkan dan sesekali ia membolak balikkan cv aina yang berada ditangannya


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...

__ADS_1


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2