
Sesampainya dirumah, khanza meminta aluna dan baim untuk mampir sebentar, khanza memperbaiki riasan wajahnya dan hijabnya, agar ayah dan ibu tidak mengetahui jika ia sedang menangis
"Mampir dulu ya mbak, ayah dan ibu pasti senang deh liat mbak dan mas mampir" ucap khanza
"Mereka akan lebih senang lagi melihat anaknya sudah berhijab, apapun yang terjadi pertahankan ya dek, jangan sampai lepas lagi, ingat tausiah mas atthar hehehee" aluna tersenyum begitu juga khanza
"InsyaAllah mbak, doakan istiqomah ya mbak, yuk masuk mbak mas" ajak khanza
Khanza dan aluna serta baim turun dari mobil menuju masuk kerumah khanza
"Assalamualaikum" ucap khanza
"Waalaikum......mussalam" jawab ibu yang sangat terkejut melihat pemandangan indah didepan matanya
"MasyaAllah khanza.......ini beneran khanza? Ayaaahh sini deh coba lihat anak wedok mu, ya Allah nak Alhamdulillahirrobbil'alamiin, terimakasih gusti Allah" ucap ibu panjang lebar sambil memeluk anaknya dan sesekali ia juga membenarkan hijab putri semata wayangnya
"MasyaAllah anakku, ini benar anak ayahkan? kamu dari mana nak? Tadi seingat ayah kamu tidak berpakaian sepeti ini, cantik sekali anak ayah dengan hijabnya, Alhamdulillah ya Allah semoga anakku istiqomah" ucap ayah yang tk kalah girang dari ibu
Khanza melihat kearah aluna dengan tersenyum, aluna pun ikut tersenyum melihat kebahagian kedua orang tua sahabatnya, apa yang dikatakan aluna memang benar adanya, ayah dan ibu sesenang itu melihat anaknya berhijab sampai mereka lupa jika ada tamu yang berkunjung
"Ayah ibu, malu tau sama tamu, itukan ada mbak una dan mas baim, masak g disuruh masuk sih bu" ucap khanza
"Astagfirullahal'adzim sampai lupa kalau ada tamu, pangling banget liat khanza berhijab" ucap ibu
"Maaf nak baim nak luna, mari mari silahkan masuk" sambung ayah
Aluna dan baim memasuki rumah khanza, sementara khanza membawa semua belanjaannya kedalam kamar untuk disimpan, setelah membereskan belanjaannya, khanza kembali keluar menuju dapur untuk membuat air dan beberapa cemilan
"Ini mbak mas, silahkan diminum" ucap khanza setelah kembali dari dapur dan kemudian ia duduk bersebelahan dengan sang ibu
"Iya dek terimakasih" ucap aluna dan baim tersenyum mengangguk
"Bagus sekali baju dan hijabnya sayang, ibu senang banget melihat anak ibu seperti ini" ibu membelai kepala anaknya, khanza tersenyum tipis, sesungguhnya hati khanza masih gundah gulana namun ia tidak ingin ayah dan ibunya tahu sebelum ia benar benar memastikannya
__ADS_1
"Baju dan hijabnya pilihan mbak una bu, doakan khanza istiqomah ya bu" air mata khanza kembali berlinang dan hampir terjatuh namun dengan cepat ia menghapusnya
"Alhamdulillah, ayah senang kamu berteman dengan aluna, sebagaimana anjuran dalam agama kita berkumpullah dengan orang orang shalih maka kita akan menjadi ikut shalih seperti kamu sekarang ini, tanpa sadar kamu berniat untuk menutup auratmu, bukan begitu nak baim?" ucap ayah
"Benar sekali pak, kita memang harus berkumpul dengan orang shalih, sesuai dengan hadist ini
'Sebuah pertanyaan terlontar dari Sayidina Abdullah bin Abbas, “Wahai Rasulullah, siapakah teman duduk terbaik kami?” Rasul ﷺ menjawab, "Orang yang mengingatkanmu pada Allah ketika melihatnya, menambah ilmumu ketika ia berbicara, dan mengingatkanmu pada akhirat ketika ia beramal.” (HR. Abu Ya’la)" jelas baim tersenyum, ayah megagguk terkesan mendengar ucapan baim begitu juga yang lainnya
"Jadi bukan hanya dengan aluna saja pak buk, aluna juga masih belajar" sambung khanza
"Iya pak, saya juga masih belajar dan perlu banyak belajar lagi, kebetulan dikomplek rumah ada pengajian setiap seminggu sekali bu dan disana Alhamdulillah banyak sekali saya mendapatkan pelajaran" jelas aluna tersenyum, aluna sungguh sangat rendah hati
"Alhamdulillah, semoga khanza bisa belajar banyak dari nak aluna dan nak baim" ucap ibu
"Aamiin" ucap ayah dan khanza
Hari sudah hampir sore, aluna dan baim sudah pamit undur diri, khanza masuk kedalan kamarnya dan melihat ponselnya, ada banyak sekali panggilan dari daniel begitu juga dengan pesan yang daniel kirimkan
...****************...
Keesokan Harinya
Khatnza bangun pagi pagi sekali, ia melaksanakan sholat subuh dan kemudian mulai membaca kitab suci Al-Quran, sangat merdu sekali yang mendengarnya, ayah dan ibu tersenyum mendengar anak gadis mereka mulai membaca kita suci
Ya, sudah lumayan lama khanza meninggalkan bacaan kitab sucinya, ia hanya membacanya seminggu sekali hanya pada malam jumat saja, dan sekarang ntah karena apa tiba tiba saja ia membaca ayat suci Al-Quran
Setelah menyelesaikan semua kewajibannya termasuk membuatkan sarapan untuk dimakan bersama ayah dan ibu, khanza segera bersiap, kali ini ia bersiap lebih lama dari biasanya karena hari ini dan seterusnya ia akan menggunakan hijab kekantor dan kemanapun
Karena belum terbiasa menggunakan hijab khanza agak sedikit kesulitan dan ia meminta bantuan kepada ibu, ibu yang sangat senang dengan perubahan anaknya, segera membantunya dengn senyuman, ibu juga mengajarkan khanza bagaimana cara berhijab yang benar dan rapi
Setelah selesai semuanya, khanza berpamitan kepada ayah dan ibunya, ia sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan daniel, ia ingin memastikan sesuatu yang ada dipikirannya, khanza berjalan menuju halte, sesampainya dihalte ia menunggu dan sesekali melihat ponselnya, ia sangat jera bermain ponsel dikeramaian, ia tidak ingin kejadian ia dicopet terulang lagi
Cukup lama khanza menunggu dan akhirnya ia segera menghubungi daniel
__ADS_1
"Hallo kamu sudah dimana?" tanya khanza biasa saja
"Aku sudah dekat sayang sebentar ya" jawab daniel
"Baikla hati hati" ucap khanza dan ia segera memutuskan panggilannya
Khanza sengaja menghubungi daniel, ia khawatir daniel tidak mengenalinya karena penampilannya kali berbeda, dan ia juga ingin melihat apa reaksi daniel ketika melihatnya berhijab
Tak butuh waktu lama, khanza sudah melihat mobil daniel dari kejauhan dan ia segera berdiri menunggu daniel, saat daniel tiba dihalte, daniel menunggu tanpa melihat sekelilingnya, karen dihalte hanya ada 3 wanita berhijab dan 5 orang laki laki, jadi daniel mengira jika khanza tidak berada disana
Khanza segera menyapa daniel dan masuk kemobil daniel
"Hai..." ucap khanza tersenyum kecut
Daniel terdiam dengan mata yang sedikit melotot, alisnya terangkat keatas, ia kaget melihat perubahan kekasihnya
"Ke..kenapa kamu berpenampilan seperti ini?" tanya daniel spontan
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
...Maaf belum bisa double up masih sedikit sibuk...
...Diusahakan secepatnya double up ya 🥰...
__ADS_1