Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
23


__ADS_3

Daniel merupakan seseorang yang taat dalam beribadah, tidak sedikitpun terpikirkan olehnya untuk mengganggu sebuah keyakinan seseorang dengan Tuhannya


Sudah hampir 1 jam daniel terus berdiam diri didalam mobilnya dipinggir taman kota, ia memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya, bagaimana ia memberitahu khanza tentang semuanya dan bagaimana ia bisa menjauh dari khanza sedangkan ia sangat mencintai khanza


Daniel menegakkan kepalanya, ia menggusar rambutnya kasar dannia mulai menjalankan mobilnya, ia tidak harus bagaimana yang dipikirkannya saat ini hanya menjalaninya saja


Ponsel daniel berdering dan itu dari seseorang yang ia cintai khanza shaqeena


"Hallo sayang aku masih dijalan" ucap daniel


"Sama mama kamu ya? Ya sudah hati hati perginya ya sayang" ucap khanza dan daniel mengiyakannya lalu mengakhiri panggilan khanza


Daniel melihat nama khanza diponselnya dan ia kembali meletakkan ponselnya dan melajukan mobilnya untuk pulang kerumah


...****************...


Dibelahan dunia yang lainnya, terlihat seorang pria tampan sedang bersiap siap hendak pulang ke kota


Atthar, ya atthar hari ini akan pulang kekota, ia sudah sedikit tenang meninggalkan abinya, karena abi sudah bisa berjalan walaupun mesti pakai tongkat


"Umi, atthar pamit pulang dulu, kalau ada apa apa kabari atthar secepatnya ya umi" ucap atthar seraya menyalami umi, umi memgangguk mengusap pundak anaknya


"Abi hati hati jika berjalan, kalau masih sakit jangan terlalu dipaksa bi, InsyaAllah minggu depan atthar akan balik" kini giliran atthar berpamita kepada abi


"Iya nak, kamu hati hati dijalan jangan ngebut" ucap abi menepuk pundak anaknya


"Iya nak hati hati, oh iya nak umi ada titipan untuk khanza, boleh kan umi nitip, nanti kamu anterin kerumahnya khanza ya" ucap umi seraya mengambil titipan untuk khanza


Atthar hanya mengangguk, ia tidak menolak permintaan uminya, ia menunggu umi mengambil titipan untuk khanza


"Dek kamu jagain umi dan abinya, jangan lupa juga belajar yang bener" atthar mengusap kepala adiknya khalisa


"Iya mas, tenang aja, khalisa bakal jagain abi dan umi kok, mas hati hati ya titip salam sama mbak khanza" ucap khalisa, atthar mengangguk mengiyakan ucapan khalisa


Tak lama umi datang dengan membawa tentengan yamg isinya ntah apa, ia memberikannya kepada anaknya atthar


"Ini nak ada sedikit ole ole untuk khanza dari umi, salam sama keluarga khanza ya, ya sudah kamu hati hati ya" ucap umi


"Baik umi, abi atthar pamit, mas pamit ya dek, Assalamu'alailum" atthar mengucap salam kepada keluarganya


"Waalaikumussalam" jawab keluarga atthar


Atthar mulai melajukan mobilnya tidak lupa ia membaca doa keluar rumah dan membaca doa menaiki kendaraan, ia mengemudi dengan hati hati sesuai dengan pesanan dari keluarganya

__ADS_1


...****************...


Ada yang sedang berduka seperti daniel dan ada juga yang gembira, seperti khanza sekarang ini, ia terlihat sangat bergembira, ayah benar benar menerima daniel begitu juga sang ibu, saat makan siang ayah dan ibu menjelaskan jika mereka menerima daniel


"Ibu senang dengan nak daniel, kapan kalian kenalan nak?" tanya ibu lembut


"Hemmm baru beberapa bulan ini bu" jawab khanza ragu


"Kenalan dimana? Bukannya beda kantor ya nak?" tanya ayah pula


"Iya yah khanza kenalan di buss way yah setiap hari kita pergi bareng karena searah, khanza pertama kenal karena daniel memberikan tempat duduknyabpada khanza, ia melihat khanza berdiri lalu ia mengalah" jawab khanza panjang lebar


"MasyaAllah baik sekali nak daniel" balas ibu


"Iya bu, jadi setiap khanza g dapat tempat duduk di bussway dia selalu memberikan tempat duduknya pada khanza" khanza kembali bercerita


"Alhamdulillah kalau begitu, dari hal kecil kita melihat tanggung jawab seseorang, jika hal kecil saja dia perduli dan bertanggung jawab itu sangat bagus semoga saja dengan hal besar ia bisa lebih peka" ucap ayah


"Tapi sebaiknya kalian jangan berlama lama nak tidak baik berdekatan terlalu lama, jika sudah yakin segeralah, kalian sudah sama sama dewasa dan sudah bisa untuk kejenjang yang lebih serius lagi nak" sambung ayah


"Iya nak, didalam agama kita juga g boleh kan pacaran, dekat dekat terlalu lama bisa jadi fitnah, kalau ia serius denganmu coba tanya ke dia sudah siap kah dia berumah tangga? Kalau sudah bersegeralah, kalau belum ya sudah menjauhlah nak, jangan berpacaran tidak baik" tegas ibu


"Iya bu, nanti khanza akan menanyakannya kepada daniel" ucap khanza, ayah dan ibu mengangguk setuju


Disela sela obrolan mereka yang masih dimeja makan menikmati makan siang mereka, mereka kedatangan tamu yang tidak disangka sangka


"Waalaikumussalam" jawab pemilik rumah


Ibu yang sudah menyelesaikan makannya, berdiri dan berjalan menuju asal suara tersebut


"Nak atthar, masuk masuk nak" ucap ibu menyambut atthar


"Iya bu" jawab atthar


"Ayah ada nak atthar ini" ucap ibu sedikit berteriak, ibu terlihat bersemangat sekali, ia membawa atthar menuju ke meja makan dan atthar mengikutinya


Ayah berdiri memyambut kedatangan atthar, ia mempeesilahkan atthar untuk duduk dan menikmati hidangan


"Assalamualaikum pak" ucap atthar ketika bertemu ayah khanza


"Waalaikumussalam, duduk duduk, ayo makan, kebetulan sekali ada nak atthar ayo makan makan" ucap ayah


"Tidak usah pak saya sudah makan" jawab atthar menolak

__ADS_1


"Makanlah sedikit saja, sudah lama tidak berkunjung kerumah ibu" ibu langsung saja mengambil piring dan mengisinya dengan nasi


"Ini nak atthar, makanlah sedikit tidak baik menolak rezeki" sambung ibu


"Terimakasih bu pak" ucao atthar yang mau tidak mau juga menikmati makan siang


Ayah dan ibu membiarkan athar menikmati makanannya, mereka tidak mencerca atthar dengan banyak pertanyaan, merek hanya senang melihat attgar berkunjung kerumah mereka


Setelah atthar selesai makan, khanza juga berangsur mengemasi meja makannya, ia pun berkemas sambil bertanya


"Mas atthar dari mana?" tanya khanza


"Dari pondok mau pulang, umi menitipkan sesuatu buat kamu, makanya mas mampir" jawab atthar


"Waah benarkah? Apa itu mas?" tanya khanza bersemangat


"Ini, mas g tau isinya apa" atthar memberikan sesuatu kepada khanza, khanza sangat senang dan langsung membukanya


"Maaf pak bu menganggu waktu makan siangnya" sambung atthar meminta maaf kepada kedua orang tua khanza


"G kok nak atthar, kita malah senang nak atthar mampir, sering sering main kesini ya" ucap ibu


Atthar hanya tersenyum dan sedikit mengangguk


"Yuk nak atthar kita ngobrol didepan, khanza bikinin kopi ya nak" pinta ayah pada khanza


Ayah membawa atthar duduk diruang tamu rumahnya, mereka asik mengobrol bermacam macam hal, semwntara diruang makan ibu bertanya kepada pada khanza


"Apa yang umi atthar kasi padamu nak?"


"Ini umi perkebunan pondik pesantren seperti cabe, bawang dan buah buahan lannya" jawab khanza seraya membawanya kedapur, ia juga menyiapkan air kopi untuk ayah dan atthar


Ibu tersenyum senang mendengarnya, ibu mengikuti khanza kedapur sambil membantu khanza berberes


"Sedekat apa sih nak kamu sama uminya atthar? Sampe atthar disuruh namganterin ole ole" tanya umi


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa vote like koment san hadiahnya...


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2