
Sebelum khanza kembali kekamar rawat inapnya, tiba tiba saja atthar dipanggil oleh seorang perawat, perawat mengatakan jika ia ingin berbicara kepada suami ibu khanza
Attharpun mengikuti sang perawat untuk bertemu dokter diruangannya yang masih berada diruangan observasi
"Selamat siang pak, silahkan duduk" ucap dokter
"Selamat siang dokter, terimakasih" jawab atthar
"Jadi begini pak, istri bapak mengalami banyak sekali pendarahan dan itu disebabkan oleh robeknya rahim istri bapak" ucap dokter
"Astagfirullah dok" tanggap atthar
"Ya jadi untungnya istri bapak kuat dan pendarahannya bisa dihentikan meskipun kami sudah siap siap untuk transfusi darah, tapi Alhamdulillahnya tidak diperlukan, kondisi istri bapak sekarang sudah baik baik saja" ucap dokter
"Alhamdulillah dok" atthar sangat bersyukur tidak ada yang kurang dari istrinya
"Maaf dok, jika sudah robek apa boleh hamil lagi dok?" Tanya atthar
"Kalau untuk hamil lagi InsyaAllah bisa pak tapi nanti kita akan liat perkembangan ibu khanza seperti apa, memang jika rahim sudah robek resiko hamil jadi lebih besar takut terjadi pendarahn hebat jika perutnya seringkali menegang" jelas dokter dan atthar mengangguk mengerti
Atthar mengucapkan terimakasih kepada dokter tersebut, ia menjabat tangan dokter dan berpamitan untuk keluar kembali bertemu istrinya
Setelah atthar keluar dari ruangan dokter ia kembali duduk disamping istrinya, ia melihat istrinya yang sedang tidur ia merasa iba
"Sekuat itu kamu sayang, terimakasih sudah kuat untuk mas dan anak kita, mas janji akan mencintaimu karena Allah hingga akhir nyawa mas, mas akan membuat kamu selalu bahagia khanza" atthar mencium tangan istrinya
Perlahan khanza bangun dari tidurnya, ia melihat suaminya dengan tersenyum dan perlahan ia memanggil suami dengan nada lirih
"Mas..." ucap khanza
"Alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga, makasi ya sayang uda kuat untuk anak kita dan mas, mas sangat mencintaimu" atthar mencium dahi istrinya dan khanza tersenyum
Tak lama saat khanza bangun, perawat yang bertugas untuk membawa khanza kekamarnya telah tiba, mereka pun membawa khanza kembali ke rawat inap
Sesampainya dikamar rawat inap, semua yang hadir disana ikut mengucapkan selamat dan berdoa agar khanza dan bayinya senanyiasa diberi kesehatan, ummi, abi, ayah dan ibu senang sekaligus sedih melihat khanza yang melahirkan seorang putra namun putranya harus dirawat secara intensif
__ADS_1
Khanza terus menanyakan anaknya, ia sama sekali belum melihat anaknya karena ia dibius total pada saat operasi, sehingga ia tidak sadar dengan apa yang terjadi
"Mas gimana anak kita? Dia soleh apa solehah?" Tanya khanza dengan suara lirih
"Alhamdulillah, anak kita anak soleh sayang, mau dikasi nama apa?" Atthar ingin menghibur istrinya
"Hmm belum kepikiran mas, keadaannya gimana mas?" Khanza tersenyum membayangkan anak yang selama ini sangat didambanya
"Nanti saja sayang pikirkan nama cucu ibu, sekarang kamu harus fokus dengan kesehatan kamu dulu" ucap ibunyang sedari tadi duduk bersebelahan dengan khanza
"Iya nak, ummi setuju dengan ibu kamu, fokus ke kesehatan dulu ya nak" sambung ummi
Tepat pukul 12.30 wib adzan pun berkumandang, ayah ibu serta ummi dan abi pamit untuk pergi kemasjid yang berada dirumah sakit, mereka juga ingin pergi melihat cucu mereka
Setelah semuanya pergi untuk sholat tinggallah khanza, atthar dan khalisa, khanza kembali menanyakan dibagaimana keadaan anaknya
"Maaas.. gimana keadaan anak kita?" Ucap khanza tidak sabar
"Heeeuuhhmmm..." atthar menghela nafasnya, sebenarnya ia tidak ingin memberitahukan sekarang pada istrinya, ia takut istrinya akan sangat terpukul, namun harus bagaimana lagi, istrinya harus tahunyang sebenarnya
"Anak kita premature sayang, ia sekarang berada diruang NICU.. mas sempat merekamnya tadi, apa mau liat?" Tanya attar dan khanza mengangguk
Atthar menggenggam tangan istrinya, untuk menguatkan istrinya, ia pun memperlihatkan video anaknya yang sedang berada diinkubator
Dan benar saja melihat itu khanza menangis, air matanya tak terbendung, ia menggenggam tangan suaminya kuat, sedang kan tangan sebelahnya membelai layar ponsel suaminya, seolah ia sedang membelai anaknya
"Hiks..hiks.. maafkan umma sayang karena umma tidak bisa menjaga diri umma dan kamu, kamu jadi kesakitan seperti ini hiks..hiks.. maaf sayang maafkan umma" khanza menangis lirih
"Sayang, ini bukan salah siapa siapa dek, ini sudah ketentuan Allah SWT" ucap atthar yang juga meneteskan air mata
"Khanza yang salah mas, khanza tidak bisa menjaga diri khanza sendiri, khanza terlalu bersemangat berbelanja dan memasak sehingga khanza tidak memikirkan anak kita hiks..hiks.. maafkan umma sayang maafkan umma" air mata khanza semakin deras, khalisa yang juga melihatnya mencoba menenangkan kakak iparnya
"Mbak jangan begini, mbak harus kuat dan mbak harus semangat agar anak mbak juga kuat, mbak jangan menyalahkan diri mbak ya, semua sudah ketentuan Allah mbak, istigfar mbak, kita berdoa sama sama agar anak mbak cepat sembuh" khalisa menenangkan khanza dengan mengusap lengan kakak iparnya, ia sangat iba melihat khanza seperti ini
Khanza mengangguk mengerti, ia berpikir apa yang dikatakan khalisa itu benar, ia harus kuat dan tegar untuk kesembuhan anaknya
__ADS_1
...**********...
Sore harinya khanza berusaha untuk mencoba menggerakkan tubuhnya, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya, ia ingin sekali mengASIhi anaknya
Perlahan khanza sudah bisa menggerakkan tubuhnya, tak butuh waktu lama ia sudah bisa miring, duduk bahkan berjalan meski harus pelan pelan
Khanza juga mencoba untuk mengeluarkan asinya untuk dimasukan kedalam botol bekal untuk anaknya, ia berusaha keras walaupun sulit dan sakit
Khanza menguatkan dirinya agar ia bisa melihat anaknya, atthar meminta izin kepada dokter agar istrinya bisa melihat anaknya dan dokter mengizinkannya, atthar membawa istrinya dengan kursi roda karena ruangan rawatan khanza dan ruangan NICU jaraknya lumayan jauh
Sesampainya diruangan NICU air mata khanza langsung mengalir, padahal ia belum melihat anaknya, ia melihat bayi bayi yang sakit dengan selang dibadannya membuat khanza iba, matanya mencari cari anaknya
"Dimana anak kita mas?" Ucap khanza
"Sabar sayang, dan kamu harus kiat ya sayang agar anak kita juga kuat" ucap atthar
Disudut ruangan dengan lampu yang menyala didalam inkubator terlihat tubuh mungil yang dipenuhi selang, sang berjalan kearahnya, hatinya berdetak kencang melihat malaikat kecil yang terbaring lemah
Air matanya mengalir, hatinya mengatakan jika itu adalah anaknya, atthar mendorongnya sehingga jaraknya dengan bayi mungil itu semakin dekat, air mata khanza semakin deras rasanya ia sangat ingin menggantikan sakit anaknya
"Hiks...hiks... a..apa ini anak ki..kita mas?" Ucap khanza terisak, atthar hanya memegang kuat kedua bahu istrinya untuk memguatkan istrinyabyang sangat terpukul
Tangusan khanza semakin menjadi ketika membaca nama ibu sang bayi dicatatan nama pasien di inkubator bayi, ya benar saja itu adalah namanya yang berarti itu adalah anaknya
Tangan khanza terangkat menyentuh inkubator perlahan, ia mengusap inkubator sambil menangis deras berharap besok lusa atau kedepannya ada keajaiban untuk kesembuhan bayinya
.
.
.
...Bersambung...
...Terimakasih readers...
__ADS_1
...maaf lama update...
...setelah anak dioperasi sekarang giliran orang tua saya yang diopname, mohon doanya untuk kedua orang tua saja agar disembuhkan dari segala penyakit aamiin ππ«Άπ»...