
Adzan sudah berkumandang, seluruh anggota keluarga abi sudah pergi menuju ke masjid, begitupun juga khanza dan khalisa, di masjid sudah ramai sekali santri dan santriwati yang berkumpul untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur
Khanza takjub melihat santriwati yang ada dipondok pesantren tersebut, mereka terbilang masih kecil tetapi sudah tahu kewajiban sebagai seorang muslimah, disana ia juga berjumpa banyak ustadzah ustadzah yang juga ikut sholat dimasjid
Tak lama kemudian terdengarlah suara salah seornag santri yang sedang iqomah, petanda sholat akan segera dimulai, seluruh jamaah masjid pondok pesantren berdiri dan melafadzkan niat mereka
Sholat berjamaah dipimpin oleh ustad atthar yang mempunyai suara yang sangat merdu, sehingga menyejukkan hati para pendengarnya dan khanza seakan mengenali suara itu
Setelah selesai sholat, khanza yang berada disebelah khalisa bertanya
"Itu suara mas atthar bukan?" tanya khanza
"Iya mbak" jawab khalisa tersenyum, khanza pun tersenyum sambil mengangguk
"Selalu menyentuh hati suara mas atthar, merdu banget" khanza bermonolog dalam hati
Atthar juga mempimpin doa, dan setelah selesai semuanya, khanza dan khalisa menunggu mbak aluna dan umi, mereka akan pulang bersama untuk makan siang
Ditengah perjalanan pulang, khanza ingin bercerita kepada aluna, ia sudah tidak sabar untuk membagi kebahagiaannya bersama aluna, ia memegang tangan aluna erat
"Mbak aku mau cerita" ucap khanza bersemangat
"Mau cerita apa dek? Seneng banget keknya" jawab aluna
"Iya mbak, tapi jalannya pelan pelan aja mbak g enak kedengeran sama umi" aluna tersenyum dan mengangguk, mereka berjalan dibelakang umi
"Mbak aku dan mau nikah" ucap khanza to the point
"Apa??" aluna kaget, ia menghentikan langkahnya, ia mengedipkan matanya berulang
"Ni..nikah dek? Kok bisa?" tanya aluna
"Iih mbak gimana sih, kan ayah uda bilang g boleh pacaran, kalau mau ya langsung nikah, mbak juga bilang begitu kan?" ucap khanza
"I..iya sih, maksud mbak nya kok bisa, tiba tiba ngajakin nikah, ditelfon pula" aluna bertanya heran
__ADS_1
Khanzapun menceritakan apa yang diungkapkan daniel saat ia menghubungi daniel, ia tidak melewatkan sedikitpun ceritanya, aluna pun mengangguk mengerti
"Bagus deh dek, g lama deket deketan, g baik juga, mbak doain semoga lancar ya" aluna merangkul bahu khanza, khanza tersenyum tersenyum dan membalas rangkulan aluna
Sesampainya dirumah khanza membantu aluna dan khalisa menyiapkan makan siang, abi dan mas baim sudah terlihat memasuki ruangan makan, aluna segera menyiapkan makanan untuk mertuanya dan suaminya
"Loh atthar dimana bi?" tanya umi
"Atthar masih dimasjid, ia dikerumuni santri dan santriwati, atthar kan sudah lama tidak pulang umi, mungkin para santri kangen ingin mendengar tausiah dari atthar" Jawab abi
"Ya sudah khalisa coba liat mas kamu, siapa tau sudah selesai, ajakin makan sama sama, bilangin abi menunggu" perintah umi pada khalisa
"Khalisa mbak ikut ya" jawab khanza dan khalisa mengangguk
Setelah kepergian khanza dan khalisa yang hendak memanggil atthar, umi tersenyum, ia duduk disebelah abi sementara aluna duduk bersebelahan dengan suaminya
"Umi seneng deh liat khanza, anaknya baik santun, ramah pula persis seperti menantu kita aluna bi, apa mungkin ya khanza bisa jadi menantu umi juga bi?" tanya umi
"Kita serahkan saja kepada Allah umi, jodoh maut rezeki sudah diatur bukan? Abi sih setuju aja selama anak umi setuju dan khanza juga mau"
"Umii...maaf jika aluna ikut campur, tapi khanza akan segera menikah umi, barusan khanza cerita sama aluna umi" ucap aluna
Mendengar ucapan aluna, umi menghela nafasnya
"Sudahla umi, jangan memaksa kehendak, jika ingin sesuatu mintalah kepada Sang Maha Pemberi, kita hanya berencana umi, dan Allah lah Maha Berkehendak, mereka tidak berjodoh umi, akan ada jodoh yang lebih baik lagi untuk anak kita" abi memegang tangan umi, ia menenangkan istrinya, umi tersenyum dan segera beristigfar
...*****...
Sementara khanza menunggu khalisa yang sedang memanggil atthar didalam masjid, khanza hanya menunggu diluar sambil melihat lihat suasana pesantren yang sangat asri, disana ada kolam ikan koi dibawah jembatan yamg tidak begitu panjang, juga ada tumbuhan tumbuhan seperti cabe dan sayur lainnya
Pemandangan yang sangat menyejukkan mata, tiba tiba khanza dikejutkan dengan suara deheman seorang laki laki belakangnya dan itu membuat khanza sedikit terlonjak
"Eheemm" khanza menoleh kepada pemilik suara
"Mas atthar? Ngagetin deh" khanza mengusap dadanya, atthar sedikit tersenyum namun ia kembali mengalihkan pandangannya dari wajah khanza
__ADS_1
"Sedang apa disini?" tanya atthar
"Nungguin khalisa, khalisa nyariin mas atthar lo didalam, abi bilang mas atthar sedang memberikan tausiah dimasjid dan umi menyuruh khalisa memanggil mas untuk makan siang" jelas khanza panjamg lebar
"Oooh sekarang sudah selesai" jawab atthar singkat, atthar memang tidak banyak bicara, ia melihat kedalam masjid dan memanggil khalisa
"Mas dicaiin kemana sih?" tanya khalisa
"Mas baru aja mau pulang tapi melihat khanza disini mas samperin" jawab atthar, sangat berbeda saat ia berbicara pada adik kandungnya dan saat ia berbicara kepada wanita lain, ia lebih menjaga jarak jika berbicara dengan wanita yang bukan muhrimnya
"Ooh ya sudah, yuk pulang umi sudah menunggu" jawab khalisa, khanza dan atthar mengangguk mengerti, merekapun pulang bersama
Diperjalanan khalisa berusaha meninggalkan mas atthar dan khanza, khalisa ingin mas atthar lebih dekat dengan mbak khanza, ia berusaha jalan secepat mungkin
"Khalisa" suara bariton mas atthar memanggil khalisa, khalisa mengertk akan teguran itu, ia melemaskan bahunya dan berlan pelan
Atthar memang sedikit pendiam, ia bicara seperlunya saja, berbeda dengan baim kakaknya yang lebih ramah, atthar tidak akan bicara jika tidak diajak bicara, ia lebih baik diam dan berdzikir
"Mas atthar kalau pulang apa memang sering memberi tausiah?" tanya khanza
"Mas atthar kalau pulang jadi idola santriwati mbak khanza" khalisa dengan cepat menjawab pertanyaan khanza, khanza tersenyum mendengar ucapan khalisa, namun khalisa mendapat tatapan tajam dari mas atthar, khalisa hanya tersenyum
"Liat saja nanti setiap habis sholat, santriwati menunggu mas atthar selesai berdoa dan mereka akan berburu untuk menyalami mas atthar, abis maghrib mereka akan menunggu tausiah mas atthar sampai sholat isya akan dimulai" khalisa kembali menggoda masnya, ia tersenyum melihat mas atthar dengan wajah kesal memandanginya
"Memangnya biasanya seperti apa?" khanza kembali bertanya
"Biasanya setelah selesai maghrib akan ada beberapa santriwati yang kembali ke asrama, hanya sedikit yang mengaji dan menunggu isya dimasjid, tapi kalau mas atthar sudah pulang pondok santriwati heboh hahahaa" khalisa tertawa menggoda masnya begitupun khanza
...Bersambung...
...Jangan lupa vote, like dan koment...
...Jangan bosan ya, semoga menghibur...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
__ADS_1