
Malam harinya, ditengah kesunyian malam, atthar kembali melakukan sholat istikharah serata tahajud, atthar memang seseorang yang taat beribadah, ia selalu melakukan ibadah sunnah yang dianjurkan
Atthar selesai mengambil wudhunya, ia memulai ibadahnya dengan khusuk, ia kembali meminta kepada Sang Pencipta, ia berdoa kepada Allah SWT, ia meminta pertunjuk dari yang maha memberi petunjuk
Selesai berdoa ia lanjutkan dengan berdzikir hingga waktu subuh tiba, ia melanjutkan ibadahnya dimasjid bersama keluarganya
Hari ini atthar dan keluarganya berniat akan pergi mengunjungi keluarga aina dan otomatis ia akan berjumpa dengan aina yang InsyaAllah akan menjadi istrinya, tepatnya masih calon istrinya
...****************...
Pagi hari dirumah khanza
Pagi pagi sekali khanza sudah sibuk membuat sarapan untuk ia dan keluarganya, hari ini di berencana akan pergi bertemu daniel dan ia akan membawakan puding buah untuk calon suaminya
Setelah memasak sarapan selesai ia mulai membuat puding, ia memotong buah buahan dengan semangat dan senyuman yang sangat indah, ada kerinduan yang mendalam dari senyuman dan semangatnya pagi ini, pasalnya sudah 1 minggu ia tidak bertatap muka dengan calon suaminya
Khanza mulai mengaduk puding yang sedang dimasaknya, ia akan membuat puding terlezat yang tidak akan pernah dilupakan daniel, ia ingin membuat puding buah karena daniel baru saja sembuh dari sakitnya pikir khanza, jadi ia akan membawa cemilan lezat dan sehat untuk kekasihnya
Mereka akan bertemu ditaman yang tidak jauh dari rumah khanza, khanza serasa tidak sabar ingin segera bertemu, mereka akan bertemu tepat pada pukul 10.00 wib pagi ini
Khanza menghias pudingnya secantik mungkin, ia menata puding dengan sangat cantik yang dipenuhi buah buahan segar, setelah selesai ia memasukkn pudingnya kedalam kulkas, tidak lupa juga ia membuatkan pudingnya yang lezat nan sehat itu untuk kedua orang tuanya
Waktu begitu cepat berlalu, dan sekarang khanza tengah bersiap untuk pergi ketaman, ia sengaja memakai baju olahraga, karena ia akan beralasan untuk berjalan santai ditaman, ia berbohong karena tidak ingin ayah dan ibu mengetahui jika ia berjumpa dengan daniel, pasalnya ia belum bisa memberikan jawaban kepada kedua orang tuanya soal hubungannya dengan daniel yang akan kejenjang pernikahan
Ia menyiapkan puding yang ia buat, ia memasukkan kedalam wadag dan tidak lupa juga ia membawa sendok untuk menikmati puding bersama daniel, setelah semuanya selesai ia pun berpamitan kepada orang tuanya yang sedang menonton televisi
"Ayah ibu khanza peegi ketaman sebentar ya"
"Joging kok siang siang nak" ucap ayah
"Belum siang ini ayah, masih juga jam 9.30 wib" jawab khanza
"Ya sudah perginya hati hati ya, jangan pulang terlalu siang, pulang sebelum dzuhur aja ya" ucap ibu
"Iya bu, baikla khanza pamit ya, da ayah da ibu...assalamualaikum" khanza berpamitan dengan mengucapkan salam tidak lupa ia mencium kedua pipi orang tuanya
"Waalikumussalam" jawab ayah dan ibu
Khanza sudah memesan ojek yang menggunakan aplikasi, ia tidak memakai buss karena jarak antara taman dan rumahnya tidak begitu jauh
__ADS_1
Tak lama kemudian khanza sudah tiba ditaman namun daniel belum menampakkan batang hidungnya, khanza menunggj sambil memainkan ponselnya, saat sedang memainkan ponselnya ia teringat akan aluna yang pulang kepondok pesantren
Khanza menghubungi aluna, ia berencana akan berbicara dengan umi karena ia merasa bersalah tidak memberikan ole ole kepada umi
"Hallo assalamuakaim" ucap khanza pada aluna
"Waalaikumussalam khanza" jawab aluna, ia tersenyum manis
"Mbak una dimana? apakah sedang bersama umi?"
"Tidak dek, ada apa?" tanya aluna kembali
"Aku mau ngomong sama umi mbak, g enak lo aku g bawain apa apa untuk umi" ucap khanza
"Hahahaa...g apa apa kali dek, umi juga g minta balesan, sebentar ya mbak panggilin umi" aluna tersenyum dan berjaan menuju umi
"Umi ini ada khanza ingin bicara" sambung aluna dan umi mengangguk mengiyakan
"Assalamualaikum nak khanza" ucap umi menerima panggilan dari khanza
"Waalaikumussalam umi, umi apa kabar?" tanya khanza
"Alhamdulillah baik nduk, kamu apa kabar? Kapan main kerumah umi lagi?" tanya umi tersenyum
"Alhamdulillah khanza baik umi, InsyaAllah secepatnya khanza main kerumah umi ya, oya umi maaf khanza g bawain umi ole ole, soalnya mbak una juga mendadak bilanginnya umi, jadi g enak sama umi, khanza g bawain apa apa" jelas khanza
"Hihihii..." umi terkekeh
"G apa apa nak khanza, umi g minta balesan kok, kemaren itu kebetulan ada sedikit rezeki" sambung umi
Mendengar umi menyebut nama khanza, mata dan telinga atthar senantiasa melihat umi, ia tidak sadar jika aluna, baim dan abi memperhatikannya
"Iya umi, khanza jadi g enak aja, ntar kalau mbak una atau mas atthar pulang khanza bawain umi ole ole buatan khanza ya umi" ucap khanza tersenyum
"Nah kalau ole ole buatan nak khanza umi g nolak hihihiii" canda umi
"Hahahaa umi bisa aja" ucap khanza
Disaat khanza sedang berbicara, ada yang menepuk bahunya dari belakang, khanza pun menoleh dan itu ternyata kekasihnya daniel
__ADS_1
Khanza tersenyum dan mengisyaratkan daniel untuk duduk disebelahnya, ia menepuk kursi disebelahnya dengan tangannya, daniel pun menurut dan menunggu khanza menyelesaikan panggilannya
"Baiklah umi, khanza pamit dulu ya umi, salam sama abi dan yang lainnya umi, khanza doakan semoga ta'arufnya mas atthar berjalan lancar ya umi"
"Aamiin makasi nak khanza InsyaAllah nanti umi sampaikan, Assalamualaikum" salam umi
"Waalaikumussalam umi" khajza dan umi menyudahi panggilan telefon mereka
Khanza menyimpan ponselnya dan menyapa kekasihnya
"Hai sayang, lama banget, macet ya?" ucap khanza lembut
"Iya sayang, maaf ya aku lama, aku kangen loh, boleh peluk g?" goda daniel, ia sengaja memgalihkan pembicaraannya karen ia sedang berbohong pada khanza, ternyata daniel datang terlambat bukan karena macet namun karena ia baru saja memyelesaikan ibadahnya
"No sayang, ditempat umum loh ini" ucap khanza
"Ooh jadi kalau g ditempat umum boleh ya?" daniel memotong ucapan khanza
"Enak aja, mana boleh, aku belum selesai ngomong uda kamu cut aja" ucap khanza mencibir
"Hahahaa...jadi aku harus apa donk kalau kangen?" goda daniel lagi, ia rindu menggoda kekasihnya, sudah seminggu ia tidak mengganggu khanza
"Ya liatin aja muka aku yang cantik ini" khanza mengedipkan matanya berulang
Daniel mencubit pupi khanza gemas, pesona khanza memang tidak bisa ditolak, sudah cantik, lembut, baik hati dan polos pula, lelaki mana yang bisa menolak wanita seperti khanza untuk dijadikan istri
"Oya aku bawain cemilan sehat buat kamu bentar ya" khanza mengeluarkan pudingnya dan memberikannya pada daniel
.
.
.
...Bersambung...
...Maaf readers kemaren lagi sibuk buat pindahan...
...Doakan lancar ya readers 🥰...
__ADS_1
...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya ...
...Makasi readers...