
Atthar terbangun untuk sholat tahajud, ia melihat disamping kanannya istrinya sedang terlelap, ia tersenyum dan bangun bersandar didipan tempat tidurnya, ia melihat jam dinding dikamarnya menunjukkan pukul 03.00 wib
Ia bangun dan membersihkan dirinya, setelah selesai membersihkan dirinya, ia kembali berada disamping istrinya, ia berjongkok dihadapan istrinya dan mencoba membangunkannya
"Dek...." atthar mencolek istrinya, ia juga mengusap lembut kepalad istrinya
"Dek......tahajud yuk.." atthar kembali membangunkan istrinya, khanza hanya melenguh
Atthar tersenyum melihat istrinya yang lumayan sulit untuk dibangunkan
"Adek....dek...." atthar sedikit menggoyang bahu istrinya, dan itu berhasil
Khanza terkejut saat ia membuka matanya, suaminya sudah berada tepat dihadapannya, ia buru buru bangun dan duduk
"M..mas atthar" ucap khanza
"Kenapa terkejut seperti itu?'' tanya atthar
Khanza menggelengkan kepalanya dan menghela nafasnya
"Mas ngagetin khanza aja"
''Benarkah? Maafkan mas ya, ya sudah sekarang bangun dan bersihkan dirimu, kita akan segera tahajud, tapi mas wudhu sebentar ya" ucap atthar
Khanza menganggukkan kepalanya dan ia melihat kearah jam dinding, ternyata sudah pukul 3.30 wib, setelah atthar keluar dari kamar mandinya, khanza pun segera membersihkan diri
Mereka melaksanakan sholat tahajud bersama, ini kali pertama khanza dan atthar hanya sholat berdua, setelah sholat dan membaca doa, khanza menyalami serta mencium tangan suaminya, dan atthar megusap lembut kepala istrinya
Setelah sholat atthar membuka Al-Qurannya, ia akan mengaji menunggu waktu subuh, atthar juga mengajak istrinya untuk mengaji bersama
Awalnya, khanza terpana mendengar suara merdu suaminya, atthar sangat pandai melantunkan ayat suci Al Quran, dengan tajwid yang menyertai bacaannya membuat bacaan atthar semakin merdu
Khanza istrinya menghampirinya, ia duduk disamping suaminya yang menyandar didipan tempat tidur
Atthar melihat istrinya mendekat, ia melihat kearah istrinya dan mengangkat kedua alisnya serta kepalany, seolah olah bertanya, khanza hanya tersenyum menampakkan gigi putihnya
"Ada apa dek, kenapa melihat mas begitu? Ayo ngaji" ucap atthar tersenyum
__ADS_1
"Khanza mau mengaji seperti mas, sangat enak didengar" ucap khanza
"Syukron ukhti" ucap atthar tersenyum sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda terimakasih, ia menggoda istrinya
"Khanza serius maaaaasss" ucap khanza merengek
"Boleeeh dek, coba kamu ngaji dulu, mas mau dengar, nanti jika salah mas benerin" ucap khanza
Khanza melantunkan ayat suci Al Quran, atthar mendengarnya dengan seksama dan terkadang ia juga membenarkan bacaan istrinya yang salah
Ia mengajarkan tajwid pada istrinya, khanza memang bisa mengaji namun ucapan dan tajwidnya belum pas seperti atthar yang memang sudah ahli Al Quran
Waktu subuhpun tiba, khanza mengajak suaminya untuk sholat berjamaah bersama ayah dan ibu karena biasanya ayah dan ibu akan sholat berjamaah diwaktu subuh
Setelah sholat subuh berjamah khanza beranjak kedapur untuk membuatkan minuman dan sarapan seperti biasanya, hari pertama mereka menjadi pasangan suami istri merupakan hari yang membahagiakan bagi atthar, ia membantu istrinya didapur
"Mas mau ngapain?" tanya khanza sambil mengaduk kopi yang ia buatkan
"Mas mau bantuin dek, apa yang bisa mas bantu?" ucap atthar
"Bantuin apa mas, g usah mas, kanza biasa sendiri kok mas, mas duduk aja tu sama ayah didepan" ucap kanza menolak bantuan suaminya
Ibu yang baru saja keluar dari kamarnya melihat atthar sedang membawa nampan
"Eh kamu ngapain nak? khanza kemana nak? kenapa kamu yang bikinin air?" ibu menyapa menantunya yang membawa air, ibu berpikir atthar lah yang membuatkan air
"Khanza ada didapur bu, sedang memasak sarapan, ini khanza yang bikinin bu, saya hanya membantunya membawakan kedepan" ucap atthar lembut
"Oalah sudah sudah, biar ibu saja yang bawakan, kamu duduk saja bersama ayah" ucap ibu yang akan mengambil nampan dari tangan atthar
"G apa apa bu, biar atthar saja yang membawanya" ucap atthar menolak, ia sedikit memiringkan tubuhnya agar ibu tidak mengambil nampan yang ada ditangannya
Khanza yang tiba tiba muncul dari arah dapur dengan membawakan nasi goreng buatannya ke meja makan mendapat teguran ibu
"Kenapa kamu biarin atthar membawa minuman nak?" tanya ibu lembut
"Dia yang mau bu, khanza g ada nyuruh kok buk" ucap khanza
__ADS_1
"Sarapannya sudah siap bu, kita sarapan yuk" ajak khanza
"Ya sudah ayo, panggil suamimu ya" ucap ibu dan ibu menyiapkan piring makan untuk keluarganya
Khanza memanggil ayah dan suaminya untuk sarapan bersama, mereka makan sambil berbincang, waktu sudah menunjukkan pukuk 06.10 wib matahari sedikit demi sedikit mulai memancarkan sinarnya
Setelah makan atthar mengajak khanza untuk berjalan pagi, ia ingin menghirup udara pagi yang segar dihari ia menyandang status bergelar suami dan khanz menuruti keinginan suaminya, mereka berpamitan pada ayah dan ibu
"Mau jalan kemana mas?" tanya khanza
"Jalan keliling aja dek, ntar kalau kamu capek kasi tau mas ya, biar qs gendong" ucap atthar menggoda istrinya
"Malu donk mas gendongan didepan umum" ucap khanza
"Jadi kalau tidam didepan umum apa berarti boleh?" atthar menatap istrinya dengan mengangkat kedua alisnya, mereka saling menatap, atthar tersenyum jahil
Khanza hanya tersenyum malu, ia tidak bis menjawab pertanyaan suaminya, mereka berjalan santai sambil menyapa warga yang mereka temui
Atthar melihat kebawah, ia melihat tangan istrinya yang berayun, lalu ia mengambil tangan istrinya dan menggenggamnya erat, khanza melihat kearah suaminya dan begitupun atthar, atthar tersenyum
"Kalau seperti ini didepan umum boleh g?" attar tersenyum, ia kembali menaikkan kedua alisnya
"Kalau suami istri itu pegangan tangan saat berjalan, itu sunnah dek" attar tersenyum jail
"Beneran?" tanya khanza tdak percaya
"Looh bener donk" atthar menjawabnya sambil tertawa
.
.
.
...Bersambung...
...Lanjut besok ya guys maaf telat hari ini banyak urusan...
__ADS_1
...Makasi readers 🥰...