
Khanza sudah menunaikkan kewajibannya sebagai seorang istri, begitu juga atthar yang sudah mendapatkan haknya sebagai seorang suami, kesabarannya menunggu khanza membuahkan hasil, ia bahagia istrinya bisa menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya dan memang seharusnya seperti itu
Atthar membimbing istrinya, sebelum melakukan hubungan suami istri, atthar dan khanza berdoa kepada Allah SWT jika diberikan rezeki dari apa yang mereka lakukan malam ini hendaklah menjadi keturunan yang sholeh dan dijauhkan dari gangguan setan
Atthar memperlakukan istrinya dengan lembut, ia mengikuti apa yang disunnahkan oleh Rosulullah SAW yaitu mencumbu istrinya terlebih dahulu
"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu melakukan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR.Tirmidzi)
Khanza senang dengan perlakuan atthar saat menyentuhnya, ia benar benar hanyut dalam belaian atthar, keduanya pun menyatu dan menikmati malam mereka
...****************...
Subuh harinya atthar bangun ingin melaksanakan sholat tahajudnya, ia melihat kearah istrinya yang masih terlelap tidur, ia tersenyum dan membelai rambut istrinya
Khanza tidur berbantalkan lengan suaminya, ia memeluk suaminya erat, seperti sangat nyaman berada dipelukan suaminya
"Sayang......sayang bangun" ucap atthar mengelus pipi istrinya tersenyum
Khanza melenguh dan semakin mengeratkan pelukannya, ia seperti bayi yang menempel dibawah ketiak ibunya
"Sayang...bangun donk, sholat yuk" atthar masih berusaha membangunkan istrinya
Kini khanza perlahan membuka matanya, ia melihat suaminya sedang menatapnya tersenyum, atthar mengangkat kedua alisnya tersenyum jahil, ia suka sekali menggoda istrinya, khanza tersenyum malu dan bersembunyi dibawah lengan suaminya, ia semakin erat memeluk suaminya
"Jangan diliatin teruus malu tahu mas" khanza berucap manja
"Hahahaa...mas seneng deh liat wajah kamu yang muka bantal, cantik banget" ucap atthar memuji suaminya
"Makasiiiii" khanza melihat kearah suaminya, ia mengelus pipi suaminya lembut
"Sayang....." atthar menjeda ucapannya
Khanza tersenyum mendengar atthar yang memanggilnya sayang, ia merubah panggilannya dan ternyata itu lebih disukai khanza
"Enak banget dipanggil sayang" khanza tersenyum gemashh, ia juga menggoda suaminya dan suaminya tertawa
__ADS_1
"Mau juga donk ngerasain enaknya dipanggil sayang" ucap atthar tak mau kalah dan khanza hanya tersenyum malu
"Kita mandi yuk, ntah keburu subuh" ajak atthar suaminya, khaza sedikit kaget, ia mengerutkan dahinya
"Berdua?" tanya khanza tak percaya
Atthar tersenyum menunjukkan gigi putihnya
"Iya sayang, kalau mandinya sendri g keburu tahajudnya, bentar lagi udah mau subuh" ucap atthar perlahan bangun
Khanza hendak menggapai poselnya ingin melihat jam yang tertera diponsel, namun suaminya dengan cepat mengambil ponselnya dan menaruhkannya kembali diatas tempat tidur
"Uda sayang ayo, nanti kita telat" atthar menggenggam tangan istrinya dan ia membawa kanza kekamar mandi mereka
Atthar tersenyum senang, ia berhasil mengelabui istrinya, lama mereka berada dikamar mandi, ternyata atthar memandikan istrinya begitupun sebaliknya, khanza sugguh bahagia memiliki atthar, Allah tidak pernah salah dalam segala hal, rejeki, jodoh serta lainnya
Setelah selesai mandi, mereka bersiap untuk sholat tahajud berjamaah, khanza yang tahu jika waktu subuh akan segera tiba, ia terburu untuk memakai baju, saat khanza melihat ponselnya, ia terkejut ternyata waktu masih menunjukkan pukul 03.45 masih ada 50 menit lagi memasuki waktu subuh
Ia melihat suaminya dengan tersenyum, suaminya sedang mengenakan pakaiannya santai
"Modus?? " atthar memutar tubuhnya menghadap istrinya, ia tersenyum mengedipkan sebelah matanya
"Modusnya hanya sama istri sendiri" atthar tanpa sadar mencolek hidung istrinya
"Yaaaahh maaasss batalkan wudhunya" ucap khanza merengek manja
"Astagfirulah dek, mas lupa hehehe, mas juga batal" atthar tertawa memeluk istrinya, khanza pun ikut tertawa
"Mas kalau uda deketan sama kamu suka lupa sayang, bawaannya pengen nyolek aja" atthar menggoda istrinya, khanza memukul dada suaminya pelan sambul tertawa, atthar mencium kening istrinya dan juga pipi istrinya
"Tukan bawaannya pengen nyium" ucap atthar lagi, sejatinya wanita memang senang digombal oleh pria, apa lagi pria itu suaminya, begitu juga khanza ia tertawa mendengar gombalan suaminya
Mereka kembali berwudhu dan melaksanakan sholat tahajud berjamaah, mereka berdoa apa yang mereka lakukan sebagai suami istri akan segera membuahkan hasil, meski paham akan ketetapan Allah, namun mereka akan berusaha dan berdoa, pasangan mana yang tidak menginginan keturunan
Adzan subuh berkumandang, atthar merangkul bahu istrinya dengan mesra untuk menuju ke masjid, itu tidak membatalkan wudhu keduanya karena beralaskan mukena dan hijab istrinya
__ADS_1
Ditengah tengah perjalanan mereka menuju kemasjid banyak sekali para santriwati yang menegur mereka, khususnya menegur atthar
"Assalamualaikum pak ustadz" ucap salah satu dari santriwati yang melewati mereka dan begitulah seterusnya
Sesekali ada juga santriwati yang menegur khanza dan khanza menjawabnya dengan tersenyum
"MasyaAllah fans kamu mas, dari puluhan yang nyapa mas hanya 2 sampai 3 orang saja yang melihat khanza disamping mas" sindir khanza
Atthar tertawa renyah mendengar sindiran suaminya, ternyata istrinya juga bisa cemburu dengan santriwati santriwati yang ada dipondok
"Ya mas g tahu sayang, kenapa mereka hanya menyapa mas saja, heeheheee" ucap atthar sambil tertawa
"Apa ini bisa dikatakan cemburu hmm?" atthar menanyakannya pada istrinya, ia sudah bersyukur jika khanza benar benar sudah melupakan daniel, tapi atthar ingin tau yang sebenarnya, apa istrinya benar benar cemburu dengan para santri atau tidak
"Ya wajar donk khanza cemburu mas, itu namanya tidak menghargai istri mas yang berada disebelah" ucap khanza kesal dan atthar kembali tertawa
"Alamdulillah ya Allah istriku bisa cemburu, cemburu itu tandanya sayang, Alhamdulillah" ucap attar bersyukur
"Khanza serius loh mas, kok malah diledek?" khanza semakin kesal karena menganggap suaminya bercanda
"Loh mas juga serius itu tandanya mas sudah sepenuhnya berada disini" atthar menunjuk dada istrinya
"Benar? Apa mas sudah sepenuhnya mengisi hati istri mas yang solehah ini? apa yang lalu benar benar sudah tersingkirkan?" tanya atthar, ia ingin meyakinkan hatinya dan hati istrinya jika mereka berdua sudah saling mencintai menyayangi
.
.
.
...Bersambung...
...Terimas kasih readers 🥰🙏...
...Jangan lupa vote like koment dan hadiahnya...
__ADS_1