
Weekend Telah Tiba
Sesuai janji khanza dan aluna mereka akan pergi kepusat perbelanjaan di tengah kota, khanza dan aluna akan bertemu disana, khanza menaiki buss sementara aluna ditemani suaminya baim
Setelah pamit kepada ayah dan ibu, khanza berjalan menuju halte buss yang tidak jauh dari rumahnya, ia berjalan sambil mengabari kekasihnya daniel, daniel juga membalas pesan dari khanza, ia akan bersiap untuk beribadah setiap minggu
Tak lama kemudian khanza telah sampai dihalte buss dan sangat kebetulan sekali buss yang dinaiki khanzapun segera tiba, khanza langsung menaiki buss yang akan membwanya kesebuah pusat perbelanjaan tengah kota
Sesampainya disana waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 wib, ia pun menghubungi aluna dan Alhamdulillah aluna juga akan segera sampai sehingga khanza tidak berlama lama menunggu, mereka janjian untuk ketemu di sebuh restoran yang berada didalam pusat perbelanjaan tersebut untuk makan siang terlebih dahulu, khanza menyetujuinya dan seger menunggu disana
Tak butuh waktu lama khanza menunggu seoeang diri, aluna segera hadir dan menyapanya, khanza pun tersenyum senang
"Assalamualaikum dek, sudah lama menunggu? Maaf ya mbak telat" ucap aluna memeluk khanza
"Wa'alaikumussalam mbak, g telat kok, aku juga belum lama nyampe mbak, assalamualaikum mas baim" ucap khanza menyapa baim
"Wa'laikumussalam, mas ikutan g apa apa ya?" izin baim
"G apa apa la mas, santai aja" khanza tersenyum
"Iya ni dek, g apa apa ya mas baimnya ikut, dia kekeh mau ikut katanya biar g capek ntar kita naik buss hehehee" bela aluna
"Iya g apa apa mbak, bagus donk mbak, aku juga g lama palingan abis cari gamis dan hijab kita pulang" ucap khanza
"MasyaAllah beneran dek? Kamu mau berhijab?" aluna tersenyum sumringah dan khanza mengangguk tersenyum malu
Obrolan mereka teehenti sejenak dikarena pelayan restoran datang membawa buku menu makanan, merek pun memesan makan siang
"Iya mbak aku InsyaAllag mau berhijab, ajarin ya mbak" ucap khanza menyambung obrolan mereka
"Alhamdulillah, ya Allah mbak seneng banget dengernya, ngomong ngomong mbak tau alasannya apa? Kenapa tiba tiba?" tanya aluna kepo sementara baim hanya diam mendengarkan sambil bermain dengan ponselnya
"Hmmmmm apa ya, ingin berbenah aja mbak, aku teringat ucapan mas atthar waktu dia ngasi tausiah, jika wanita tidak berhijab mereka membawa ayah dan suaminya serta saudara laki lakinya masuk neraka," ucap khanza
__ADS_1
Lagi lagi ucapan mereka terhenti dikarenakan pesanan makan siang merek sudah tiba, dan merek melanjutkan obrolan mereka sambil menyantap makan siang
"MasyaAllah dek, mbak seneng banget dengernya, ayah dan ibu pasti seneng banget liatnya apa lagiendengar alasan kamu memakai hijab, ayah pasti terharu" ucap aluna memegang tangan khanza, khanza mengangguk
"Baiklah sekarang dulu, abis makan kita sholat dan lanjut belanja oke" sambung aluna
"Oke mbak, sip, mari makan mas baim" tawar khanza
"Mari mari silahkan" jawab baim
Mereka pun lanjut menyantap makan siangnya, dan kali ini ditraktir oleh mas baim, setelah menyelesaikan siang mereka, aluna mengajak khanza untuk kemusholla yang ada didalam pusat perbelanjaan, mereka segera untuk menunaikan sholat dzuhur dan mereka sholat berjamaah yang di imami oleh baim
Usai sholat berjamaag dzuhur aluna akan menemani khanza untuk membeli beberapa hijab dan gamis serta pakaian untuk wanita muslimah, baim mengikuti mereka dari belakang, sudah seperti bodyguard saja wkwkwkwk
"Mbak bagusnya baju seperti apa ya mbak yang buat aku?" ucap khanza
"Baju apapun cocok buat kamu dek, yang penting hijabnya menutup dada dan tidak memperlihatkan bentu tubuh kita, jangan seperti berpakaian namun telanj*ng" ucap aluna menjelaskn
"Maksudnya mbak? Berpakaian tapi telanj*ng?" tanya khanza lagi dan aluna mengangguk
"Bakla mbak, bismillah aku berniat untuk menjadi lebih baik dengan dimulai menutup auratku" ucap khanza tersenyum
"Aamiin, niat kamu uda bagus banget dek, InsyaAllah akan Allah mudahkan dan Allah tuntun kamu untuk lebih baik lagi" ucap aluna
"Aamiin makasi ya mbak" khanza merangkul aluna
Mereka berjalan memyusuri pusat perbelanjaan untuk mencari cari pakaian muslim dan hijab yang sesuai untuk khanza, sesekali mereka mampir dan membeli beberapa
Sudah 1 jam lebih mereka berputar di beberapa toko yang ada dipusat perbelanjaan, mereka sudah mengantongi beberapa paper bag hasil belanja mereka
"Mau lagi apa uda cukup?" tanya aluna, karena sekarang khanza sudah mengantungi 8 hingga 10 paper bag ditangannya dan itu dibantu oleh aluna
Baim juga sempat menawarkan istrinya untuk berbelanja, namun aluna menolak, hari ini hari khusus buat ia menemani khanza saja, mendengar dan melihat khanza ingin berhijab saja membuatnya sangat senang dan bahagia
__ADS_1
"Oya dek g sekalian ganti baju yang kamu pakai?" usul aluna
"Oya bener ya mbak, sekalian aja aku ganti baju ya pulang pulang uda berhijab pasti ayah dan ibu seneng banget" ucap khanza membayangkan wajah bersinar ayah dan ibunya
Aluna kembali menemani khanza untuk mencari baju ganti, setelah lama berkeliling akhirnya khanza menemukan baju yang cocok untuk dirinya, ia pun langsung mengganti bajunya, begitu juga dengan hijab, ia langsung memakainya untuk menutupi rambutny, aluna membantunya
"MasyaAllah anak siapa sih ini cantik banget berhijab" ucap aluna
"Mbak bisa aja deh, uda yuk mbak, aku uda capek mbak" ucap khanza, aluna mengangguk dan setelah membayarnya merekapun segera keluar dari toko tersebut
Khanza, aluna dan baim sudah menyelesaikan urusan mereka dipusat perbelanjaan, tepatnya urusan khanza, aluna dan baim hanya sekedar menemaninya saja, sekarang waktunya mereka pulang, baim dan aluna mengantarkan khanza untuk pulang, khanzapun setuju
Khanza dan aluna menunggu baim dilobby, mereka berbincang sambil menunggu, tak lama kemudian baim pun datang menjemput mereka, diperjalanan menuju kerumah khanza, baim menghentikan mobilnya dipinggir jalan, ia melihat ada kang cendol yang sedang berjualan di trotoar jalan dan disana ramai sekali pengunjung terlebih lagi ia berjualan tepat didepan gereja besar ditengah kota
Jadi rata rata pembeli yang ada adalah para pengunjung rumah ibadah tersebut, baim mengajak khanza dan aluna untuk minum sebentar, ia merasa sangat haus, khanza dan aluna pun setuju dan turun mengikut baim, mereka duduk dibangku yang telah disediakan oleh penjual cendol dan baim pun memesankan cendol untuk mereka bertiga
Tak lama kemudian minuman mereka sudah datang, mereka meminumnya sambil sesekali mengobrol, disaat sedang asik mengobrol, khanza seperti melihat seseorang yang sangat ia kenali yaitu adiknya daniel
Khanza terus memperhatikan adik daniel yang baru saja keluar dari tempat ibadah tersebut, lama ia memperhatikan adik daniel dan tak lama kemudian ia semakin dibuat shock dengan apa yang dilihatnya, gelas yang ia pegang hampir saja terjatuh, ia melihat daniel yang baru saja keluar dari tempat ibadah tersebut bersama seorang lelaki paruh baya yang kemungkinan itu papanya daniel
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
...Baca juga novel aku lainnya ya...
__ADS_1
..."Menunggu cinta" dan "Ameera"...