
"Jika ayah dan ibu memberitahumu siapa laki laki tersebut, ayah mohon pikirkan baik baik, ayah tidak meminta jawabanmu malam ini juga, ayah akan berikan kamu waktu untuk berpikir dan meminta petunjuk pada Allah" ucap Allah dan khanza mengangguk menyetujui ucapan ayah
"Laki laki itu adalah Atthar nak" ucap ayah
Mendengar nama atthar disebut, khanza langsung menatap ayahnya, ia seakan tidak percaya jika atthar lah yang melamarnya
"Mm...mas atthar ayah? Mas atthar anak abi dan umi?" tanya khanza seakan tidak percaya
"Iya nak, atthar anak dari abi dan umi" timpal ibu
"Ta..tapi bu mas atthar baru saja memutuskan ta'arufnya pada mbak aina bu" ucap khanza
"Iya nak, atthar menceritakan segalanya kepada ayah dan ibu, tidak ada kebohongan yangia tutupi dari kami" ucap ibu lembut
"Ia juga menceritakan, jiika ia membatalkan ta'arufnya pada aina itu disebabkan kebimbangan hatinya, antara menikahi aina dan ingin menikahimu, ia dihadapkan dengan dua pilihan, Alhamdulillah Allah memberikan petunjuk padanya dan kamulah orangnya nak" sambung ibu
"Sama dengan mimpimu sayang, kamu dihaapkan dengan kebimbangan dan Allah memberimu mimpi yang indah menurutmu, apa kamu tidak berpikir jika itu adalah atthar?" timpal ayah
Khanza terdiam memikirkan mimpi yang ia dapatkan setelah ia berulang kali melakukan sholat istikharah meminta petunjuk dari Allah
"Khanza tidak berpikir sampai kesana ayah, khanza rasa mas atthar tidak pantas beristrikan khanza, karena khanza tidak sebanding dengannya, khanza masih belajar untuk menjadi lebih baik ayah, dan khanza tidak sesoleha mbak aina yah yang sudah paham betul tentang agama" ucap khanza menunduk
"Nak, nak atthar akan membimbingmu sayang, seorang suami tidak perlu istri yang sempurna sayang, yang paling penting didalam rumah tangga itu adalah saling melengkapi dan saling mengerti" ucap ayah
"Tidak ada yang sempurna didunia ini nak, kesempurnaan hanyalah milih Allah semata" timpal ibu
Khanza mengangguk tersenyum, ia memikirkan apa yang diucapkan ayah dan ibunya dan tak lama ia tersenyum
"Ayah, ibu....khanza...." khanza menundu, ia menjeda ucapannya
"Mmmm Khanza menerima lamaran mas atthar" ucap khanza tersenyum melihat kearah kedua orang tuanya
"Alhamdulillah ya Allah, Alhamdulillah" ucap ayah bersyukur, sementara ibu langsung memeluk anaknya dengan gembira
"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih ya Allah, terimakasih nak, terimakasih" ucap ibu haru
"Ibu kok malah nangis?'' tanya khanza
"Ibu nangis bahagia nak, ibu sangat bahagia" ucap ibu yang semakin haru
Khanza membuat kedua orang tuanya bahagia hanya dengan menerima lamaran atthar, ia merasa senang dan tersenyum bangga sudah mengukir senyum diwajah kedua orang tuanya
"Baikla ibu, ayah khanza permisi masuk kamar dulu ya, terimakasih ayah dan ibu" ucap khanza mencium kedua orang tuanya
__ADS_1
Khanza memasuki kamarnya dan mengambil ponselnya, ia mencari nama aluna diponselnya, ia akan membicarakannya kepada aluna
"Assalamualaikum mbakuna, sibuk g?" ucap khanza pada alun
"Waalaikumussalam dek, g sibuk kok,memangnya kenapa?" tanya aluna
"Mbak aku mau cerita nih" ucap khanza
"Boleh, cerita apa?"
"Mbak tau g ada yang lamar aku loh" khanza memancing aluna
"MasyaAllah benar kah? apa kamu menerimanya?" tanya aluna pura pura tidak tahu, ia menggoda khanza
"Pulang pulang uda dilamar aja ya hihihii" aluna menggoda khanza
"Mbak beneran g tau siapa laki laki yang melamar aku?" khanza memicingkan matanya curiga, ya walaupun aluna tidak melihatnya
"Hahahaa...siapa sih mbak g tau loh" aluna masih menggodanya
"Kamu terima g? Awas ya kalau g, hahaha" aluna tertawa menggoda khanza
"Tuh kan mbak pasti tau deh" ucap khanza tersenyum
"Ya tau donk, kamu terima g lamarannya atthar?" tanya aluna
"G mau saudaraan sama mbak ya? Masih cinta sama daniel?" belum selesai khanza berbicara aluna sudah menyelanya dan membuat khanza tersenyum
"Galak banget sih mbak aku yang satu ini hahahaa"
"Aku terima kok mbak lamaran adik ipar mbak, tapi....aku belum cinta mbak, aku harus ketemu daniel dulu untuk menjelaskan semuanya kepada daniel agar daniel tidak menganggu khanza lagi" sambung khanza
"Alhamdulillah, selamat ya adikku sayang, sekarang kita akan jadi kakak adik beneran hahahaa" ucap aluna
"Soal cinta akan datang seiring waktu dek, pacaran setelah menikah akan lebih seru dan halal, percayalah, mbak sudah menjalaninya, dan soal jika kamu ingin menyelesaikannya mbak akan menemani kamu bertemu dengannya" sambung aluna
"Tapi ibu g izinin mbak, karena aku ceritain daniel merampas ponsel mbak, jadi ibu takut daniel akan bertindak nekad jika mendengar aku akan menikah" jelas khanza
"Bener juga loh dek, g usah cari masalah deh, sepertinya daniel g bisa berpikir jernih karena kehilangan kamu dan itu bahaya banget, ntar kalau dia ngelakuin hal yang diluar pikiran kita kan bahaya" jelas aluna
"Itu dia mbak yang ibu takutkan, ntar aja deh ketemunya, atau g nanti aku jelasin aja melalui ponsel" ucap khanza
"Ya dek sepertinya itu lebih aman, eh sekali selamat ya dek, semoga lancar hingga hari H nanti ya" doa aluna untuk calon iparnya
__ADS_1
"Aamiin makasi ya mbak, oya mbak boleh g aluna minta nomer ponselnya mas atthar" tanya khanza malu
"Oh mau menghubungi calon suami kah?" goda aluna
"Iiih appaan sih mbak" khanza tersenyum malu
"Hahahahaa..pasti wajahnya memerah deh, hahaa..nanti mbak kirimin ya" ucap aluna
"Ok mbak baik, makasi ya mbak, aku tutup dulu assalamualaikum" ucap khanza mengakhiri panggilannya
Khanza termenung terbaring ditempat tidurnya sambil memeluk ponsel menunggu pesan dari aluna
"Kenapa mas atthar tiba tiba melamarku ya? Kenapa mendadak sekali" khanza berbicara sendiri
Ting...
Akhirnya pesan dari alauna yang mengirimkan nomer ponsel atthar pun tiba, khanza membukanya dan melihatnya, ia menyimpan nomer ponsel atthar dengan 'mas atthar'
Ia menimbang nimbang ingin menghubungi mas atthar, ia ingin bertanya apakah benar atthar melamarnya
Akhirnya setelah sekian menit berpikir khanza memutuskan untuk mengirim pesan pada atthar
Khanza mengirim apa yang ingin ia tanyakan, ia sudah mengetik sesuatu diponselnya namun kembali dihapus karena menurutnya tidak sesuai dan itu terjadi berulang kali
Akhirnya ia pun menuliskan pesn singkat yang ia rasa sudah pantas dan sopan kepada atthar
...****************...
Dibelahan dunia lain, terlihat seseorang sedang tesenyum menerima pesan dari calon istrinya, ia membacanya dengan seksama dan mencermati setiap kata yang dikirim oleh calon istrinya, dan ia akan segera membalasnya dengan senang hati
"Assalamualaikum mas atthar, ini khanza mas, apa mas sibuk? Apa khanza boleh bertanya sesuatu?" tulis khanza
"Wa'alaikumussalam khanza, Alhamdulillah mas tidak sibuk, mau bertanya apa?" balas atthar tersenyum
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
...Terimakasih readers setia...
...Doain up nanti malam lagi ya...