Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
118


__ADS_3

Merekapun tertidur pulas, melepaskan lelah yang hampir satu hari ini mereka habiskan untuk berbelanja perlengkapan calon buah hati mereka


Sanking lelahnya ternyata mereka tertidur hingga subuh dan mereka melewatkan makan malam mereka sehingga khanza terbangun pukul 03.00 wib karena merasa sangat lapar


Khanza tidak membangunkan suaminya karena ia tahu suaminya juga sangat lelah menemaninya dari pagi hingga kesore


Ia pergi kedapur sendirian dan mulai memasak mie instan, tetapi melihat bahan bahan masak yang serba ada dilemari pendingin ia pun ingin memasak lauk pauk


"Sekalian masak aja deh, jadi nanti mas atthar bisa langsung makan abis sholat subuh, kasian mas atthar capek banget" ucap khanza pada dirinya sendiri


Khanza mulai memasak beberapa macam makanan, ia sangat bersemangat sekali dalam menjalani hobbynya karena sudah lama sekali ia tidak pergi kedapur untuk menyalurkan hobbynya


Ya, semenjak ia hamil atthar dan orang orang yang menyayanginya sangat menjaganya sehingga mereka melarang khanza untuk memasak karena kondisi khanza yang tidak boleh terlalu lelah


Mendengar suara kebisingan yang samar samar, atthar terbangun, ia melihat istrinya sudah tidak berada ditempat tidur, kemudian ia melihat jam yang ada didinding kamarnya, waktu menunjukkan pukul 04.00 wib


Atthar bangun dan segera berwudhu, seperti biasa ia melakukan sholat tahajud, setelah sholat ia pun melihat istrinya didapur, ia melihat begitu banyak makanan yang sudah dihindangkan diatas meja makan, ia heran dan kembali berjalan kedapur


"Sayang.....kenapa masak pagi pagi sekali? Ntar capek loh" Ucap atthar tersenyum memeluk istrinya


"Hah...iiih mas ngagetin deh" khanza mencium pipi suaminya


"Khanza lapar mas, tadinya hanya mau masakin untuk diri sendiri tapi ngeliat isi kulkas penuh ya uda deh masak sekalian untuk mas" khanza tersenyum


"Sudah sholat tahajud belum?" Tanya atthar lembut masih dengan memeluk istrinya yang sedang cuci piring


"Astagfirullah mas, keasikan masak khanza sampai lupa waktu" ucap khanza sedikit panik


"Ya sudah istri mas sholat dulu ya, biar mas yang lanjutin cuci piring" ucap atthar melepaskan pelukannya


"Makasi suamiku" lagi khanza mencium suaminya dan atthar tersenyum senang


Khanza berlalu menuju kekamar untuk berwudhu dan sholat tahajud, setibanya ia dikamar mandi ia sedikit terkejut dengan adanya flek berwarna dicelana dalamnya


"Astagfirullah apa ini?" Khanza menghela nafasnya


"Apa karena aku kecapean ya?"sambung khanza, ia merasa khawatir pada dirinya dan bayinya

__ADS_1


"Sehat sehat sayang umma, jangan keluar dulu sayang belum waktunya, sebentar lagi ya sayang, sabar yaaa" khanza kembali berbicara sambil mengusap usap perutnya


Iapun melaksanakan sholat tahajudnya, disela sholat tahajudnya ia kembali merasakan seperti ada yang keluar dari vaginanya, ia tetap melaksanakan sholatnya hingga selesai


Setelah selesai sholat ia kembali melihat hal yang sama di ****** ********, ia kembali khawatir namun ia tidak memberitahukannya kepada suaminya, ia takut atthar akan memarahinya


Iapun mencari tahu apa yang sebenarnya dialaminya, ia mencari tahu melalui ponselnya, setelah ia tahu apa yang ia alami ia semakin khawatir, ia mengikuti petunjuk yang ia baca, ia berbaring untuk beristirahat, khanza berharap jika lendir dan flek itu tidak keluar lagi dari vaginanya


...**********...


Setelah lama menunggu istrinya yang tak kunjung tiba dimeja makan, atthar memilih untuk pergi kekamar melihat istrinya


"Sayang....adek kenapa? Katanya laper" tanya atthar mendekati khanza


Khanza terdiam, jelas sekali diwajahnya jika ia khawatir, ia hanya tersenyum seadanya


"Heii.. kenapa khawatir begitu? Ada apa sayang? Cerita sama mas dek" melihat wajah istrinya yang khawatir attharpun turut khawatir


"Mas..." khanza ingin memberitahukan atthar tentang keadaanyya namun ia takut


"Ada apa dek? Coba cerita sama mas, jangan bikin mas khawatir donk" ucap atthar dengan lembut, ia memegang tangan istrinya


Khanza semakin menggenggam tangan suaminya erat


"Setelah khanza cari tau di ponsel itu tanda mau melahirkan mas, padahalkan belum waktunya, khanza takut lo mas, dan disana khanza baca harus istirahat total mas" sambung khanza dengan suara yang sedikit bergetar


"Astagfirullah sayang, kenapa g ngomong sayang?" Atthar menenangkan istrinya yang ingin menangis, ia tahu perasaan istrinya yang sangat khawatir


"Mas ambilin makanannya ya sayang, adek istirahat aja, ok, sebentar ya" ucap atthar


Khanza mengangguk dan atthar pun berlalu pergi untuk mengambil makanan yang sudah dimasak oleh istrinya, ia mengambil porsi jumbo karena ia juga akan makan bersama istrinya


Setelah selesai menyuapkan makanannya, atthar kembali kekamar dengan membawa baki tang berisi makan pagi mereka beserta airnya


"Ini sayang, mas suapin ya" atthar tersenyum dan menyuapi istrinya


Khanza hanya diam saja, ia benar benar khawatir karena kembali ia merasakan jika flek itu keluar lagi, ia semakin khawatir terlihat sangat jelas dimatanya

__ADS_1


"Kenapa dek? Apa dia keluar lagi? Banyak g?" Tanya atthar dan khanza hanya mengangguk


Sesaat kemudian, setelah beberapa suap nasinyang masuk diperutnya, tiba tiba perut khanza mulai merasa sakit, ia memegangi perutnya namun rasa sakitnya bisa ia tahan


Ia teringat tentang apa yang ia baca, "jika flek semakin bangak dan disertai dengan mules diperut sebaiknya pergi kerumah sakit terdekat"


"Mas perut khanza mules, khanza udahan makannya ya" ucap khanza


"Kenapa dek? Apa sakit banget? Belum mau lahiran kan sayang?" Tanya atthar panik, attharpun meletakkan makanannya, ia mengusap perut istrinya berharap rasa sakit yang diderita istrinya bisa berkurang


"Apa kita kedokter saja sayang?" Tanya atthar lagi


"Masih subuh mas, ntar aja deh mas, adzan juga belum" ucap khanza yang mengira dirumah sakit orang orang belum bangun tidur


"Ya g apa apa sayang, subuh subuh gini ada kok orang dirumah sakit, kita ke UGD sayang, mas takut loh" atthar lebih khawatir dan panik dibandingkan khanza, ia takut terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya


"Ayola sayang, mas ambilin baju dan hijabnya ya" ucap atthar dan khanzapun mengangguk pasrah, karena perutnya semakin mules


Tak lupa atthar menghubungi ummi dan ibu mertuanya, mendengar berita jika khanza sudah sakit dan keluar bercak darah, ummi dan ibu yang sudah berpengalaman langsung ingin mengunjungi anaknya


Pagi pagi sekali ibu dan ayah bersiap untuk langsung melakukan perjalanan kerumah anaknya dan sementara ummi dan khalisa mereka pun langsung menuju kerumah atthar yang tidak jauh dari rumahnya


Atthar menggendong istrinya menuju kemobil, lagi lagi khanza merasakan ada yang keluar dari vaginanya, ia takut sekali untuk bergerak, karena semakin ia bergerak maka cairan itu akan keluar dan perutnya semakin sakit


"Cepetan mas, sakit sekali mas" ucap khanza


Ummi dan khalisa yang melihat atthar memasukkn khanza kedalam mobil memilih untuk mengikuti atthar dan khanza kerumah sakit


.


.


.


...Bersambung...


...jangan lupa like, koment dan vote...

__ADS_1


...terimakasih readersku sayang 🫢🏻...


__ADS_2