
Acara resepsi sudah selesai, khanza dan atthar sudah kembali masuk kerumah untuk beristirahat, mereka akan berganti baju dengan baju muslim
Para mua membantu khanza untuk membersihkan make up dan berganti baju, khanza dan atthar akan membersihkan dirinya
Setelah selesai para mua membersihkan perkakas dan pamit untuk undur diri, mereka telah menyelesaikan pekerjaannya dan kini tinggallah hanya khanza dan atthar yang berada didalam kamar
Khanza dan atthar saling diam, mereka sedikit canggung, atthar memutar otaknya untuk memulai percakapan
"Dek......apa kamu mau mandi?" tanya atthar
"Ma....ma...mandi..." khanza menjawab dengan gugup, pikirannya sudah melanglang buana
"Iya..mandi" ucap atthar lagi
"Ma..mas mandi saja du...duluan, khan..khanza belum terbiasa ma..mandi berdua" ucap khanza terbata dan atthar tersenyum nyaris tertawa mendengar ucapan istrinya
Attthar memberanikan dirinya untuk mendekati istrunya yang sedang duduk dikaca rias, ia bersandar dimeja rias istrinya agar menhadap istrinya
Atthar juga memberanikan dirinya untuk memegang tangan istrinya, walaupun sedikit canggung tapi ia harus membiasakannya, karena jika ia mengabaikan istrinya ia akan berdosa
Atthar memegang tangan istrinya, khanza menunduk malu, atthar mengangkat dagu istrinya untuk melihat kearahnya
"Bukan itu yang mas maksud dek" ucap atthar tersenyum lembut
"Mas hanya bertanya saja, untuk mandi berdua akan kita jadwalkan oke" atthar menggoda khanza dengan mengedipkan satu matanya
Khanza memukul pelan tangan atthar suaminya, ia tersenyum malu, ia berdiri sambil berkata
"Mas genit" khanza mengambil handuknya dan menuju kamar mandi, ia melirik suaminya yang tertawa
Setelah khanza selesai mandi, kini giliran atthar yang membersihkan diri, khanza menyiapkan segala keperluan atthar, mulai dari handuk, sikat gigi serta baju muslim untuk suaminya
Setelah atthar selesai membersihkan diri, ia tersenyum melihat baju yang sudah disiapkan oleh istrinya
"Ini baju mas dek?'' tanya atthar, khanza mengangguk mengiyakan
"Enak ya punya istri, semua disiapin" atthar kembali menggoda istrinya
Khanza melihat atthar dari balik kaca dengan tersenyum, ia membesarkan matanya melihat atthar yang sedang membuka handuknya, walaupun suaminya membelakanginya
"Iiiih mas stop" ucap khanza, atthar menghentikan aktifitasnya sesuai perintah istrinya, ia memutar kepalanya melihat khanza
"Kenapa dek?" tanya atthar, ia kembali memakai handuknya dan menghadap kearah istrinya
"Kenapa membuka handuk disini?" tanya khanza
"Memangnya kenapa?" atthar langsung membuka handuknya, atthar tertawa melihat istrinya yang menutup mata
__ADS_1
"Mas uda pake celana dek, ini mas uda pake kaos kok, masak g pake celana hahaa" ucap atthar tertawa menggoda istrinya
"Kirain belum apa apa hehehee" ucap khanza menunjukkan gigi putihnya
"Kalau belum apa apa juga g masalah sih sebenarnya, udah halal juga" ucap atthar sambil memakai pakaiannya
Setelah atthar memakai pakaiannya, ia berdiri dibelakang istrinya, ia melihat istrinya hendak memakai hijab dan niqab
Atthar menahan tangan istrinya, ia mengusap rambut istrinya sambil tersenyum
"Rambut ini, hanya boleh dilihat oleh mas seorang, dan hanya mas juga yang boleh menyentuhnya" ucap atthar menggerai rambut istrinya, khanza hanya memperhatikan wajah suaminya melalui kaca
"Jika kita sudah mempunyai rumah sendiri, kamu boleh tidak mengenakan hijab didalam rumah, namun jika ada tamu atau siapapun berhijablah, mas tidak ingin milik mas dilirik oleh orang lain" atthar berucap lembut
Khanza mengangguk mendengar ucapan suaminya, ia akan menuruti apapun yang diperintahkan oleh suaminya, selama itu mengarah kedalam kebaikan
"Sudah?" tanya khanza
"Keluarga sudah menunggu kita mas" sambung khanza tersenyum
"Hehehee..mas kalau uda sama kamu suka lupa waktu dek" ucap atthar enteng
"Mas kenapa jadi tukang gombal sekarang?" tanya khanza sambil memakai hijabnya
"Karena menggombal istri itu berpahala" jawab atthar sambil merapikan rambutnya
"Mas ngomongnya beneran kok, adek aja yang nanggepinnya gombal" ucap atthar
"Sini mas bantuin pasangin niqabnya" sambung atthar
Atthar mengikat niqab istrinya, setelah selesai membantu istrinya, ia membalikan tubuh istrinya menghadap dirinya
Ia melihat istrinya dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan berakhir dimata
"MasyaAllah cantik banget bidadari surga mas dan ini bukan gombal" atthar tersenyum
Khanza juga tersenyum mendengar pujian dari suaminya, atthar selalu menyenangkan dirinya dengan ucapannya
"Yuk kita keluar menemui keluarga" ajak suami khanza
"Boleh mas gandeng tangan istri mas?" tanya atthar
Khanza mengangguk dan langsung menggandeng tangan suaminya, atthar tersenyum dan menggenggam erat tangan istrinya, ia membawa istrinya bertemu keluarga besar
...****************...
Atthar dan khanza bergabung bersama abi, ayah umi, ibu dan keluarga besar lainnya, keluarganya mengajak pengantin baru untuk makan bersama
__ADS_1
Khanza mengambil makanan untuk suaminya, dan mereka makan bersama, disela makan merekaatthar membisikkan sesuatu kepada istrinya
"Lain kali makannya satu piring berdua ya, sunnah" ucapp atthar berbisik pelan kemudian ia tersenyum
"Malu mas sama keluarga" jawab khanza pelan
"Beribadah tidak perlu malu dek" ucapan atthar serasa menampar khanza, ya yang diucapkan atthar sekali benar, kenapa harus malu untuk beribadah dan mengikuti sunnah Rosul
Khanza tersenyum, dan mengangguk
"Maafkan khanza ya mas" ucap khanza
"Tidak apa apa dek, ayo makan, atau mau mas suapin" atthar kembali menggoda istrinya
"Ntar aja kalau sudah berdua" khanza mengangkat kedua alisanya menggoda balik suaminya
Atthar tersenyum menatap istrinya, ia mengangguk anggukan kepalanya, didalam pikirannya ia akan mewujudkan godaan istrinya, lihat saja
Keluarga khanza dan atthar senang melihat pengantin baru yang terlihat sudah sangat akrab dan kelihatannya mereka tidak lagi malu malu, pikir keluarga keduanya
"Alhamdulillah acara anak kita berjalan lancar, abi doakan pernikahan kalian akan senantiasa dirahmati dan diridhoi Allah SWT aamiin" ucap abi saat sudah menyelesaikan makannya
"Aamiin, terimakasih kepada keluarga besar yang sudah sangat membantu dan bekerja keras dalam berjalannya acara ini, hanya Allah yang akan membalas segala kebaikan keluarga semuanya" ucap atthar
"Untuk abi, umi dan juga ayah, ibu terimakasih sudah merestui pernikahan kami, kami mohon agar senantiasa mendoakan kami untuk menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah" sambung atthar
"Doakan atthar agar bisa menjadi kepala keluarga seperti abi dan ayah yang bisa membimbing keluarganya untuk tetap berpegang pada aqidah dan tauhid" ucap atthar lagi
Keluarga besar mengaminkan doa atthar, lagi lagi khanza terpesona dengan suaminya, suaminya sungguh bijak dalam berucap, ucapannya begitu menyenangkan hati
"Khanza juga berterimakasih kepada keluarga besar, abi dan umi khanza juga berterimakasih sudah menerima khanza sebagai menantu, khanza juga mohon doa dari ayah ibu abi dan umi serta keluarga lainnya agar khanza menjadi istri yang selalu menuruti perintah suami khanza selama itu mengarah kekebaikan, doakan istiqomah dengan perubahan khanza yang sekarang" ucap khanza
Keluar besar khanza dan atthar juga mengaminkan doa doa khanza dan atthar suaminya
.
.
.
...Bersambung ...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Terimakasih readers...
...Semoga malam bisa up lagi...
__ADS_1