Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
25


__ADS_3

Keesokan harinya . . .


Senin pun tiba setelah dua hari libur bekerja, hari ini khanza akan menjalani hari seperti biasanya, pagi pagi ia akan membuat sarapan untuk kedua orang tuanya dan dirinya lalu mereka makan bersama dan setelah sarapan khanza pun berpamitan kepada kedua orang tua, seperti hari biasanya khanza selalu menunggu di halte buss way


Namun ada yang tidak biasa, hari ini khanza tidak dijemput oleh daniel dikarenakan daniel sedang tidak enak badan alias sakit, hari ini khanza akan menaiki buss way seperti sebelumnya


Tak lama buss way pun berhenti dihalte dan khanza segera menaikinya, ternyata ada seseorang yang memperhatikannya dari jauh sejak ia berada di halte


Seseorang itu terus mengikuti buss way yang dinaiki khanza hingga khanza benar benar selamat sampai dikantornya, setelah khanza memasuki kantornya mobil yang mengikutinya pun pergi ntah kemana


Khanza berada tepat didepan lift, ia mengeluarkan ponselnya menghubungi daniel kekasihnya


"Hallo sayang" jawab daniel


"Hallo daniel, gimana keadaan kamu? sudah sarapan? Sudah minum obat?" khanza mencerca daniel dengan banyak pertanyaan


"Sudah sayang, aku sudah mulai membaik" daniel tersenyum


"Ya sudah sekarang istirahat saja ok, aku sudah sampai dikantor, selamat istirahat sayang, cepat sembuh ya" ucap khanza lembut


"Baikla sayang, selamat bekerja dan jangan lupa makan" balas daniel


Khanza mengangguk mengiyakan, khanza menutup panggilannya karena ia sudah berada didalam lift


Daniel melihat ponselnya yang bertuliskan nama 'Sayang' ia tersenyum kecut


"Maafkan aku sayang, aku berbohong padamu, aku sedang bingung sangat bingung" daniel bermonolog sendiri, ternyata ia lah yang mengikuti khanza yang sedang menaiki buss hingga kekantor


Ia terlalu takut untuk berhadapan dengan khanza, ia merasa hancur jika melihat khanza karena ia tidak bisa memperjuangkan cintanya, terlalu besar halangan bagi cinta mereka


"Bagaimana jika kau tahu bahwa kita tidak bisa bersatu? Apakah kau akan menjauhiku? Apa kau akan dengan mudah melupakanku? aku akan berusaha mencari jalan keluarnya khanza sebelum kau tau segalanya" daniel menghela nafasnya, ia melanjutkan perjalanannya menuju kekantornya


...****************...


Dikantor, khanza kembali bertemu dengan aluna, ia menceritakan kepada aluna jika ayah dan ibu menerima daniel kekasihnya dan ayah serta ibu meminta daniel untuk segera melamarnya namun sayang orang tua daniel belum bisa datang karena ada alasan keluar kota

__ADS_1


Khanza juga tidak lupa menceritakan kepada aluna jika atthar juga berkunjung kerumahnya mengantarkan titipan umi untuknya, dan nanti ia juga akan menitipkan ole ole untuk umi jika atthar atau aluna pulang kepondok ntah kapan


"Mbak doakan semoga urusan kalian lancar dan dipermudahkan ya dek" ucap aluna


"Oh iya atthar juga sudah mengajukan CV ta'arufnya kepada ustad hasyim, semalam mbak menghubungi umi menanyakan kabar abi, jadi umi cerita jika atthar sudah mengajukan ta'arufnya" sambung aluna


"Benarkah mbak? Aamiin.....oya mbak ta'aruf itu seperti apa mbak?"


"Ta'aruf itu proses saling mengenal sebelum menuju proses pernikahan, hanya saja ta'aruf itu tidak ada pertemuan yang berdua duaan biasanya ada pihak ketiga, komunikasi seperlunya saja, g ada panggilan sayang sayangan, prosesnya dirahasiakan hanya keluarga saja yang mengetahui, dan disebar luaskan jika saat menyebarkan undangan pernikahan" jelas aluna


"Yang dianjurkan agama kita yang seperti itu dek" sambung aluna


Khanza mengangguk mengerti "Pantas saja ayah dan ibu meminta daniel untuk segera melamar aku mbak, jika daniel serius mintalah padanya untuk segera melamar dan melakukan pernikahan" khanza meniru ucapan ayahnya


"Ya itu benar, kalian kan sudah mengenal satu sama lain, sudah 2 bulan lebih bukan? Sebaiknya ya disegerakan, percayalah dek pacaran setelah menikah itu lebih baik dan lebih indah, karena sudah halal, dari ujung rambutmu sampai ujung kakimu halal untuk ia sentuh, beda sama belum nikah, bersentuhan dikit aja dosa" aluna tersenyum menjelaskan kepada khanza


Khanza mengangguk mengerti dan tersenyum


"Doain ya mbak semoga prosesnya nanti disegerakan, semoga orang tua daniel cepet pulang, jadi bisa segera kerumah" ucap khanza


"Mbak minggu ini bisa g mbak nemenin aku kepusat perbelanjaan? Aku mau beli sesuatu dan hanya mbaknyang bisa nemenin aku" sambujg khanza


"Hmmm ada deh, surprise mbak, aku masih malu soalnya hehehe" jawab khanza tersenyum


"Hmmm kamu ih bikin penasaran, ya sudah weekend ini ya, mbak juga uda lama g cuci mata"


"Makasi mbak ku sayang, ya uda deh segitu dulu curhatnya hehehee sekarang waktunya kerja " khanza tertawa menutupi mulutnya


"Uda dari tadi kali waktu kerjanya" jawab aluna yang juga tersenyum


Mereka melanjutkan pekerjaan mereka, hingga waktu kerja mereka selesai pada pukul 17.00 wib


Khanza kembali menunggu dihalte, sama seperti tadi pagi mobil daniel juga menunggu diseberang halte, daniel akan melihat dan memastikan jika kekasih hatinya selamat sampai dirumah


Tak lama kemudian buss yang biasanya membawa khanza pulang kerumah sudah tiba di tempat pemberhentiannya, khanza menaiki buss tersebut dan ia duduk ditepian jendela, daniel sudah tenang melihat khanza yang sudah menaiki buss nya, ia mengirimkan pesan kepada cintanya

__ADS_1


" Apa sudah pulang? Apa kamu dapat kursi untuk duduk di buss?" daniel mengkhawatirkan kekasihnya, ia tidak ingin khanza berdiri di buss way karena sangat berbahaya bagi perempuan


"Sudah, aku sudah berada di dalam buss way sayang, dan aku juga mendapatkan tempat duduk, syukurlah didalam buss tidak terlalu ramai masih banyak kursi yang kosong, kamu apa kabar? Gimana dengan sakitnya? Apa sudah berkurang?" balas khanza


Menunggu balasan dari daniel, khanza melihat kearah luar jendela, lama ia menatap sebuah mobil yang ada diseberang jalan, ia seperti mengenal mobil itu, namun ia tidak bisa melihat dengan jelas karena mobil daniel yang ia lihat berada cukup jauh dari halte


Saat khanza ingin melihat lebih lama lagi, buss way yang ia naiki sudah berjalan meninggalkan halte dan khanza pun tidaj memikirkannya lagi, tidak mungkin itu daniel pikir khanza, daniel pasti sedang berada dirumah beristirahat


Ponselnya kembali berdering pelan itu tandanya ada sebuah pesan masuk, ia buru buru melihat ponselnya, karena ia tahu itu pasti balasan dari daniel


"Sakitku sudah berkurang, aku merindukanmu, apa kau juga merindukanku?" tanya daniel


Aku juga sangat merindukanmu, aku sangat memgkhawatirkanmu, boleh aku berkunjung kerumahmu untuk menjengukmu?"


"Boleh saja, dengan senang hati" bak orang yang sedang berbung kedumya sama sama tersenyum berbalas pesan


"Dirumahmu ada siapa saja? Kalau kamu sendiri saja aku tidak mau, kalau ada adikmu aku mau" jawab khanza


Seketika itu daniel teringat jika ia sedang berbohong pada khanza bahwa kedua orang tuanya tidak sedng keluar kota


"Aku sendirian sayang, adikku pergi bersama temannya" jawab daniel


"Ya sudah aku tidak mau, tidak baik berduaan apa lagi didalam rumah, baikla kamh istirahat oke, semoga lusa sudah pulih seperti biasa"


"Baik sayang, terimakasih, hati hati dijalan dan jangan lupa kabari aku jika sudah dirumah, by i love u" tulis daniel mengakhiri pesannya


"I love u too" khanza membalasnya dengan senyuman manisnya walaupun daniel tidak bisa melihatnya


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2