Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
26


__ADS_3

Sudah seminggu ini khanza pergi dengan menggunakan buss way, daniel masih beralasn dengan sakitnya, ntah apa yang dipikirkan daniel, ia masih belum bisa melihat wajah polos kekasihnya, ia takut jika bertemu bertatap muka, khanza akan mengetahui segalanya, ia juga takut khanza akan meninggalkannya, daniel terus saja dihantui rasa takut dan bersalahnya ia tidak berani jujur kepada khanza, ia amat mencintai khanza


...****************...


Hari ini adalah hari sabtu, weekend telah tiba, khanza sangat bersemangat hari ini karena siang ini ia akan pergi bersama aluna kepusat perbelanjaan, seperti wanita lainnya, ia sangat senang dengan yang namanya 'Mall '


Sehabis ia mengerjakan kewajibannya sebagai seorang gadis yang membantu ibu dirumah, ia pergi kekamarnya untuk menghubungi daniel kekasihnya


"Hallo assalamualaikum" ucap khanza


"Ya sayang ada apa?" jawab daniel


"Gimana keadaan kamu?"


"Aku sudah membaik semoga saja senin aku bisa kembali bekerja"


"Syukurlah, sudah minum obat belum?" tanya khanza


"Sudah sayang, kamu lagi ngapain?"


"Oh iya aku mau ngabari nanti agak siangan aku ke pusat perbelanjaan ya sama mbak una"


"Mau beli apa? Atau hanya nemenin mbak una?" tanya daniel


"Aku yang minta ditemenin sayang, mau cari sesuatu"


"Maaf ya sayang aku belum bisa nemenin kamu"


"G apa apa, kamu sembuhin duly sakitnya ya, oya sayang apa orang tuamu sudah pulang? Aku mau jengukin loh, uda seminggu kita g ketemu dan masak iya aku g jengukin calon suami aku"


"G apa apa sayang, kasian kamu jauh jauh kerumah aku, sendirian naik buss lagi, mana aku g bisa nganterin kamu lagi"


"Ya g apa apa donk aku uda biasa kok"


"Senin aja ya kita ketemu, aku g bisa liat kamu sendirian, jauh jauh, naik buss, capek, ok nona ku, ntar perginya hati hati ya" jelas daniel


"Ok deh sayang, kamu istirahat yang cukup dan minum obat ya, aku mau mandi dulu bye sayang"


"Bye i love u" ucap daniel


"I love u too" balas khanza dan merekapun mengakhiri panggilan telepon mereka


Khanza bersiap untuk mandi waktu menunjukkan pukul 09.00 wib, saat khanza hendak menuju kamar mandi dikamarnya ponselnya kembali berdering dan itu ternyata dari aluna

__ADS_1


"Hallo Assalamu'alaikum mbak una?" ucap khanza


"Wa'alaikumussalam dek, dek mbak una mau minta maaf loh ini mbak minggu ini g bis nemenin kamu ke pusat perbelanjaan, gimana kalau minggu depan dek? Apa boleh?" ucap aluna


"Hari ini mbak harus pulang kepondok sama mas baim dan atthar, karena ada pertemuan keluarga" sambung aluna


"Ooh begitu ya mbak, g apa apa sih mbak, g urgent juga, weekend depan juga boleh, memangnya ada apa mbak? Kenapa mendadak sekali? Apa abi baik baik aja mbak?" tanya khanza sedikit khawatir


"Alhamdulillah abi sehat dek, mau bertemu dengan keluarga calonnya atthar dek, dia kan kemaren mengajukan ta'aruf, jadi ustad hasyim meminta atthar pulang untuk bertemu dengan calon ta'arufnya" jelas aluna


"Alhamdulillah, semoga lancar ya mbak proses ta'arufnya mas atthar, mbak pulangnya juga hati hati ya, titip salam sama umi mbak"


"InsyaAllah ya dek, sekali lagi maaf ya dek mbak g nepatin janji, minggu depan kita ke pusat perbelanjaan ya, ok" aluna kembali meminta maaf, ia benar benar merasa bersalah pada khanza


"Iya mbak g apa apa, udah ih jangan minta maaf terus terusan"


"Hehehe...makasi ya dek, mbak tutup dulu ya telfonnya, assalamualaikum" ucap aluna


"Oya mbak hati hati waalaikumsalam" balas khanza, khanza, khanza meletakkan ponselnya disembarang tempat dan ia melanjutkan aktifitasnya yang tertunda yaitu mandi, walaupun tidak jadi pergi bersama aluna ia tetap membersihkan dirinya


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 wib waktu dzuhur telah tiba, aluna, baim dan atthar hendak mampir sebentar dimasjid yang mereka jumpai untuk melakukan ibadah sholat dzuhur


"Iya mas, boleh, kalau nungguin nyampe dirumah ntar kelamaan" jawab aluna


Atthar juga menyetujui abang dan kakak iparnya, mereka mampir dimasjid dan melaksanakan sholat dzuhurnya


"Alhamdulillah, aman rasanya kalau sudah menunaikan kewajiban" ucap aluna pada suaminya


"Iya dek, serasa g ada beban, abis ini kita makan dulu ya" ucap baim merangkul pundak istrinya


"Boleh mas, kita makan dimobil apa gimana?" tanya aluna menatap baim, mereka saling menatap lembut


"Dimobil aja kali ya dek" baim tersenyum lembut dan aluna menganggukkan kepalanya


"Thar kita makan siang dulu ya dimobil aja, kebetulan mbak mu bawa bontot" baim berbicara sedikit keras dengan atthar karena memang atthar berada didepan mereka yang jaraknya lumayan jauh


Atthar hanya mengacungkan jempolnya tanpa berucap apapun, ia terus berjalan menuju mobil, sesampainya dimobil aluna menyiapkan makanan suaminya dan juga iparnya


"Ini thar untuk kamu, kamu kenapa diam aja sih? Harusnya tuh seneng kalau uda ketemu calon, ya kan mas?" ucap aluna meledek atthar


"Mas aku suapin aja ya" sambung aluna yang beralih berbicara kepada suaminya, baim mengangguk tersenyum

__ADS_1


Atthar terus menperhatikan aluna yang dengan romantisnya menyuapi baim, dan aluna juga makan dari bekas sendok suaminya


"Jangan diliatin terus, makanya cepat halalin ntar kamu juga bisa gini kok, pahala loh" ledek baim tersenyum


Atthar hanya diam saja namun ia tersenyum tipis, mereka melanjutkan makannya kembali


"Aku ragu mas" ucap atthar tiba tiba


"Ragu kenapa? Belum juga ketemu orangnya" jawab baim mengerutkan dahinya


"Ntahla mas, apa mungkin aku belum siap makanya aku ragu ragu? Apa mas dulu seperti ini juga dengan mbak una?" tanya atthar, baim dan aluna saling menatap


"Mas dulu sholat istikharah sebelum menentukan pilihan mas, minta petunjuk kepada yang kuasa, Ia maha berkehendak dan maha tahu thar" ucap baim


"Serahkan saja pada Allah atthar, jika berjodoh itula yang terbaik untukmu, jika tidak Allah sudah menyiapkan yang lebih baik untukmu" sambung aluna


Atthar mengangguk mengerti sambjl menyuapkan sisa makannya kedalam mulutnya


"Bertemula dulu dan nanti kamu akan merasakannya, apakah masih ada keraguan atau bisa jadi setelah bertemu kamu akan yakin" ucap baim menasehati adiknya


"Baiklah mas, aku akan mencobanya"


"Baiklah, tapi ingat rumah tangga bukan coba coba atthar, memintala pertolongm pada-Nya" sambung baim


Atthar mengangguk mengerti, ia mengucapkan terimakasih kepada abangnya atas nasehat yang ia terima


"Makasi mas"


"Baiklah, kita akan melanjutkn perjalanan pulang" baim tersenyum menepuk pundak adiknya dan merekapun melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang kepondok pesantren kediaman mereka


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...


...Terimkasih readers 🥰❤️...


...Baca juga novelku yang lain ya...

__ADS_1


..."Menunggu cinta" dan " Ameera"...


__ADS_2