Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
122


__ADS_3

Seminggu sudah waktu berlalu, khanza dan atthar masih menunggu keajaiban dari Peciptanya, kondisi khanza Alhamdulillah sudah sangat membaik, ia sudah seperti sediakala, ia sangat bersemangat setiap harinya karena ia akan bertemu dengan buah hatinya untuk mengantarkan ASInya


Kondisi anak khanza dan atthar masih belum ada perubahan bahkan sempat memburuk namun masih bisa teratasi dan kembali membaik, khanza sempat stres dan kecapean untuk beberapa hari bolak balik ke rumah sakit dan atthar sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya


Khanza juga sempat tidak bersemangat dikarenakan sudah seminggu kondisi anakny masih belum ada perubahan, namun ia kembali diingatkan oleh suaminya jika mereka tidak boleh memyerah dan putus asa dalam berdoa dan meminta kepada Yang Maha Memiliki segala sesuatu dan khanza kembali bangkit mengingat hal yang dulu selalu ia semogakan sekarang sudah didepan matanya


...**********...


Pagi ini khanza sudah bersiap untuk pergi kerumah sakit, ya kesibukan mereka setiap hari adalah berkunjung kerumah sakit setiap pukul 8.00 wib pagi, sebelumnya khanza sudah menyiapkan ASI untuk anaknya


Khanza dan atthar tengah bersiap untuk pergi namun mereka terlebih dahulu mendapatkan panggilan dari rumah sakit yang mengabarkan jika kondisi anaknya menurun drastis


Khanza dan atthar menjadi tak karuan, tidak lupa mereka mengabarkan kepada ummi dan ibu, mendengar cucu mereka dalam keadaan yang kurang baik ummi, abi dan khalisapun menyusul kerumah sakit, sementara ayah dan ibu juga langsung menuju kerumah sakit walaupun agak jauh dari rumahnya namun mereka ingin melihat cucu dan mendampingi anak mereka


Sesampainya atthar dan khanza dirumah sakit, khanza berusaha berjalan secepat mungkin ia takut hal yang tidak diinginkannya terjadi, walaupun bekas operasinya masih sedikit perih ia berusaha menahannya


"Pelan pelan aja sayang, pikirkan kesehatan adek juga, kita akan sampai kok di ruang NICU" ucap atthar mengkhawatirkan istrinya


Khanza hahyabdiam dan terus berjalan, atthar pagan betul apa yang dirasakan istrinya, istrinya sedang kalut dan sangat khawatir dengan buah hati mereka


Sesampainya atthar dan khanza diruangan NICU mereka melihat para dokter dan perawat sedang mengerumuni bayi mungil itu


"Dok....gimana anak saya dok?" Tanya atthar khawatir, sedangkan khanza hanya bisa menangis melihat anaknya


Khanza berdoa dalam hati agar anaknya baik baik saja dan diberi umur yang panjang, air matanya mengalir deras

__ADS_1


"Ia mengalami penurunan kesadaran pak" ucap dokter dan dokter kembali melakukan tindakan pada bayi mungil tersebut


Saat dokter ingin memasangkan sebuah alat melalui mulut mungil bayi tangisan khanza semakin menjadi ia sangat sakit sekali melihat anaknya diperlakukan seperti itu, cukup lama dokter dan perawat melakukan tindakan yang begitu menyakitkan bayinya menurut khanza


"Cukup..hiks..hiks..cukuuupp.. dia sakiitt..hiks..hikss.." ucap khanza sambil menangis melihat kondisi anaknya


Mendengar khanza berbicara sendu sepertinitu, dokter dan perawat sontak memandang khanza, mereka juga tau itu menyakitkan bayi mungil itu namun itu juga upaya untuk menyelamatkan sibayi menurut medis


"Sudaah..hiks..hiks...anakku kesakitan..hiks..hiks..cukup please..hiks..hiks" khanza kembali bersuara sendu


Dokter dan perawat serba salah, disatu sisi mereka juga kasian dan tidak tega melakukan tindakan penyelamatan yang memang sangat menyakitkan, namun disisi lain mereka harus melakukannya, hidup atau mati itu urusan Allah SWT yang terpenting bagi mereka rekan medis, mereka sudah berusaha sekuat tenaga mereka berdasarkan prosedur dan ilmu yang mereka pelajari


Dokter kembali melakukan tindakan penyelamatan walaupun ia harus mendengar tangisan seorang ibu yang terluka melihat anaknya yang dipasang berbagai macam alat dan selang ditubuh mungilnya


Khanza menguatkan dirinya untuk melihat apa yang dilakukan dokter kepada anaknya, begitupun atthar, bayi mungil itu sungguh tidak bersuara sama sekali, itu membuat khanza dan atthar sangat khawatir namun mereka terus berdoa didalam hati masing masing


"Jika aku memang kau takdirkan untuk tidak bisa mengasihi dan merawat anakku, aku terima takdirku ya Allah, aku ikhlas, aku akan menemuinya disurgaMu kelak ya Allah, tolong bebaskan anakku dari rasa sakitnya ya Allah" kembali khanza memohon kepada Robbnya


"Dok..saturasi semakin rendah dok" ucap perawat yang bertugas memperhatikan saturasi pada bayi, dokter hanya mengangguk dan kembali melakukan tindakan


"Ya Allah selamatkanlah anakku ya Allah, aku dan istriku sangat menginginkannya, sudah lama kami menantikannya ya Allah, terlebih lagi istriku, tolong izinkan istriku dan hambaMu ini bisa mengasihi dan membimbingnya ya Rob, hamba mohon" ucap atthar berdoa dalam tangisnya, ia juga tak melepaskan pandangannya pada bayi mungil yang ada dihadapannya, doa mereka berbeda


Cukup lama dokter dan para perawat bayi melakukan berbagai tindakan kepada bayi tersebut, khanza dan atthar tak henti hentinya berdoa pada sang pencipta


Begitu juga dengan keluarga khanza dan atthar yang sedang menunggu diluar, umi, abi dan khalisa sudah lama sampai dirumah sakit tersebut dan mereka juga terus berdoa kepada Sang Pencipta memohon yang terbaik menurut Allah SWT

__ADS_1


Sementara ayah dan ibu yang sedang diperjalanan menuju kerumah sakit juga turut berdoa untuk cucu mereka, ayah dan ibu tidak henti hentinya menghubungi ummi, mereka ingin tahu tentang kabar cucunya


Rasanya sudah tidak sabar ayah dan ibu ingin segera yiba dirumah sakit, ia sangat mengkhawatirkan keadaan cucunya dan anaknya, ia takut khanza mengalami stres setelah melahirkan, ibu berdoa bukan hanya untuk kesembuhan cucunya namun ia juga berdoa untuk kesehatan anaknya yang sedang terguncang saat ini


"Gimana khanza ya yah, sedangkan kita jika anak demam panas aja sudah sangat khawatir, apa lagi khanza dan atthar, setiap hari mereka harus melihat anaknya yang dipenuhi selang, ya Allah g kebayang ibu yah, bagaimana perasaan khanza dan atthar" ucap ibu


"Iya bu, kita doakan saja yang terbaik untuk cucu kita ya bu, begitu juga untuk khanza dan atthar semoga mereka kuat dan sehat ya bu" ucap ayah dan ibu mengaamiinkan doa ayah


Dirumah sakit dokter dan perawat masih berusaha melakukan tindakan pada anak khanza dan atthar, mereka sama sekali tidak menyerah, mereka juga berusaha untuk selembut mungkin dalam tindakan mereka agar tidak lebih menyakiti sibayi


Kedua orang tua bayi tersebut saling menguatkan, khanza bersandar dibahu suaminya sambil menangis dan terus melafadzkan doa doa untuk bayinya, begitu juga atthar, meskipun ia tidak kuat namun ia tetap berusaha terlihat kuat untuk istrinya


Setelah sekian lama dokter berusaha melakukan tindakan Intubasi endotrakeal (Intubasi endotrakeal dilakukan dengan memasukkan alat bantu napas berupa tabung elastis ke dalam tenggorokan melalui mulut atau hidung) tindakan ini merupakan prosedur umum di unit perawatan intensif bayi baru lahir


.


.


.


...Bersambung...


...maaf masih bolong upnya...


...Bentar lagi end ya ...

__ADS_1


...makasi readers 🫢🏻...


__ADS_2