
Sore harinya khanza mendapat telefon dari aluna, aluna mengatakan jika daniel datang menemuinya
"Assalamualaikum mbak una" ucap khanza mengangkat panggilan dari aluna
"Waalaikumussalam, khanza maafkan mbak" ucap aluna
"Maaf? Maaf kenapa mbak?'' tanta khanza
"Daniel khanza.....daniel datang menemui mbak" jawab aluna
Beneran mbak? Terus mbak?" tanya khanza penasaran
Aluna menceritakan kejadian dimana ia bertemu dengan daniel sore ini
Flashback . . .
Aluna sudah menyelesaikan kerjanya dan seperti biasa ia menunggu suaminya baim untuk menjemputnya, aluna menunggu suaminya sambil memainkan ponselnya
Ketika aluna menunggu baim dilobby kantornya, daniel datang menghampiri aluna
"Maaf...dengan mbak aluna?" ucap daniel
"Mbak masih ingat saya?" sambung daniel dan aluna mengangguk
"Bisa kita bicara sebentar mbak?" daniel kembali berucap
"Mau bicara apa? Kalau soal khanza maaf saya tidak tahu" ucap aluna yang langsung menebak apa yang akan daniel bicarakan
"Saya tidak yakin mbak tidak tahu dimana khanza, tolonglah mbak" ucap daniel menggusar rambut, ia benar benar seperti orang yang sedang stres
"Please mbak, aku mohon aku, sudah dua minggu ini aku mencarinya mbak" sambung daniel mengiba
"Maaf daniel, saya tidak tahu, dan kalaupun saya tahu saya tidak berhak untuk memberitahukannya kepadamu" jelas aluna
"Please mbak aku mohon, tolong aku mbak" ucap daniel
"Maaf daniel saya tidak bisa, sudahla daniel, lupakan khanza" ucap aluna
Daniel gelisah, beberapa kali ia menggusar rambutnya, ia melihat tangan aluna yang memegang ponselnya, daniel semakin gelisah
Dan tiba tiba daniel merampas ponsel aluna dan ia membawa ponsel aluna menjauh dari aluna, aluna berteriak memanggil nama daniel, ia juga berusaha untuk mengejarnya
Disaat aluna hendak mengejar daniel, mobil milik suaminya memasuki area kantor, aluna mengikuti mobil suaminya
"Mas...mas..." ucap aluna terengah memanggil masnya
"Ada apa sayang?" baim memegang wajah istrinya dan mengelusnya, ia melihat wajah istrinya yang begitu khawatir
"Daniel mas, daniel mengambil ponselku dan dia berlari kearah sana
__ADS_1
"Astagfirullah, kamu tunggu disini, mas akan melihatnya" ucap baim menenangkan istrinya dan aluna mengangguk
Disaat baim akan mengejar daniel, ia melihat daniel kembali mendatanginya, melihat daniel mendatangi suaminya aluna pun menghampiri suaminya
"Astagfirullah daniel, kamu apa apan sih, kembalikan ponsel saya" ucap aluna tidak sabar
"Kenapa kamu mengambilnya?" ucap baim
"Maaf mas, mbak aku terpaksa melakukannya, dan aku juga minta maaf aku mengambil nomer ponsel khanza tanpa izin, aku hanya butuh ini mbak, terimakasih" daniel mengambilkan ponsel aluna dan ia berlalu pergi
Aluna dan baim saling pandang, aluna mengkhawatir khanza, dan ia harus segera memberiahu khanza tentang hal ini
"Khanza harus tahu ini mas, aku hubungin khanza dulu ya mas" ucap aluna
"Ayo nelfoninnya dimobil aja sayang" baim menggenggam erat tangan istrinya dan membawanya masuk kemobil
Flashback off. . .
"Maafkan mbak aluna, daniel merampas ponsel mbak seperti jabret" ucap aluna
Khanza tersenyum mendengar ucapan aluna
"Ya sudah mbak tidak apa apa, nanti jika ada nomer baru yang menghubungiku, aku tidak akan menjawabnya mbak" ucap khanza
"Mbak tenang aja ya, aku baik baik aja kok dan akan selalu baik InsyaAllah" sambung khanza
"Baiklah dek, ingat jangan jadi bahan pikiran buatmu, fokus dan teguhkan hati ya dek" ucap aluna
Aluna dan khanza mengakhiri panggilan telefon mereka, benar kata aluna, seketika itu khanza memikirkan daniel, ia menjadi sering melihat ponselnya
Dimulut menolak namun dihati menunggu, khanza menghela nafasnya, ia harus menguatkan hatinya
"Kuat khanza, jangan pedulikan daniel" ucap khanza menguatkan dirinya
Disaat ia menguatkan dirinya, ponsel yang ada ditangannya berdering dan itu nomer baru, jantung khanza berdegup kencang, sesungguhnya ia sangat rindu dengan cinta pertamanya
Tak cukup satu kali, nomer yang sama kembali menghubungi khanza berulang kali
"Ya Allah daniel, sudahla berhentilah menggangguku" ucap khanza yang gelisah melihat ponselnya, ia berussha melawan hatinya
Khanza hendak meninggalkan kamar dan ponselnya, ketika ia hendak keluar kamar, terdengar bunyi pesan masuk dan khanza menghentikan langkahnya, ia kembali berbalik dan melihat ponselnya
"Khanza please, tolong angkat telfonnya khanza, aku hanya ingin bicara, sudah 2 minggu ini aku mencarimu, kamu dimana khanza aku merindukanmu"
Khanza hanya membaca pesan daniel, air matanya kembali mengalir
"Aku juga merindukanmu daniel, aku tersiksa tapi aku harus melupakanmu hiks...hiks" khanza bermonolog dalam hati sambil memeluk ponselnya
Daniel kembali mengirim pesan
__ADS_1
"Khanza, setidaknya balaslah pesanku, aku hanya ingin kita bicara, walaupun melalui pesan tidak apa apa, apa kau tahu aku sudah seperti orang gila disini tanpamu, aku akan mengikutimu khanza, aku akan mengikuti untuk menjadi seorang muslim asalkan aku tetap bersamamu" khanza semakin menangis membaca pesan yang dikirim daniel, ia menggelengkan kepalanya
"Tidak mungkin daniel hiks..hisk... kamu tidak boleh mengikutiku hanya karena cintamu padaku, aku tidak bisa daniel maafkan aku hiks...hiks" ucap khanza
Disaat khanza menangis tersedu sedu, khalisa masuk dan terkejut melihat khanza yang menangis kencang
"Astagfirullah mbak, mbak kenapa?" khalisa datang memeluk khanza
Khanza tidak menjawab pertanyaan khalisa, khanza hanya memeluk khalisa dan menangis semakin deras, khalisa memberikan kesempatan pada khanza untuk menangis
Khalisa hanya memeluk dan mengusap punggung khanza, tangisan khanza mulai mereda
"Mbak....istigfar mbak...mbak kenapa?" tanya khalisa
Khanza menghela nafasnya, ia menghapus air matanya dan memberikan ponselnya pada khalisa, ia mengizinkan khalisa untuk membaca pesan daniel
"Astagfirullah..mbak harus kuat ya mbak, kalau ada apa apa mbak harus cerita sama khalisa, disini mbak punya khalisa dan umi, oke..jangan memendamnya sendiri" ucap khalisa dan khanza mengangguk, sesekali air matanya masih mengalir
"Umi....umi...um...mmm" khalisa berteriak memanggil umi dan khanza segera mendekap mulut khalisa
"Jangan dek, mbak g enak sama umi" tak lama khanza berbicara umi datang dengan tergesa
"Ada apa nak?" tanya umi khawatir, khalisa dan khanza melihat kearah umi, seketika itu umi paham situasinya
"Ya Allah khanza kamu kenapa nak?" ucap umi memeluk khanza dan khanza kembali menangis dipelukkan umi
Khalisa menceritakan pada umi apa yang terjadi pada khanza, umi mengerti perasaan khanza, perasaannya kembali dibuat bimbang dengan kembalinya daniel
"Menangislah nak jika menangis membuat kamu menjadi lega, tidak ada salahnya dengan menangis" umi mengusap punggung khanza, tangis khanza cukup deras sehingga membuat baju umi menjadi basah
"Disini kamu punya umi dan khalisa, jika ada apa apa jangan sungkan untuk bercerita, kamu sudah umi anggap seperti anak umi sayang" ucap umi dan khanza mengangguk
Cukup lama khanza menangis, dan akhirnya ia menyudahi tangisnya dan berterimakasih kepada umi dan khalisa yang sudah menemaninya
Umi mengusap wajah khanza dan menghapus air mata khanza, umi meminta khanza untuk membersihkan dirinya, karena maghrib akan segera tiba begitupun dengan khalisa
Umi keluar dari kamar khalisa dan khanza, ia hendak menemui atthar untuk menceritakan semuanya kepada atthar
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Maaf hanya up 1 episode...
__ADS_1
...Besok lagi ya readers,,terimakasih...