Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut
Tertuduh


__ADS_3

Pagi ini, Shakira masih berkutat di dapur. Dia masih disibukan memasak menu untuk sarapan keluarganya.


Pak Junedi dan Bu Astri sudah duduk di ruang makan menunggu Shakira menghidangkan makanannya.


"Bu, kok Safia lama ya, nggak datang ke sini lagi," ucap Pak Junedi. Nampaknya dia sudah mulai merindukan anak dan cucunya.


"Ibu juga nggak tau. Safia kan sibuk kerja Pak. Maklumin aja lah Pak. Kalau dia jarang main ke sini. Dia kan lagi sibuk," ucap Bu Astri.


"Kerja kan nggak setiap hari Bu. Pasti ada liburnya. Bapak sudah kangen sama Safia dan Anna."


"Emang bapak doang, yang kangen. Ibu juga kangen Pak. Apalagi sama Anna. Cucu perempuan ibu."


"Iya. Bapak juga kangen sama anaknya Safia. Dia itu anak yang cantik dan lucu. Pinter banget ngomongnya."


Beberapa saat kemudian, Shakira menghampiri ruang makan. Dia kemudian menyajikan makanan di atas meja makan.


"Kalian lagi ngomongin apa sih serius banget?" tanya Shakira menatap ibu dan ayahnya bergantian.


"Kita lagi ngomongin Safia. Dia lama nggak ke sini, kami sudah kangen sama dia," ucap Bu Astri sembari membantu Shakira menyiapkan hidangan di meja makan.


"Kenapa nggak di telpon aja Bu, Pak Safianya. Sekarang kan Safia sudah punya hape. Tinggal telpon aja kalau kalian kangen."


"Seandainya bapak sudah sehat, bapak pengin main ke rumahnya Safia," ucap Pak Junedi.


"Iya, ibu juga pengin main ke sana," ucap Bu Astri menimpali.


"Ya, nanti kalau bapak sudah sehat, aku ajak kalian main ke sana. Kita main bareng berempat sama Rio ya."


Pak Junedi dan Bu Astri hanya tersenyum saat mendengar ucapan Shakira.


"Iya Kir, bapak belum pernah lihat rumahnya Safia." ucap Pak Junedi.


Tok tok tok...


Suara ketukan pintu yang sangat keras mengejutkan Shakira dan ke dua orang tuanya.


"Shakira. Siapa itu?" Bu Astri menatap Shakira.

__ADS_1


Shakira mengedikan bahunya.


"Sana Shakira, kamu buka pintu dulu!" pinta Pak Junedi.


"Iya Bu." Shakira kemudian berjalan untuk membuka pintu depan.


Shakira terkejut saat melihat Vika sudah berdiri di depan pintu.


"Eh, Bu Vika. Ada apa Bu? tumben pagi-pagi ke sini?" Shakira menyambut Vika dengan senyum ramahnya.


Vika menatap tajam ke arah Shakira. "Mana suamiku?"


"Pak Rama? Pak Rama nggak ada di sini Bu," jawab Shakira.


"Bohong. Udah dua malam suami aku nggak pulang ke rumah. Dan aku yakin, kalau Mas Rama itu datang ke sini. Karena semalam aku ke kantornya dia juga nggak ada di kantor. Mungkin saja dia nginap di sini." Vika sudah menatap Shakira nanar.


Dia fikir kalau Rama suaminya selama dua malam itu, menginap di tempatnya Shakira.


Shakira bingung dengan sikap Vika. Tiba-tiba dia datang marah-marah, dan menanyakan keberadaan suaminya pada Shakira.


"Aku nggak percaya sama kamu. Bisa saja kamu bohongin aku Mbak Shakira. Aku yakin suamiku pasti ada di dalam." Vika masih ngotot, dia masih berfikir kalau suaminya ada di dalam rumah Shakira.


"Bu Vika, saya nggak bohong. Untuk apa saya bohong. Pak Rama memang nggak ada di sini."


Vika akan menyerobot masuk ke dalam rumah Shakira. Namun Shakira buru-buru menghalanginya.


"Bu, Bu Vika nggak bisa dong masuk ke rumah orang sembarangan. Saya kan belum mempersilahkan ibu masuk."


"Tapi saya mau cari suami saya. Siapa tahu dia ada di dalam."


"Bu Vika, saya kan sudah bilang, kalau Pak Rama nggak ada di sini. Dan saya juga tidak pernah menyembunyikan suami Bu Vika di rumah saya. Jangan mentang-mentang saya mantan istri Pak Rama, ibu nyariin Pak Rama ke rumah saya."


"Tapi saya tetap nggak percaya sama kamu. Saya yakin kalau suami saya itu ada di dalam."


"Bu Vika, tolong Bu. Ibu bisa lebih sopan kan kalau bertamu."


"Aku mau cari suamiku. Minggir Mbak Shakira..!"

__ADS_1


Shakira sudah tidak bisa menghalangi Vika lagi untuk masuk ke dalam rumahnya. Tanpa izin dari Shakira si pemilik rumah, Vika masuk begitu saja ke dalam rumah Shakira.


Sesampainya di ruang tengah, ke dua orang tua Shakira menatap Vika. Mereka tampak bingung saat melihat Vika.


Lho, itu kan istrinya Rama. Ngapain dia ke sini, batin Pak Junedi.


Ngapain istrinya Rama ke sini, batin Bu Astri.


Pak Junedi dan Bu Astri, sejak tadi hanya bisa menatap Vika dan Shakira tanpa bicara apapun.


"Bu Vika, saya sudah bilang, suami Bu Vika nggak ada di sini. Sembarangan banget sih Bu Vika, masuk ke rumah orang tanpa izin. Bu Vika di ajarin sopan santun nggak sih waktu sekolah?" Shakira sudah mulai emosi dengan sikap Vika. Dia tidak diam begitu saja dengan apa yang sudah Vika lakukan.


"Bu Vika, saya kan sudah bilang kalau Pak Rama nggak ada di sini. Nggak percayaan banget sih."


Vika tidak memperdulikan ucapan Shakira. Dia malah memanggil-manggil Rama dengan suara keras.


"Mas Rama...! Mas Rama...! kamu di mana Mas?" seru Vika.


Vika melangkah ke kamar rumah Shakira untuk mengecek adakah suaminya di dalam kamar rumah Shakira.


Dia juga melangkah ke dapur dan ke halaman belakang rumah Shakira untuk mencari suaminya. Ternyata memang tidak ada Rama di dalam rumah Shakira.


Bu Astri dan Pak Junedi masih bingung. Namun mereka tidak berani untuk bicara karena sejak tadi, Vika hanya bisa marah-marah.


"Lihat, nggak ada kan Bu Vika, suami kamu nggak ada di sini. Lagian, untuk apa dia ke sini dan nginap di sini. Nggak ada perlunya. Jadi orang tuh, jangan cemburuan dan nggak usah curigaan. Apalagi curiga sama saya. Saya memang mantan istrinya Pak Rama. Tapi bukan berarti saya bisa dekat lagi ya sama dia," ucap Shakira panjang lebar.


Vika diam. Sementara sejak tadi Shakira masih emosi dan tidak berhenti bicara.


"Lagian, untuk apa saya dekatin suami orang. Nggak ada untungnya. Lelaki yang single aja masih banyak, untuk apa saya harus dekatin suami orang," lanjut Shakira.


"Ya. Benar kata kamu, kalau suamiku nggak ada di sini. Maaf, kalau aku udah nuduh kamu sembarangan," ucap Vika.


Vika kemudian melangkah pergi meninggalkan rumah kontrakan Shakira. Sementara Shakira hanya bisa menghela nafas dalam setelah Vika pergi meninggalkan rumahnya.


Shakira berjalan dan menghempaskan tubuhnya di ruang makan berbaur kembali bersama ibu dan ayahnya.


"Gila tuh orang. Sudah saraf kali ya tuh orang. Bisa-bisanya pagi-pagi dia marah-marah nyariin suaminya di rumahku. Benar-benar menyebalkan," gerutu Shakira.

__ADS_1


__ADS_2