Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut
Dipecat


__ADS_3

"Vik, kamu kenapa?" Intan menatap Vika lekat.


"Aku nggak apa-apa Mbak. Oh ya, ngomong-ngomong ada apa Mbak? tumben mbak pagi-pagi ke sini?" tanya Vika.


"Sebenarnya aku mau cari Rama ke sini. Ramanya ada di dalam?"


"Mas Rama sudah berangkat dari tadi Mbak."


"Kamu nggak mau nih, nyuruh Mbak masuk?" Intan merasa heran dengan perubahan sikap Vika setelah dia tahu kalau Shakira adalan mantan istri suaminya.


"Oh, ya udah Mbak. Ayo masuk!" Vika mempersilahkan Mbak Intan masuk.


Mbak Intan kemudian masuk. Mbak Intan duduk setelah Vika mempersilahkan Mbak Intan duduk.


"Mbak Shakira. Tolong buatin minum ya untuk Mbak Intan!"


"Baik Bu."


Shakira berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Vika dan Intan.


"Liza ke mana? dia udah berangkat sekolah ya?" tanya Intan menatap sekeliling.


"Liza ada di ruang tengah Mbak. Dia tadi sore habis kecelakaan. Dan kakinya terkilir. Jadi dia belum bisa jalan. Katanya kakinya masih sakit untuk jalan."


"Kecelakaan gimana maksud kamu?"


"Dia tadi sore main di depan. Nggak tahunya dia keserempet motor."


"Duh, kasihan banget sih ponakan aku. Boleh aku lihat Liza?"


"Boleh Mbak. Ayo masuk ke dalam."


"Iya."


Intan dan Vika bangkit dari duduknya. Setelah itu mereka bersamaan masuk ke dalam untuk melihat Liza yang saat ini masih duduk di ruang tengah.


Intan mendekati Liza dan duduk di sisi ponakannya.


"Liza, kamu kenapa sayang? katanya kamu baru keserempet motor ya? kenapa bisa sampai seperti ini sih sayang?"


"Iya Tante. Aku nggak hati-hati. Jadi aku seperti ini."


"Makanya lain kali hati-hati ya. Di depan kan banyak motor yang lewat."


"Iya Tante. Tante Intan ke sini sama siapa?" tanya Liza.


"Sendiri sayang."


"Kenapa nggak di ajak anaknya Te?"


"Kan Kakak kamu sekolah sayang."


Beberapa saat kemudian, Shakira menghampiri ruang tengah sembari membawakan minuman untuk Intan dan Vika.


"Silahkan Bu Vika, Bu Intan," ucap Shakira.


"Makasih ya Mbak."

__ADS_1


"Makasih ya Shakira."


Shakira tersenyum dan mengangguk. Tanpa berucap sepatah katapun, dia kembali untuk ke dapur.


Duh, sekarang Bu Vika sudah tahu kalau aku adalah mantan istri Mas Rama. Bagaimana ini, aku benar-benar nggak enak. Seharusnya aku jujur dari awal soal masalah ini. Sekarang Bu Vika kan jadi salah paham sama aku.


Setelah Shakira pergi ke dapur, Intan menatap Vika lekat.


"Kenapa Shakira bisa ada di sini? kamu emang nggak tahu kalau dia itu mantan istri suami kamu?"


Vika menggeleng sedih.


"Dia itu art baru aku Mbak. Dia kerja juga baru satu bulan kok."


"Kamu kenapa di mana sama Shakira Vik?"


"Teman aku yang nyariin aku art. Dan aku sama sekali nggak tahu kalau Mbak Shakira itu mantan istri suamiku. Mbak Shakira dan Mas Rama juga nggak pernah cerita apa-apa sama aku."


"Mungkin, mereka berdua lagi menjaga perasaan kamu Vik."


"Tapi tetap aja kan Mbak. Kalau mereka berdua udah bohongin aku. Apa salahnya sih mereka jujur. Aku nggak suka tahu Mbak kalau di bohongin."


"Ya sudahlah Vik. Untuk apa dipermasalahkan. Mereka kan sudah nggak punya hubungan apa-apa. Dan Shakira di sini baik kan kerjanya?"


"Iya sih, tapi aku tetap aja nggak nyaman."


"Em, Vik. Kamu pegang uang nggak?" tanya Intan tanpa banyak basa-basi lagi.


"Uang? Mbak mau pinjam uang sama aku?"


"Bukannya aku nggak mau pinjamin Mbak. Uang aku udah habis. Akhir-akhir ini kebutuhan aku kan banyak banget."


"Nggak banyak kok Vik. Aku cuma mau pinjam satu juta aja untuk bayar sekolah anak aku. Nanti kalau suamiku udah gajian, aku kembalikan kok."


"Ya udah, Mbak tunggu di sini dulu ya. Aku ambilin di dalam."


Intan mengangguk.


Vika kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil uang itu. Setelah itu dia kembali dengan membawa uang satu juta untuk Intan.


"Mbak, ini uangnya." Vika menyodorkan uang satu juta itu pada Intan.


Intan menerimanya dengan senang hati.


"Makasih banyak ya Vik."


"Iya Mbak sama-sama."


Setelah lama Intan berada di rumah Vika, akhirnya Intan pun berpamitan untuk pulang.


"Oh iya. Udah siang nih. Aku pulang dulu ya Vik," ucap Intan.


"Oh, iya Mbak."


"Makasih banget lho Vik untuk pinjamannya."


Vika tersenyum.

__ADS_1


"Oh, iya Mbak."


Intan bangkit dari duduknya. Setelah itu dia berjalan keluar meninggalkan ruang tengah.


Sesampainya di teras depan, Intan menatap Vika.


"Aku pulang dulu ya Vik."


"Iya Mbak. Hati-hati di jalan ya."


"Iya."


"Mbak naik apa tadi ke sini?"


"Baik taksi Vik."


"Ya udah Mbak. Hati-hati ya."


"Iya."


Intan kemudian berjalan pergi meninggalkan rumah Vika. Sementara Vika kembali masuk ke dalam rumahnya.


****


Sore ini, Shakira sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya. Sebelum pulang dia berpamitan dulu pada Vika.


"Bu Vika, aku pamit pulang dulu ya," ucap Shakira.


"Ini." Vika menyodorkan amplop coklat yang berisi uang pada Shakira.


"Apa itu Bu?"


"Ini, uang gaji kamu untuk bulan ini. Dan mulai besok, kamu nggak usah datang lagi ke sini."


Shakira terkejut saat mendengar ucapan Vika.


"Maksud ibu apa?"


"Saya memberhentikan kamu kerja di rumah saya. Karena saya mau cari Mbak baru."


"Apa! Bu, ibu kenapa mau memberhentikan saya? apa Bu kesalahan saya? perasaan pekerjaan saya baik-baik saja selama saya kerja di sini."


"Pekerjaan kamu memang baik. Tapi saya sudah salah mempekerjakan kamu di sini. Kalau saya tahu dari awal, kamu itu mantan istri saya, saya tidak akan menerima kamu kerja di sini."


"Tapi Bu, kalau saya nggak kerja di sini, saya mau kerja di mana lagi?'


"Itu sih terserah kamu dan itu bukan urusan saya . Yang penting, kamu nggak usah datang ke sini lagi. Karena jujur, saya tidak nyaman dekat dengan mantan istri suami saya "


"Tapi Bu Vika. Saya dan Mas Rama nggak ada hubungan apa-apa. Kita juga sudah lama bercerai."


"Iya. Itu sih menurut kamu. Tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Kamu dan Mas Rama kan dulu pernah saling mencintai. Siapa tahu, nanti perasaan kalian itu bisa muncul lagi, dan kalian selingkuh di belakang aku."


"Bu Vika, Mas Rama itu cuma masa lalu saya Bu. Saya dan Mas Rama juga nggak punya perasaan apa-apa sekarang. Saya dan Mas Rama, tidak ada maksud untuk membohongi Bu Vika, kamibcuma mau menjaga perasaan Bu Vika. saja."


"Sudahlah, aku nggak mau dengar alasan apapun dari kamu. Sekarang ini ambil, dan pulanglah. Besok kamu nggak usah kerja di sini lagi."


Shakira dengan terpaksa akhirnya mengambil amplop coklat itu. Shakira benar-benar sedih sekarang. Ternyata benar apa yang pernah Rama katakan. Kalau Vika itu cemburuan dan curigaan. Sekarang dia sudah tidak mau lagi mempekerjakan Shakira di rumahnya setelah dia tahu kalau Shakira adalah mantan istri suaminya.

__ADS_1


__ADS_2