Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut
Prasangka buruk


__ADS_3

"Baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu Bu. Makasih untuk semua kebaikan Bu Vika selama ini padaku," ucap Shakira.


Vika diam. Dia sama sekali tidak berucap sepatah katapun sampai Shakira pergi.


Sesampainya di teras depan rumah Vika, Shakira menghentikan langkahnya. Dia menatap ke belakang.


Kenapa Bu Vika harus pecat aku sih. Apa salah aku. Aku aja nggak pernah dekat-dekat Mas Rama. Apalagi godain dia. Aku memang mantan istrinya Mas Rama, tapi semua itu kan sudah berlalu.


Shakira meneteskan air matanya. Dia kemudian kembali menatap ke depan. Shakira terkejut saat melihat Rama sudah berdiri di depannya. Shakira buru-buru mengusap air matanya.


"Pak Rama," ucap Shakira.


"Shakira, kamu sudah mau pulang?" tanya Rama.


"Iya Pak. Mungkin mulai besok, aku sudah nggak kerja di sini lagi."


"Kenapa?" Rama menatap Shakira lekat.


"Bu Vika sudah mecat aku pak," jawab Shakira dengan raut wajah penuh kesedihan.


Rama terkejut saat mendengar ucapan Shakira.


"Apa! kenapa dia mecat kamu?"


"Dia sudah tahu kalau aku ini mantan istri kamu. Dan dia tidak terima, karena dia fikir kita sudah membohonginya," jelas Shakira.


"Apa? Vika tahu dari mana soal itu?"


"Tadi pagi Mbak Intan ke sini. Dia yang bilang kalau aku ini mantan istri kamu."


"Duh, kenapa jadi runyam begini sih urusannya. Pasti si Vika itu sudah salah paham sama kita. Benar-benar ya Vika, aku akan bilang sama dia."


Rama akan melangkah pergi, namun buru-buru Shakira mencekal tangannya.


"Mas Rama, nggak usah diperpanjang masalahnya Mas. Aku nggak apa-apa Mas, nggak kerja di sini. Aku bisa cari kerjaan lain. Aku mau minta bantuan Safia saja nanti. Siapa tahu, dia mau bantu aku cariin kerja."


"Tapi Shakira... Vika nggak boleh dong, semena-mena sama kamu begini. Kenapa dia pecat kamu, kamu kan nggak punya salah apa-apa sama dia."


"Iya Mas, aku tahu. Tapi menurutku, percuma juga kamu bujuk Vika. Seperti apa pun kamu bujuk istri kamu, aku yakin dia nggak akan mungkin mau nerima aku kerja di sini. Seandainya aku jadi Vika, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama seperti apa yang Vika lakukan."


Tanpa banyak bicara, Shakira pun pergi meninggalkan rumah Rama. Sementara sejak tadi Rama hanya bisa menatap kepergian Shakira.

__ADS_1


Duh, kasihan banget Shakira. Kenapa Vika tega banget begitu sih. Aku harus bicara sama dia, batin Rama.


Setelah Shakira menghilang dari pandangan Rama, Rama buru-buru masuk ke dalam rumah. Dia menatap tajam ke arah istrinya yang saat ini masih duduk di ruang tengah.


Rama buru-buru menghempaskan tubuhnya di sisi istrinya.


"Kamu apa-apaan sih Vik. Kenapa kamu pecat Shakira?" tanya Rama.


Vika menatap Rama tajam.


"Kenapa kamu bohongin aku Mas. Kenapa kamu nggak jujur dari awal kalau Art yang aku pekerjakan di rumah kita adalah mantan istri kamu dari kampung. Apa kamu memang sengaja ya, ingin menyembunyikan ini dari aku. Agar kamu bisa dekatin dia lagi. Dan mesra-mesraan saat aku nggak ada," ucap Vika panjang lebar.


Rama benar-benar bingung dengan apa yang istrinya katakan.


"Apa sih maksud kamu Vik? aku sama sekali nggak ngerti tahu nggak, apa maksud kamu."


"Mas, aku itu nggak suka dengan Shakira, karena dia itu mantan istri kamu. Aku sengaja pecat dia, karena aku ingin menjaga keutuhan rumah tangga kita. Aku nggak mau, dia ganggu kehidupan kita Mas," ucap Vika menjelaskan.


"Vika, kamu itu kenapa sih. Jadi orang itu cemburuan banget. Kalau kamu seperti ini, itu namanya kamu nggak percaya sama aku. Dan percuma kalau rumah tangga itu nggak ada rasa saling percaya."


"Tuh kan, kamu itu nyalahin aku lagi. Aku malas Mas, bertengkar terus sama kamu. Kamu itu nggak pernah ngerti perasaan aku. Kamu itu egois Mas."


"Aku nggak nyalahin kamu Vik. Tapi aku ingin kamu mau menghargai orang. Shakira itu kan udah kerja dengan baik di sini. Dia nggak punya salah apa-apa. Kenapa kamu pecat dia?"


"Astaghfirullah. Vik... kamu kok bisa sih sampai punya fikiran macam itu."


Vika bangkit berdiri. Dia sudah tidak mau berlama-lama lagi dengan suaminya. Setelah itu Vika pergi meninggalkan suaminya. Rama hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat Vika.


"Kapan sih Vika, kamu mau berubah. Dari dulu kamu itu seperti ini terus. Sebenarnya kamu yang egois Vik. Bukan aku," gumam Rama.


****


Shakira sudah berdiri di depan rumahnya. Dia masih ragu untuk masuk ke dalam rumahnya. Dia bingung dengan apa yang akan dikatakannya pada ke dua orang tuanya. Apalagi pada Pak Junedi yang baru pulang dari rumah sakit kemarin.


"Duh, gimana ya setelah ini. Apa uang ini akan cukup untuk kebutuhan aku dalam waktu sebulan ke depan," ucap Shakira sembari menatap amplop coklat yang berada di genggaman tangannya.


"Apa yang akan aku katakan pada ibu dan bapak. Kalau aku nggak kerja, bagaimana caranya aku mau bayar kontrakan dan mau bayar hutangku ke Mas Rama."


Beberapa saat kemudian, pintu depan terbuka. Bu Astri muncul dari balik pintu.


"Shakira, kamu udah pulang? kenapa kamu nggak masuk ke dalam. Tuh, anak kamu udah nungguin dari tadi."

__ADS_1


Shakira diam. Dia tampak seperti orang bingung.


"Shakira. Ada apa?" tanya Bu Astri.


"Bu, aku dipecat dari pekerjaanku Bu."


Bu Astri terkejut saat mendengar ucapan Shakira.


"Apa? kamu dipecat?"


"Iya Bu."


"Kenapa Rama bisa sampai mecat kamu?"


"Bukan Mas Rama yang mecat aku Bu. Tapi istrinya. Dia yang udah mecat aku."


"Istri Rama mecat kamu? tapi apa salah kamu?"


"Dia sekarang sudah tahu kalau aku mantan istrinya Mas Rama. Dan sepertinya dia cemburu sama aku. Dia sepertinya takut aku merebut Mas Rama dari dia."


"Kok bisa seperti itu?"


"Entahlah Bu. Aku pusing. Aku nggak tahu, aku mau cari kerjaan apa lagi setelah ini."


Shakira kemudian masuk ke dalam rumah sementara ibunya masih bengong di teras depan.


"Shakira di pecat? kalau Shakira dipecat, bagaimana dengan aku dan bapak. Kami saja tidak kerja, lalu kami mau makan apa?"


Bu Astri kemudian masuk ke dalam mengikuti anaknya. Shakira sudah duduk di sofa ruang tengah rumahnya. Dia sejak tadi masih mengurut keningnya.


"Shakira, lalu apa yang mau kamu lakukan sekarang? bapak kamu aja baru selesai operasi."


Shakira menatap ibunya dan tersenyum.


"Ibu nggak perlu khawatir. Aku akan cari cara untuk menyelesaikan masalah ini."


"Bagaimana caranya? kamu mau cari kerja lagi?"


"Iya Bu. Aku mau tanya ke Safia soal kerjaan. Siapa tahu Safia mau membantu aku nyariin kerjaan."


"Ya udah, tanya aja sama Safia. Siapa tahu dia mau bantuin kamu."

__ADS_1


"Iya Bu. Besok aku mau main ke sana."


****


__ADS_2