Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut
Menemui tamu


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, mobil Vika sudah sampai di depan rumahnya.


Vika buru-buru turun dari mobilnya. Setelah itu dia melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum," ucap Vika.


"Wa'alakiumsalam." Bu Tari, Shakira dan Yuli menatap ke arah Vika bersamaan.


Vika mendekat ke arah mereka. Sebelum duduk, Vika mengajak Shakira dan Yuli bersalaman.


"Sudah dari tadi ya Mbak?" tanya Vika pada Shakira dan Yuli.


"Yah, udah lumayan lama Bu," ucap Yuli.


Vika kemudian duduk di sisi Bu Tari.


"Vik, kenapa lama sekali kamu perginya?" tanya Bu tari lirih.


"Bu, anak aku nggak mau di ajak pulang. Dia masih mau main di taman. Makanya aku tinggal dia sama papanya."


Vika menatap Shakira dan Yuli bergantian.


"Maaf ya, sudah menunggu lama," ucap Vika menatap Yuli dan Shakira bergantian.


Yuli tersenyum. "Nggak apa-apa kok Bu."


"Oh iya Bu, ini Shakira. Dia teman saya yang mau kerja di sini," ucap Yuli memperkenalkan Shakira pada Vika.


Vika menatap Shakira dan tersenyum. "Masih muda ya," puji Vika.


"Saya sudah tua Bu. Sudah 37 tahun. Tiga tahun lagi, sudah menginjak usia empat puluh," ucap Shakira.


"Oh, berarti sepantar dong sama suami saya."


"Oh, jadi suami ibu juga seumuran saya?"


Vika mengangguk. "Iya."


"Terus sekarang di mana suami ibu?"


"Saya tinggal di taman. Anak saya tadi tidak mau pulang. Makanya saya tinggal di sama ayahnya di taman."


Shakira sejak tadi masih memperhatikan Vika. Penampilan Vika memang sangat berbeda jauh dari penampilan orang pada umumnya. Vika itu dari kecil memang sudah dibesarkan dari keluarga pengusaha. Dan sampai dewasa pun Vika masih tetap jadi orang kaya. Karena suaminya juga seorang pengusaha.


Cantik banget ya Bu Vika ini. Orang kota apalagi orang kaya seperti Bu Vika mah, dari segi fisik dan penampilan juga beda dari wanita desa seperti aku dan Safia. Bajunya aja, pasti mahal-mahal. Suaminya pasti juga tampan, batin Shakira.


"Mbak Shakira bisa mulai kerja kapan? besok bisa?" tanya Vika menatap Shakira lekat.


Shakira yang ditanya hanya diam. Dia masih menatap Vika tanpa berkedip. Tampaknya dia sangat mengagumi sosok Vika. Dia tidak tahu saja kalau Vika adalah istri dari mantan suaminya.

__ADS_1


"Auh..." pekik Shakira saat Yuli menginjak kakinya.


"Kenapa kamu malah ngelamun sih. Itu ditanyain sama Bu Vika," bisik Yuli.


"Eh iya Bu. Kenapa bu?" tanya Shakira.


Vika hanya tersenyum.


"Jangan kebanyakan ngelamun lho, nanti bisa kemasukan setan. Kamu kapan siap untuk kerja di sini? besok siap?" tanya Vika sekali lagi.


"Siap Bu," jawab Shakira mantap.


"Ya. Oke. Besok kamu bisa mulai kerja di sini."


"Mulai kerjanya jam berapa sampai jam berapa Bu? dan kerjaan saya apa aja di sini?" tanya Shakira.


"Mulai kerja jam tujuh pagi, dan pulang jam lima sore. Kalau kerjaan utama kamu di sini, cuci baju dan nyetrika. Karena Bik Ijah sudah masak. Nggak mungkin dong, kalau Bik Ijah harus dobel sama nyuci dan nyetrika. Kasihan dia sudah tua."


"Oh. Iya Bu."


"Selain itu, kerjaan kamu mudah kok, cuma bantu-bantu Bik Ijah aja mengerjakan pekerjaan rumah, sekalian bantu saya untuk ikut merawat mama saya. Karena kadang saya dan suami itu pergi, dan mama saya nggak punya teman. Kalau ada Mbak satu lagi kan, bisa untuk temani mama saya."


"Iya Bu. Saya udah paham Bu."


Setelah lama Yuli dan Vika ngobrol di ruang tamu rumah Vika, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, Shakira dan Yuli berpamitan dengan Vika.


"Saya pamit pulang dulu ya Bu Vika, Bu Tari, " ucap Yuli.


"Iya Bu," ucap Shakira dan Yuli bersamaan


Setelah berpamitan pada Vika dan Bu Tari, mereka pun kemudian pergi meninggalkan rumah Vika.


"Bu Vika itu nggak sombong ya. Dia mau jabat tangan sama kita. Biasanya kan, kalau orang kaya itu jarang ada yang mau bersalaman dengan orang-orang seperti kita."


"Kalau menurut saya, tergantung orangnya Kir. Tapi kita kan baru kenal Bu Vika, kita belum tahu aslinya dan kita belum bisa dong, menilai dia. Semoga saja, calon bos kamu ini, baik, dermawan, dan diam. Nggak bawel dan nggak banyak ngatur."


"Mudah-mudahan saja. Kalau dia bawel, tinggalin aja dan cari bos yang baru. Gampang kan."


****


Rama dan Liza masih berada di taman. Mereka masih menunggu Vika datang.


"Mama kemana sih Pa? kenapa dia nggak datang-datang. Cepak nih, nungguin terus dari tadi."


"Sabar sayang. Makanya kamu duduk dulu di sini, di samping papa. Nanti mama kamu juga datang."


"Tapi aku udah gerah Pa. Aku pengin cepat-cepat pulang dan aku pengin mandi."


"Ya sabar dong sayang. Kalau nggak sabar, mau kita jalan kaki sampai rumah."

__ADS_1


"Jalan kaki kan lama papa, aku capek."


"Ya udah, sabar dong. Papa udah chat mama kamu tadi. Dan dia lagi jalan ke sini."


Setelah lama Rama dan anaknya menunggu, akhirnya mobil Vika datang. Vika turun dari mobilnya dan menghampiri Rama dan Liza.


"Maaf ya, lama nunggu ya. Tamunya baru pulang tadi."


"Nggak apa-apa Vik. Ini anak kamu dari tadi nungguin kamu."


"Tadi di ajak pulang nggak mau. Sekarang malah nungguin."


"Mama ada tamu siapa sih?"


"Tadi Mbak baru. Besok Mbak barunya sudah bisa mulai kerja di rumah mama."


"Oh... siapa nama Mbak barunya Ma?" tanya Liza.


"Mbak Shakira namanya."


Rama terkejut saat mendengar ucapan itu.


"Siapa? Shakira?"


"Iya mas Kenapa sih, terkejut begitu. Emang kamu kenal sama Shakira."


"Nggak juga sih."


Tapi namanya mirip sama wanita yang dulu pernah aku cintai Vik. Setelah kejadian itu, aku belum pernah ketemu dia lagi. Semoga saja yang kerja di rumah aku bukan mantan istri aku dari kampung.


"Mas, ayo pulang. Kenapa malah bengong. Kamu sama Mbak baru sama-sama aja tukang bengong, malas aku lihatnya," gerutu Vika.


Vika kemudian menggandeng Liza dan mengajak Liza masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu Rama pun ikut masuk ke dalam mobil.


"Kamu yang mau nyetir Vik?" tanya Rama.


"Iya."


Setelah semua masuk ke dalam mobil, Vika kemudian meluncur pergi meninggalkan taman.


Sesampainya di depan rumah, Vika, Rama dan Liza turun. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


Vika menghentikan langkahnya dan menatap ke arah suami dan anaknya.


"Kalian pasti belum mandi kan. Setelah ini kalian mandi ya. Liza bisa kan mandi sendiri?"


"Bisa dong Ma."


"Ya udah tunggu apa lagi. Sana cepat mandi."

__ADS_1


"Iya Ma."


Liza kemudian melangkah ke kamarnya untuk pergi mandi.


__ADS_2