
Rama masih menatap ke luar jendela kamarnya. Dia masih saja kefikiran dengan kejadian tadi pagi saat di rumah Safia. Rama sedih, jika Safia tidak membolehkannya lagi untuk bertemu dengan Anna.
Rama tidak tahu, kenapa rasa sayang ke Anna itu sama seperti rasa sayang Rama ke Liza. Padahal Rama baru mengenal Anna.
"Kenapa ya, aku jadi sedih gini. Kenapa Safia tega banget mengembalikan hape itu. Padahal kan hape itu untuk telponan aku dengan Anna. Aku bisa telpon Anna kalau aku lagi kangen sama dia. Sekarang, gimana kalau aku kangen sama Anna, aku udah nggak bisa telponan lagi sama dia, gumam Rama.
Vika membuka pintu kamarnya. Dia kemudian mendekat ke arah suaminya. Vika memegang ke dua bahu suaminya.
"Sayang, kamu kenapa? kamu lagi ada masalah ya? pulang-pulang, kenapa kamu jadi murung begini?" tanya Vika.
Rama memutar tubuhnya dan menghadap ke arah istrinya.
"Vika, kamu mau ngapain ke sini?" tanya Rama.
Vika tersenyum.
"Dari tadi aku perhatikan kamu sepeti lagi galau. Kamu sebenarnya kenapa sih? kamu lagi ada masalah? masalah apa? kamu bisa cerita ke aku Mas."
"Aku ngga apa-apa Vika. Jangan khawatirkan aku. Mana Liza?" tanya Rama.
"Liza ada di bawah."
"Sekarang aku minta kamu dan Liza siap-siap. Aku akan ajak kalian jalan."
Vika tersenyum bahagia.
"Wah, kamu mau ajak aku dan Liza jalan-jalan?"
Rama mengangguk.
Vika benar-benar bahagia. Kapan lagi, suaminya itu ngajak mereka jalan-jalan. Biasanya Rama itu selalu sibuk di kantor. Dan setiap weekend, dia juga lebih senang menghabiskan waktu-waktunya di rumah. Jarang banget Rama ngajak anak dan istrinya jalan-jalan.
"Ya udah, aku panggilkan Vika dulu ya Mas."
Rama mengangguk. "Iya."
Vika buru-buru melangkah keluar dari kamarnya untuk memanggil Liza. Dia kemudian turun ke bawah untuk menemui Liza yang saat ini masih ada di ruang tengah bersama Bu Tari Omanya.
"Liza," panggil Vika.
"Ada apa Ma?" tanya Liza menatap Vika lekat.
"Sekarang kita siap-siap Liz. Papa kamu mau ngajakin kita jalan-jalan."
Liza melebarkan matanya.
"Yang benar Ma? Papa mau ngajakin kita jalan-jalan?" ucap Liza dengan mata berbinar-binar.
Dia tampak bahagia saat ayahnya akan mengajaknya jalan-jalan.
"Iya. Ayo..!" ajak Vika.
Liza bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Vika.
__ADS_1
"Kalian mau ke mana? mau jalan-jalan ke mana?" tanya Bu Tari menatap tajam ke arah Liza dan Vika.
Bu Tari sebenarnya bingung, kalau Vika dan Liza pergi. Karena Bu Tari tidak bisa apa-apa tanpa Vika dan Liza.
Vika mendekat ke arah ibunya dan duduk di sisi ibunya.
"Ma, aku mau jalan-jalan dulu sebentar sama Mas Rama dan Liza," ucap Vika.
"Terus mama sama siapa?" Bu Tari bingung jika Vika dan Liza meninggalkannya sendiri di rumah. Karena jika Vika pergi, tidak ada yang bisa Bu Tari suruh-suruh.
"Mama sama bibi dulu ya di rumah," ucap Vika.
"Mama nggak mungkin sama bibi. Kalau mama butuh apa-apa gimana. Bibi kan lagi repot di dapur. Kerjaan bibi juga pasti banyak."
"Ma, aku jalan-jalan juga cuma sebentar kok Ma. Ngga akan lama. Nggak sampai sore juga. Nanti aku bilang deh sama bibi untuk jagain mama."
"Nggak usah. Mama nggak apa-apa kok sendirian.
Terserah kamu saja kalau kamu mau jalan-jalan," ucap Bu Tari.
"Yakin, mama nggak apa-apa kalau aku tinggal?"
"Iya. Nggak apa-apa. Sana kamu siap-siap."
'"Iya Ma."
Vika kemudian melangkah untuk pergi ke kamarnya. Dia akan siap-siap untuk jalan-jalan pagi ini.
Beberapa saat kemudian, Rama Liza dan Vika sudah siap untuk pergi. Sebelum pergi, mereka menghampiri Bu Tari untuk berpamitan.
"Rama, kamu mau ngajak Vika dan Liza ke mana? jangan lama-lama ya kalian perginya," ucap Bu Tari.
"Rama mau ngajak Vika dan Liza jalan-jalan yang deketan aja kok, Nggak sampai sore juga Ma," ucap Rama.
"Iya Ma. Lagian, nanti sore juga aku mau ada tamu."
"Oma, Liza pergi dulu ya," ucap Liza. Setelah itu dia mencium punggung tangan Omanya. Begitu juga dengan Vika dan Rama yang ikut mencium punggung tangan Bu Tari.
Setelah mereka berpamitan dengan Bu Tari, mereka pun pergi meninggalkan rumah.
*****
Sore ini, Shakira masih berada di ruang tamu bersama Rio anaknya. Sejak tadi Shakira masih membujuk Rio agar Rio mau ditinggal di rumah.
"Rio, mama mau pergi dulu sama Tante Yuli. Rio di rumah aja ya sama nenek," ucap Shakira pada Rio anaknya yang saat ini sudah menginjak lima tahun.
"Mama mau ke mana? Rio mau ikut," ucap Rio
"Rio jangan ikut. Mama mau jauh Rio."
"Tapi Rio pengin ikut. Rio nggak ada teman di rumah."
Rio memang masih baru berada di Jakarta. Dia dari kampung dan belum punya teman main di sekitar rumah kontrakannya.
__ADS_1
"Rio sama nenek dulu di rumah. Mama mau sebentar kok. Nggak akan lama."
"Tapi Rio pengin ikut. Mama mau pergi ke mana?" tanya Rio yang sejak tadi masih memaksa untuk ikut dengan ibunya.
"Jangan, Rio jangan ikut. Di sana nggak ada anak kecil. Mama mau pergi cuma sebentar kok, mau sama Tante Yuli."
Shakira sejak tadi masih membujuk anaknya. Namun nampaknya Rio sangat susah sekali untuk dibujuk. Dia masih saja memaksa untuk ikut dengan ibunya.
Tok tok tok ..
Suara ketukan pintu dari luar rumah Shakira terdengar. Shakira buru-buru membuka pintu rumah kontrakannya.
Yuli sudah tampak berada di depan pintu.
"Kir. Sudah siap Kir?" tanya Yuli.
Shakira menatap ke arah Rio.
"Anak aku, belum mau ditinggal. Dia minta ikut sama aku."
"Ya udah, ajak aja anak kamu. Lagian, kamu kan belum mulai kerja. Kita mau temui bos kamu dulu, baru besok kamu bisa langsung kerja."
"Nggak ah. Ngerepotin aja. Aku panggil ibu dulu ya. Aku mau titip kan Rio sama ibu."
Yuli mengangguk. "Ya udah, sana."
Shakira kemudian melangkah untuk ke kamar orang tuanya.
"Bu, Pak, besok saya udah mulai kerja. Saya mau ke rumah bos saya dulu sama Yuli. Tapi Rionya minta ikut. Apa ibu bisa jagain Rio dulu?" tanya Shakira.
"Kapan kamu mulai kerja?" tanya Bu Astri
"Besok Bu. Tapi sekarang Yuli mau ngajak aku ke rumah bos aku dulu. Katanya bos aku ingin ketemu sama aku. Tapi Rionya susah banget untuk ditinggal Bu "
"Sana Bu, ajak Rio masuk. Biarkan Shakira pergi," ucap Pak Junedi.
Bu Astri mengangguk. Dia kemudian melangkah keluar dari kamar untuk menemui Rio.
"Rio sama nenek dulu ya, mama Rio mau pergi dulu sama Tante Yuli," ucap Bu Astri membujuk Rio.
"Tapi aku pengin ikut mama Nek."
"Jangan, mama mau jauh. Rio ikut nenek aja ya. Kita nanti jalan-jalan ke depan, beli ice cream," ucap Bu Astri lagi.
"Iya Rio. Kamu mau titip apa? nanti mama pulang bawa jajan yang banyak deh untuk kamu."
Setelah lama Bu Astri dan Shakira membujuk Rio, akhirnya Rio mau juga di tinggal.
"Ya udah deh. Rio mau sama nenek di rumah."
Shakira tersenyum.
"Ya udah, mama pergi dulu ya."
__ADS_1
Shakira dan Yuli kemudian berpamitan pada Bu Astri. Setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah. Sore ini, Shakira mau datang ke rumah bosnya. Dan
mulai besok, dia sudah bisa masuk kerja.