
"Bu, besok masak kayak gini lagi ya. Aku tuh kangen sama masakan Ibu. Nggak ada orang yang bisa masak selezat ini seperti ibu. Begitu juga dengan istri dan ibu mertuaku. Mereka juga nggak ada yang bisa masak enak. Masakan mereka biasa saja."
"Makanya itu yang membuat bapak sayang dan semakin cinta sama ibu kamu," ucap Pak Hendro yang membuat istrinya salah tingkah.
Rama tersenyum.
"Nggak usah pada muji gitu deh. Dan nggak usah banding-bandingkan masakan ibu dengan masakan orang lain. Karena masakan orang itu memang rasanya beda-beda," ucap Bu Lina.
Rama dan ke dua orang tuanya kembali diam. Di sela-sela kunyahannya, Bu Lina menatap Rama.
"Sebenarnya kamu kenapa sih Rama?" tanya Bu Lina.
"Kenapa kamu nggak pulang ke rumah istri kamu? sudah satu minggu lho kamu di sini,"lanjut Bu Lina..
"Aku lagi malas Bu, pulang ke sana."
"Kenapa emang, lagi ada masalah?" tanya Pak Hendro.
Rama diam. Memang benar kalau sedang ada masalah besar yang sedang menimpa Rama dan istrinya. Namun sampai saat ini, Rama masih tutup mulut.
Begitu juga dengan Shakira dan ke dua orang tuanya. Mereka juga enggan untuk menceritakan masalah besar itu pada Pak Hendro dan Bu Lina.
Karena menurut mereka, hal itu bagi mereka adalah sebuah aib besar yang bisa menghancurkan nama baik keluarga mereka di hadapan masyarakat luas.
"Rama, kenapa wajah kamu ditekuk gitu. Ibu sudah tahu kalau kamu memang lagi ada masalah kan sama istri kamu. Kamu punya masalah apa Rama sebenarnya? cerita saja sama ibu dan bapak. Siapa tahu ibu dan bapak bisa ngasih kamu solusi," ucap Bu Lina.
Sejak Rama pulang kemarin, Bu Lina melihat ada sesuatu yang berbeda dalam diri Rama. Rama seperti sedang punya masalah yang besar. Dan Bu Lina tahu jika anaknya sedang punya masalah.
Rama diam. Dia belum berani untuk menceritakan hal yang sesungguhnya pada orang tuanya. Dia malu sekaligus takut pada orang tuanya.
Rama tahu, kalau ayahnya itu orang yang keras. Rama takut ayahnya juga akan menghajarnya seperti waktu Pak Junedi menghajarnya dan memukulinya kemarin sampai babak belur.
"Rama...! Kenapa diam aja?" Tanya Pak Hendro.
"Aku nggak ada masalah apa-apa kok Bu, Pak. Aku cuma lagi kangen aja tinggal di sini. Lama aku nggak tidur di sini."
"Rama, kalau kamu kangen tinggal di sini, ya kamu ajak dong istri kamu untuk nginap di sini. Kenapa kamu malah tinggal?" ucap Bu Lina.
"Shakira nggak mau di ajak nginap di sini."
"Kenapa nggak mau?" tanya Pak Hendro.
__ADS_1
"Nggak tahu."
Setelah menghabiskan makanannya, Rama kemudian bangkit berdiri. Dia akan bergegas pergi untuk meninggalkan ruang makan.
Rama tidak mau, ibu dan ayahnya bertanya macam-macam padanya. Rama belum siap untuk mengatakan dan jujur pada ke dua orang tuanya tentang semua masalahnya.
"Rama. Kamu mau ke mana?" tanya Pak Hendro.
"Aku mau ke kamar dulu Pak, Bu."
Tanpa banyak kata, Rama kemudian melangkah pergi untuk ke kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamarnya, Rama menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Dia kemudian menatap ke arah jendela kamarnya.
"Maafkan aku Bu, Pak. Aku sudah menyembunyikan masalah ini dari kalian. Aku takut, kalian juga akan marah sama aku kalau sampai kalian tahu semua masalah ini," ucap Rama.
Rama masih menyesali akan semua perbuatan yang sudah dia lakukan pada Safia. Dan Rama ingin meminta maaf sekali lagi pada Shakira untuk hal itu.
Rama masih sangat mencintai istrinya. Dan dia belum siap untuk bercerai dengan Shakira.
***
Setelah satu minggu lebih Rama pisah ranjang dengan istrinya, Rama memutuskan untuk ke rumah istrinya.
"Rama, kamu mau ke mana malam-malam begini?" tanya Bu Lina yang sudah melihat anaknya tampak rapi.
"Aku mau ke rumah istri aku Bu," jawab Rama.
"Malam-malam begini?"
"Iya Bu."
"Kenapa nggak besok aja sih Rama. Ini udah malam."
"Nggak apa-apa kok Bu. Ini juga masih jam sembilan. Jalanan masih ramai."
"Ya udah. Hati-hati ya di jalan."
"Iya Bu."
Rama kemudian mencium punggung tangan ibunya. Setelah itu dia melangkah pergi keluar dari rumahnya.
__ADS_1
Rama naik ke atas motornya. Setelah itu dia meluncur sampai ke rumah Shakira.
Sesampainya di depan rumah Shakira, Rama menghentikan laju motornya. Rama kemudian turun dari motornya dan melangkah ke teras depan rumah Shakira.
Rama mengetuk pintu rumah Shakira.
Tok tok tok...
Beberapa saat kemudian, Shakira membuka pintu depan. Shakira terkejut saat melihat Rama.
"Mas Rama. Ngapain ke sini," Shakira menatap Rama tajam.
Rama tersenyum.
"Aku mau bicara sebentar sama kamu," ucap Rama.
Nampaknya, Shakira tidak suka dengan kehadiran Rama. Shakira akan menutup pintunya kembali namun Rama buru-buru menghalanginya.
"Tunggu sayang. Aku mau bicara sebentar. Tolong kasih aku kesempatan untuk bicara. Jangan tutup pintunya..." ucap Rama.
"Sudah nggak ada yang perlu kita bicarakan lagi Mas. Sekarang kamu pergi dari sini Mas! aku nggak mau melihat wajah kamu lagi."
Shakira mengusir Rama seperti apa yang sudah dilakukan satu minggu yang lalu.
"Sayang, jangan usir aku dari sini. Aku mau kita bicara. Berikan aku waktu lima menit aja sayang untuk bicara. Aku mohon," ucap Rama dengan nada memelas.
"Baiklah. Lima menit."
Shakira kemudian melangkah keluar memberikan waktu lima menit untuk Rama bicara.
"Shakira, aku tidak mau cerai dari kamu. Aku cinta sama kamu. Tolong aku mohon Shakira. Kasih aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya," ucap Rama.
Shakira menggeleng.
"Maaf Mas. Aku nggak bisa. Sudah tertutup pintu maaf aku untuk kamu. Aku tidak sanggup untuk melupakan hal itu dan aku ingin mengakhiri hubungan rumah tanggaku dengan mu. Aku ingin kita cerai Mas."
Rama meraih tangan Shakira dan menggenggamnya erat. Dia memohon agar Shakira mau memaafkannya.
"Shakira aku mohon, beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku mohon, aku janji aku tidak akan mengulangi hal itu lagi. Aku akan jadi suami yang baik untuk kamu, aku tidak akan mabuk-mabukan lagi, aku ingin kita membuka lembaran hidup baru Shakira."
Shakira menghempaskan tangan suaminya. Dia menangis di depan suaminya.
__ADS_1
"Aku mohon Mas, sekarang kamu pergi dari sini. Kamu sudah menghancurkan semuanya. Kamu sudah menghancurkan hidup aku dan adik aku. Sekarang adik aku pergi semua ini gara-gara kamu...!" ucap Shakira dengan nada tinggi.