Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut
Hadiah


__ADS_3

Setelah Rama pergi, Safia melangkah ke belakang untuk kembali kerja.


"Safia, tadi kamu ngobrol sama siapa?" tanya Iren yang sejak tadi masih penasaran dengan lelaki yang ngobrol dengan Safia.


"Oh tadi. Sudahlah, nggak penting untuk dibahas Ren," ucap Safia.


"Kok nggak penting? emang kamu kenal sama lelaki tadi?"tanya Iren lagi.


"Iya. Aku kenal sama dia," jawab Safia.


"Tunggu," ucap Iren. Dia kemudian diam dan tampak mengingat sesuatu.


"Bukankah lelaki tadi, lelaki yang semalam belain kamu di depan Pak Dito dan memberikan Pak Dito uang untuk ganti rugi piring yang sudah kamu pecahin. Jadi kamu kenal dengan lelaki yang semalam?" tanya Iren.


Safia hanya mengangguk.


"Iya. Aku memang kenal sama dia," jawab Safia.


"Penampilan lelaki tadi seperti orang kaya. Kamu kenal di mana sama dia?"


"Sebenarnya, dia itu mantan kakak iparku Ren"


"Oh..." Iren manggut-manggut tampak mengerti.


"Jadi dia itu mantan suami kakak perempuan kamu?"


"Yah begitulah. Aku juga kaget saat melihat penampilan dia sekarang. Dia sekarang sudah berubah banget. Padahal dulu waktu dia masih sama Mbak aku, penampilannya biasa saja."


"Mantan kakak ipar kamu tadi asli orang sini ya?"


"Bukan. Dia dari kampung. Dia sekampung sama aku."


"Jadi kakak perempuan kamu sekarang ada di kampung?"


"Iya."


"Terus lelaki tadi sama kakak kamu udah cerai?"


Safia hanya mengangguk.


"Udah lama ya mereka cerai?"


"Iya. Udah sepuluh tahunan lah. Kalau nggak salah."


Pak Dito menatap ke arah Iren dan Safia. Sejak tadi ternyata dia masih memperhatikan Safia dan Iren.


"Eh, kita harus kembali kerja. Pak Dito sekarang lagi memperhatikan kita terus sejak tadi. Ayo kita lanjutin kerjanya," ucap Iren.


"Iya."


Safia dan Iren kemudian kembali untuk kerja.


*****


Sore ini Rama masih berada di kantornya. Setelah jam pulang, Rama membereskan semua berkas-berkasnya. Rama kemudian memakai jasnya, setelah itu dia membawa tasnya keluar dari ruangannya.


Rama melangkah ke luar dari kantornya. Dia kemudian menuju ke tempat parkir yang ada di kantornya untuk mengambil mobilnya.


Sesampainya di parkiran mobil, Rama masuk ke dalam mobilnya dan meluncur pergi meninggalkan kantornya.


Di sela-sela menyetirnya, Rama tiba-tiba saja teringat dengan Anna.


"Anna lagi ngapain ya sekarang,'" ucap Rama di sela-sela menyetirnya.

__ADS_1


Rama menatap keluar jendela mobilnya. Dia tampak mencari sesuatu.


"Itu ada konter. Di situ pasti jualan hape. Anna dan ibunya katanya kan nggak punya hape. Aku belikan aja kali ya Anna hape. Agar aku enak komunikasinya sama Anna," ucap Rama.


Rama turun dari mobilnya. Setelah itu dia mendekat ke arah konter itu.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya pelayan konter.


"Saya mau hape keluaran terbaru. Saya mau belikan untuk anak saya," ucap Rama.


"Oh."


Pelayan itu kemudian mengambil tiga buah hape yang beda merek dan menunjukkannya ke Rama.


"Silahkan, anda bisa pilih yang mana. Ini hape yang berkualitas keluaran terbaru. Dan harganya juga lumayan mahal," ucap pelayan itu.


Rama menawar hape itu. Dan terjadilah tawar menawar di antara penjaga konter dan Rama.


"Aku ambil yang ini ya," ucap Rama.


"Oh iya Pak."


Setelah Rama membeli hape, Rama kemudian kembali lagi masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu dia pun meluncur pergi meninggalkan tempat itu.


Rama mengendarai kendaraannya dengan kecepatan lambat. Sepertinya dia ingin mencari sesuatu lagi untuk dia bawa ke rumah Anna.


Rama tersenyum saat berhenti tepat di depan toko boneka. Tiba-tiba saja dia ingin membelikan Anna boneka.


"Pasti Anna suka dengan boneka Aku belikan Anna boneka saja kali ya. Pasti dia suka kalau aku ke rumahnya dengan membawa boneka baru," ucap Rama.


Rama turun dari mobilnya. Setelah itu dia melangkah masuk ke toko boneka.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya seorang pelayan pada Rama.


"Iya. Saya mau beli boneka beruang. Coba yang pink itu," ucap Rama sembari menunjuk ke arah boneka beruang yang berwarna pink.


"Iya."


Pelayan itu kemudian memberikan boneka itu pada Rama. Rama menatap boneka beruang itu dengan seksama.


"Iya. Aku beli yang ini ya. Tolong bungkus ya."


"Mau berapa Pak?"


"Mau satu aja dulu,"


"Baik Pak. Tunggu ya,"


Pelayan itu kemudian membungkus boneka beruang itu dan memberikannya ke Rama. Setelah membayar Boneka itu, Rama pun pergi meninggalkan toko boneka itu.


Rama melanjutkan perjalanannya untuk ke rumah Anna. Sesampainya di depan rumah Anna, Rama turun dari mobilnya. Dia kemudian masuk ke dalam gang kecil di mana rumah Anna berada.


Sesampainya di depan rumah Anna, Rama mengetuk pintu rumah Anna.


Tok tok tok...


"Assalamualaikum," ucap Rama.


Rama sejak tadi mengetuk pintu rumah Anna. Namun tidak ada sahutan dari dalam rumah itu.


Anna menatap dari kejauhan seorang lelaki yang saat ini sedang berdiri di depan rumahnya.


"An, di depan rumah kamu, seperti ada tamu. Siapa itu An?" tanya Aura pada Anna temannya.

__ADS_1


"Siapa ya." Anna tampak tidak mengenali Rama.


"Coba yuk An, kita samperin!" ajak Aura.


"Iya. Ayo...!"


Anna dan Aura kemudian melangkah ke arah rumah Anna.


"Om, cari siapa? cari mama ya?" tanya Anna.


Rama menoleh ke belakang di mana Anna dan Aura berdiri


Rama tersenyum saat melihat Anna.


"Hai Anna," ucap Rama. .


Anna terkejut saat melihat Rama.


"Om Rama, Om Rama kok bisa ada di sini?" tanya Anna.


"Om memang sengaja mampir ke rumah kamu. Om kangen sama kamu Anna," jawab Rama.


Anna tersenyum. "Aku juga kangen sama Om."


"Oh iya. Kok rumah Anna sepi. Di mana ibu Anna?" tanya Rama pada Anna.


"Bunda lagi kerja Om. Dia belum pulang kerja," jawab Anna.


"Oh. Biasanya ibu kamu pulang jam berapa?"


"Malam Om pulangnya.".


"Malam? emang ibu kamu kerja apa?"


"Bunda kerja di cafe Om. Jadi pelayan cafe."


"Oh..."


"Oh iya. Aku sampai lupa Om. Kenalkan Om. Ini Aura, teman aku Om. Teman sekaligus tetangga aku."


Aura tersenyum pada Rama. Dia kemudian mengulurkan tangannya.


"Kenalkan Om. Nama aku Aura," ucap Aura.


Rama ikut mengulurkan tangannya, setelah itu Aura mencium punggung tangan Rama.


"Nama Om Rama. Panggil aja Om dengan sebutan Om Rama," ucap Rama pada Aura.


"Iya Om."


"Om Rama, ayo masuk ke dalam Om!" Anna mempersilahkan Dana untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Oh iya An. Om punya hadiah buat Anna," ucap Rama sebelum masuk ke dalam rumah Anna.


"Hadiah apa Om?" tanya Anna.


"Tapi hadiahnya masih ada di dalam mobil."


"Om mau memberikan hadiah aku apa sih?"


Rama tersenyum. "Rahasia dong."


"Kamu tunggu di sini sebentar ya. Biar Om ambil dulu hadiahnya di mobil."

__ADS_1


"Iya Om."


Rama kemudian melangkah untuk kembali ke mobilnya. Dia akan mengambil hape dan boneka yang sudah dia beli di toko tadi. Dia akan memberikan boneka dan hape itu pada Anna.


__ADS_2