
"Maaf Vik. Aku nggak enak kalau ngga ikut turun dan mengantar mereka masuk ke dalam rumah sakit. Karena ayahnya Mbak Shakira sekarang sedang kritis. Nggak enak kan kalau aku meninggalkan mereka begitu saja," ucap Rama.
"Terserah kamu lah Mas. Aku capek."
Vika yang sudah merasa lelah, akhirnya meninggalkan Rama begitu saja. Tampaknya kali ini Vika sudah tidak mau berantem lagi dengan suaminya.
Vika lebih memilih masuk ke dalam kamarnya dan naik ke atas tempat tidurnya untuk berbaring tidur. Dia juga sudah mulai mengantuk karena sejak tadi dia belum tidur.
****
Pagi ini, Bu Astri dan ke dua anaknya masih berada di rumah sakit. Sementara dokter masih berada di ruangan UGD.
Setelah memeriksa kondisi Pak Junedi di ruang UGD, dokter pun kemudian keluar dari ruangan itu. Dia berjalan mendekati Safia, Shakira, dan Bu Astri.
"Dokter, bagaimana Dok kondisi bapak saya?" tanya Shakira.
"Kondisi Pak Junedi sudah mulai membaik. Dia sudah berhasil melewati masa kritisnya. Dan mungkin setelah ini, kami bisa melakukan tindakan operasi. Itu pun, kalau sudah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga Pak Junedi," ucap Dokter.
Bu Astri dan Shakira saling menatap.
"Shakira, bagaimana ini. Kamu sudah telpon Rama?" bisik Bu Astri.
Shakira mengangguk.
"Sudah Bu. Dan nanti sore dia mau ke sini," ucap Shakira lirih.
Shakira kemudian menatap dokter.
"Dokter lakukan operasinya sekarang Dok. Yang penting, bapak saya sembuh dulu."
"Baik kalau begitu. Saya akan persiapkan semuanya dari sekarang."
Dokter kemudian pergi meninggalkan Bu Astri, Shakira , dan Safia. Setelah dokter pergi, Safia mendekat ke arah kakaknya.
"Mbak, kenapa Mbak mau menyetujui Operasi itu. Apa Mbak punya uang?" tanya Safia.
"Saya nggak punya uang Safia. Tapi saya ingin bapak sembuh."
"Tapi operasi itu kan biayanya nggak sedikit Mbak. Apalagi ini Operasi paru-paru."
"Mas Rama yang akan membantu kita. Dia yang akan membiayai biaya rumah sakit dan biaya operasi bapak."
"Apa! Mbak Shakira kenapa minta bantuan pada lelaki itu."
"Safia, aku nggak pernah meminta bantuan sama dia. Dia sendiri yang menawarkan bantuan itu padaku. Dia yang akan meminjami aku uang untuk bayar biaya operasi bapak."
__ADS_1
"Terus Mbak mau bayar hutang itu dari mana Mbak?"
"Safia, aku kan sekarang kerja di tempatnya Mas Rama, dan aku bisa potong gaji dari uang hasil kerja aku."
Safia diam. Safia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Semua keputusan ada di tangan Shakira. Karena selama ini Shakira lah yang merawat ke dua orang tuanya. Bukan Safia.
"Aku sih, terserah ibu dan Mbak sajalah."
****
Sepulang kantor, Rama langsung meluncur ke rumah sakit. Sesampainya di parkiran, Rama turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah sakit. Dia menuju di mana Safia dan Shakira berada.
"Shakira, Safia, bagaimana kondisi bapak? apa dia baik-baik saja?"
"Iya Mas. Dia sudah selesai dioperasi."
Rama tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan soal biaya. Saya yang akan membayar semua administrasi rumah sakit ini."
Pandangan Rama beralih ke Anna yang saat ini masih bermain dengan si kecil Rio.
"Anna sudah makan Safia?" tanya Rama.
"Sudah tadi siang Mbak."
"Kamu mau bawa Anna ke mana Mas?"
"Aku pengin ajak dia makan malam."
"Jangan Mas. Aku nggak akan izinkan kamu membawa Anna."
"Tapi kenapa Safia? aku cuma mau ngajak dia makan malam aja kok nanti malam. Dan Anna nggak aku ajak sendirian kok. Aku juga akan ajak Rio juga."
"Safia, sudahlah. Izinkan saja anak kamu ikut dengan Rama. Rama itu orang baik. Kamu sudah lama juga kan kenal dengan Rama. Tidak mungkin Rama akan jahatin Anna dan Rio," ucap Bu Astri.
"Terserahlah. Ajak aja kalau anaknya mau."
Rama mendekati Anna dan duduk berbaur bersama Anna dan Rio.
"Anna," ucap Rama
"Om Rama."
"Kalian lagi mainan apa?" tanya Rama.
__ADS_1
"Kami nggak lagi mainan apa-apa kok Om. Kami lagi makan permen."
"Oh..."
Shakira menatap Safia lekat.
"Safia, aku mau bicara sama kamu," ucap Shakira.
"Mau bicara apa Mbak?" tanya Safia yang tampak bingung.
"Kita keluar yuk! kita bicara di depan."
Safia mengangguk. Safia tidak tahu apa yang ingin kakaknya bicarakan. Safia menuruti saja kemana Shakira pergi.
Sesampainya di depan rumah sakit, Shakira menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan Safia yang ikut menghentikan langkahnya.
Setelah itu Shakira menatap Safia.
"Safia, sebenarnya siapa ayah kandung Anna?" tanya Shakira tanpa banyak basa-basi lagi.
"Ayah kandung Anna sudah meninggal Mbak. Aku kan sudah ceritain semuanya sama Mbak dan juga ibu" jawab Shakira.
"Kamu bisa bohongi semua orang. Tapi kamu tidak akan pernah bisa bohongin aku Safia."
"Maksud Mbak Shakira apa?"
"Aku tahu kalau Anna itu adalah darah dagingnya Mas Rama."
Safia terkejut saat mendengar ucapan Shakira.
"Aku ini mantan istri Mas Rama. Aku sudah tahu betul seperti apa Mas Rama. Kamu tidak akan pernah bisa menyangkalnya lagi Safia. Wajah anak kamu itu mirip dengan Mas Rama. Dan aku yakin, kalau Anna adalah anaknya Mas Rama."
Safia tiba-tiba saja menangis.
"Kenapa? kenapa kamu tidak mau jujur untuk masalah besar seperti ini. Selama ini kamu sudah bohongi Anna. Kamu bilang ayah Anna sudah meninggal. Padahal ayah Anna ada di dekat Anna. Kasihan Anna Safia. Anna juga berhak tahu siapa ayah kandungnya. Mau sampai kapan kamu bohongi semua orang Safia. Kamu tahu kan kalau berbohong itu dosa."
"Hiks...hiks.. Mbak. Anna memang anak kandungnya Mas Rama. Aku memang sengaja merahasiakan semua ini dari orang-orang. Karena aku tahu, Mas Rama tidak akan pernah mau bertanggung jawab untuk semua masalah ini. Aku pergi dari kehidupan kalian juga demi kebahagiaan kalian. Aku nggak mau menghancurkan rumah tangga Mbak Shakira dan Mas Rama."
"Kamu itu bodoh Safia. Sekarang Rama berada di dekat kamu. Kenapa kamu tidak bilang ke Rama kalau Anna adalah anak kandungnya Rama."
"Mbak, Mas Rama itu sudah punya istri dan anak. Aku juga nggak mau menghancurkan kehidupan rumah tangga mereka."
"Safia, Rama juga berhak tahu siapa Anna. Dan Anna juga berhak tahu siapa ayah kandungnya."
Safia meraih tangan Shakira dan menggenggamnya erat.
__ADS_1
"Aku mohon Mba. Jangan kasih tahu Mas Rama soal ini. Karena aku nggak mau Mas Rama ngambil Anna dari hidup aku. Mas Rama itu sayang banget sama Anna. Kalau sampai dia tahu Anna adalah anak kandungnya, bisa-bisa Mas Rama mengambil Anna dari aku."
"Jadi itu yang selama ini kamu takutkan. Kamu takut Rama akan mengambil Anna dari kamu. Mana mungkin Rama akan mengambil Anna dari kamu. Rama itu sudah punya kehidupannya sendiri. Tapi setidaknya jika Rama tahu kalau Anna adalah anak kandungnya, dia pasti akan menjamin semua kehidupan kamu dan Anna. Karena Rama itu kan sekarang sudah jadi orang kaya. Bodohnya kamu Safia..."