Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut
Hari pertama kerja


__ADS_3

Pagi ini, Shakira sudah siap untuk berangkat kerja. Seperti yang Vika katakan kemarin, kalau Shakira bisa mulai kerja jam tujuh pagi.


Shakira melangkah masuk ke dalam kamar ayahnya untuk berpamitan.


"Bapak, saya mau berangkat dulu ya Pak," ucap Shakira.


"Iya Nak."


"Ibu mana Pak?"


"Sudah, kamu berangkat aja. Ibu kamu lagi ajak Rio ke warung depan. Kalau Rio tahu kamu mau pergi, pasti nanti dia minta ikut. Makanya ibu kamu sengaja ajak Rio pergi."


Shakira mencium punggung tangan ayahnya. Setelah berpamitan dengan ayahnya, Shakira pun pergi meninggalkan rumah.


Shakira berjalan ke arah jalan raya. Shakira tidak punya kendaraan sendiri untuk pergi ke tempat kerja. Jadi dia harus naik ojek untuk sampai ke rumah Vika.


Sesampainya Shakira di rumah Vika, Shakira turun dari ojek. Dia membayar ongkos ojek itu dan melangkah masuk ke dalam halaman depan rumah Vika.


Karena hari ini hari pertama dia kerja, jadi dia masih bingung.


Rumahnya gede banget begini, benar-benar membingungkan. Tapi kenapa Bik Ijah sanggup ya, kerja sendiri di sini, batin Shakira.


Shakira kemudian melangkah ke teras depan rumah Vika. Dia mengetuk pintu rumah itu.


Beberapa saat kemudian, Vika membuka pintu.


"Eh, Mbak Shakira sudah datang. Ayo masuk Mbak. Nanti aku kenalin Mbak sama anak dan suamiku."


"Iya Bu Vika."


Setelah Vika mempersilahkan Shakira masuk, Shakira pun masuk ke dalam rumah besar itu. Dia mengikuti Vika sampai ke ruang tengah.


"Mas Rama...! Liza...! cepat turun...! kalian lagi ngapain di atas!" seru Vika dari lantai bawah rumahnya.


Kok, nama suami Bu Vika sama seperti nama mantan suami aku.


Beberapa saat kemudian, Rama dan Liza menuruni anak tangga bersamaan. Liza sudah siap dengan seragam sekolahnya, sementara Rama sudah siap dengan baju kantornya.


Shakira terkejut saat melihat Rama. Walau penampilan Rama sudah berubah, namun Shakira tidak mungkin pangling dengan mantan suaminya itu.


Mas Rama, jadi mas Rama itu suaminya Bu Vika. Kok bisa sih, aku ketemu Mas Rama di sini.


Rama sejak tadi masih menatap lekat mantan istrinya. Dia masih tidak menyangka kalau dia bisa dipertemukan lagi dengan Shakira.


Jadi Mbak baru di rumahku itu benar-benar Shakira. Mantan istri aku sendiri. Ya ampun, kenapa bisa seperti ini. Kenapa Vika bisa mempekerjakan Shakira di sini. Bisa ada perang dunia nanti di rumah ini kalau Vika tahu Shakira adalah mantan istriku. Aku harus bicara sama Shakira.


"Mas Rama, ini Mbak baru kita di rumah ini. Namanya Mbak Shakira," ucap Vika memperkenalkan Shakira pada Rama.


"Dan Shakira, ini Mas Rama suami aku. Dan ini Liza anak aku."

__ADS_1


"Selamat pagi Pak, Non," sapa Shakira yang tampak kikuk saat berada di dekat Rama dan istrinya.


"Pagi," ucap Rama singkat.


"Ya udah, kamu bisa ke belakang dan mulai kerja. Kalau masalah kerjaan, kamu bisa tanya-tanya sama Bik Ijah. Aku mau mandi dulu," ucap Vika.


Vika kemudian naik ke lantai atas untuk ke kamarnya.


"Mama aku ikut...!" ucap Liza mengejar ibunya naik ke lantai atas lagi.


Setelah Vika dan Liza pergi, Rama mendekat ke arah Shakira.


"Shakira, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Rama


"Mas Rama, aku di sini memang mau kerja. Aku nggak tahu, kalau rumah ini, rumah kamu dan istri kamu."


"Shakira, aku mau bicara sama kamu, ikut aku sebentar," ucap Rama.


Shakira hanya mengangguk. Dia kemudian mengikuti Rama dibelakangnya.


Sesampainya di halaman belakang rumah, Rama menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan Shakira.


Rama kemudian menatap Shakira lekat.


"Shakira, aku minta sama kamu, jangan pernah kamu bilang ke Vika kalau kamu itu mantan istriku."


"Shakira, aku nggak mau rumah tangga aku dan Vika sampai berantakan gara-gara dia tahu kalau kamu adalah mantan istriku. Karena kalau sampai Vika tahu kamu adalah mantan istriku, dia bisa curigai aku terus. Dia bisa berprasangka buruk terus sama aku."


"Kita memang mantan suami istri. Tapi kita kan nggak punya hubungan apa-apa. Kenapa Bu Vika harus cemburu."


"Sudahlah Shakira. Nurut aja sama aku. Kita pura-pura nggak saling kenal aja. Dan kamu juga jangan bilang apa-apa sama Bik Ijah tentang masa lalu kita. Pokoknya kamu harus tutup mulut. Mengerti...!"


"Istri kamu cemburuan ya Mas?"


"Iya. Dia itu bukan hanya cemburuan. Tapi dia posesif banget Shakira."


Shakira menghela nafas dalam.


"Oke. Aku nggak akan bilang apa-apa sama Bu Vika, Bu Tari, dan Bik Ijah. Aku akan tutup mulut .Sekarang aku di sini mau profesional kerja Mas. Aku mau nyari nafkah untuk anak dan ke dua orang tuaku. Bukan mau nyari-nyari masalah dengan kamu dan istri kamu."


"Baguslah kalau begitu. Dan ingat ya, Shakira. Kamu harus panggil aku Pak Rama. Jangan sampai salah panggil."


"Iya Pak Rama, aku mengerti. Kalau begitu aku kerja dulu ya. Takut istri kamu lihat kita sedang berdua begini."


Setelah itu, Shakira pun pergi meninggalkan Rama.


"Kenapa Shakira bisa kerja di sini ya. Dia kan seharusnya ada di kampung ngurus orang tuanya. Katanya kan ayahnya sedang sakit. Kenapa dia malah ke Jakarta."


***

__ADS_1


Siang ini Safia masih berada di dalam kamarnya. Safia sejak tadi masih mondar-mandir di dalam kamarnya. Dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan saat ini. Rama sudah mengetahui keberadaannya. Dan mungkin sebentar lagi, Rama akan mengetahui kalau Anna adalah anak kandungnya.


"Seandainya Mas Rama tahu kalau Anna adalah anak kandungnya bagaimana ya. Apakah Mas Rama akan membawa Anna pergi?" ucap Safia


Safia masih tampak berfikir.


Aku yakin, Kalau Mas Rama tahu jika Anna adalah anak kandungnya, dia pasti akan membawa Anna pergi. Aku tahu, kalau Mas Rama itu sayang banget sama anak-anak. Dia tidak akan mungkin membiarkan Anna hidup menderita bersamaku di rumah kontrakan kecil seperti ini. Apalagi Mas Rama sekarang sudah menjadi orang kaya raya.


Beberapa saat kemudian, suara salam dari luar rumah terdengar.


"Assalamualaikum."


"Wa'alakiumsalam."


Safia buru-buru melangkah keluar dan menyambut kepulangan Anna.


"Eh, sayang. Kamu udah pulang?" Safia tersenyum saat melihat si ke kecil Anna masuk ke dalam rumahnya.


"Bunda," Anna lantas mencium punggung tangan ibunya.


"Anna pasti udah lapar ya. Bunda sudah siapkan makanan untuk Anna di atas meja," ucap Safia.


"Bunda masak apa?" tanya Anna.


"Bunda nggak masak hari ini sayang. Bunda beli ayam geprek tadi di luar."


"Ayam geprek? Tumben bunda nggak masak."


"Bunda lagi capek sayang."


"Bunda kenapa nggak kerja?" Anna menatap lekat ibunya.


"Bunda nggak enak badan. Makanya tadi bunda izin dulu kerjanya."


"Bunda lagi sakit ya. Kalau sakit, istirahat aja Bun."


"Nggak. Bunda nggak sakit kok. Bunda cuma sedikit nggak enak badan."


"Oh..."


"Kamu ganti baju dulu Anna. Setelah ini kita makan siang bareng ya."


"Iya Bun."


Anna kemudian melangkah masuk ke dalam kamar untuk ganti baju.


Anna mendekat ke arah jendela kamarnya. Sejak kejadian kemarin, saat Safia mengusir Rama dari rumah kontrakannya, membuat Anna jadi kefikiran terus. Sampai-sampai Anna jadi tidak konsentrasi belajarnya.


"Aku kangen sama Om Rama. Om Rama lagi ngapain ya," ucap Anna.

__ADS_1


__ADS_2