
Malam telah larut. Shakira dan anaknya sudah terlelap di atas tempat tidurnya. Begitu juga dengan Bu Astri. Dia juga sudah terlelap di sisi suaminya.
Pak Junedi yang merasa sesak nafas, mengerjapkan matanya. Dia kemudian perlahan mulai beringsut duduk. Dada Pak Junedi terasa sangat sakit. Sejak tadi dia hanya bisa memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.
"Bu... ibu..." Pak Junedi menggoyang-goyangkan tubuh Bu Astri untuk membangunkannya.
Bu Astri mengerjapkan matanya. Dia beringsut duduk dan lantas menatap suaminya.
"Pak. Bapak kenapa?" tanya Bu Astri sembari mendekat ke arah suaminya.
"Bu, ambilkan bapak air. Dada bapak sakit banget Bu. Bapak udah nggak kuat lagi," ucap Pak Junedi dengan nafas tersengal-sengal.
Bu Astri tampak panik. Dia kemudian buru-buru turun dari tempat tidurnya dan pergi keluar dari kamarnya untuk membangunkan Shakira.
Tok tok tok...
"Shakira... Shakira... buka pintunya Nak..."
Beberapa saat kemudian, Shakira membuka pintu kamarnya. Dia melihat ibunya sudah tampak panik.
"Ibu, ada apa?"
"Bapak Nak. Bapak kamu sakitnya, kayaknya kambuh lagi."
"Apa! terus sekarang bapak di mana?"
"Dia di kamar. Sana Kir, temani bapakmu. Ibu mau ambil minum dulu untuk bapak."
"Iya Bu."
Shakira berjalan ke kamar Pak Junedi. Dia terkejut saat melihat Pak Junedi pingsan.
"Bu... ibu..." teriak Shakira." Cepat ke sini Bu... bapak pingsan..."
Bu Astri yang mau mengambil minum, terkejut saat mendengar teriakan anaknya. Akhirnya dia urungkan niatnya untuk ke dapur dan kembali untuk ke kamar suaminya.
"Ya Allah bapak..." Bu Astri terkejut saat melihat suaminya sudah tergeletak di lantai.
"Bu, aku mau telpon Mas Rama Bu. Siapa tahu Mas Rama bisa ke sini nolong kita."
"Iya Kir. Ayo telpon Rama...!"
Shakira yang panik, kemudian segera menelpon Rama. Karena menurut Shakira hanya Rama satu-satunya orang yang bisa dimintai tolong.
Beberapa saat kemudian, Rama mengangkat panggilannya.
"Halo..." suara Rama sudah terdengar dari balik telpon.
Shakira bahagia, karena bukan Vika yang angkat telpon.
Untunglah Mas Rama yang angkat. Bagaimana kalau Bu Vika yang angkat telpon lagi, batin Shakira.
"Ha... halo Mas Rama."
__ADS_1
"Ada apa Shakira?"
"Maaf kalau aku sudah ganggu kamu."
"Kenapa Kir?"
"Mas Rama. Apa Mas Rama bisa tolongin aku?"
"Tolongin apa?"
"Mas Rama, apa Mas Rama bisa bawa mobil ke rumah aku? bapak aku pingsan Mas. Dan aku akan membawanya ke rumah sakit. Tapi sudah jam sepuluh malam. Sudah tidak ada kendaraan umum kalau jam segini. Kalau bukan sama Mas Rama saya
meminta tolong, terus sama siapa saya meminta tolong."
"Iya iya. Sabar ya Kir. Aku akan segera ke sana sekarang."
"Kemarin aku sudah kirim alamat rumah aku kan ke kamu."
"Iya. Sudah aku save kok."
"Tolong ya Mas. Cepat ke sini. Jangan lama-lama. Aku takut akan terjadi apa-apa dengan bapak."
"Kamu tenang dulu ya. Jangan panik. Aku akan siap-siap sekarang dan aku akan segera ke rumah kamu."
"Iya. Makasih ya Mas."
"Iya. Sama-sama."
**
Vika yang merasa terganggu, mengerjapkan matanya. Dia beringsut duduk dan menatap suaminya lekat.
"Mas Rama, kamu mau ke mana?" tanya Vika saat dia melihat suaminya sudah terlihat rapi.
Rama bingung untuk memberikan jawaban ke Vika.
"Mas, kenapa kamu diam aja? kamu mau ke mana malam-malam begini? kamu kan baru pulang tadi? udah mau pergi lagi?'
Vika turun dari tempat tidurnya. Dia kemudian mendekati suaminya.
"Aku... sebenarnya...aku..." Rama terlihat gugup. Rama takut istrinya marah dan tidak membolehkannya pergi jika dia jujur kalau dia akan ke rumah Shakira.
"Mas kenapa? ada apa?" Shakira menatap suaminya heran karena dia terlihat gugup.
"Bapaknya Mbak Shakira lagi butuh pertolongan. Dia pingsan karena penyakitnya kambuh. Dan tadi Mbak Shakira nelpon aku. Dia minta bantuan aku Vik," jelas Rama.
"Minta bantuan apa?" tanya Vika.
"Dia meminta aku untuk mengantarnya ke rumah sakit. Karena Mbak Shakira itu tidak punya kendaraan untuk membawa ayahnya ke rumah sakit."
Rama akhirnya berkata jujur. Walau dia tidak tahu Vika akan mengizinkannya atau tidak untuk pergi.
"Oh. Ya udah, kalau kamu mau pergi untuk menolong ayahnya Mbak Shakira. Aku izinkan kamu pergi Mas."
__ADS_1
Rama melebarkan senyumnya.
"Kamu ngizinin aku pergi?"
Vika mengangguk kepalanya. "Iya Mas."
"Makasih ya. Kalau begitu aku pergi dulu. Aku takut terjadi apa-apa dengan ayahnya Mbak Shakira. Kalau ayahnya Mbak Shakira kenapa-kenapa, Mbak Shakira kan tidak bisa kerja nanti Vik."
"Ya udah sana cepat. Nanti Mbak Shakiranya nungguin "
Setelah pamit dengan istrinya, Rama kemudian keluar dari kamarnya. Dia pergi menuju ke garasi mobilnya. Setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya dan meluncur pergi meninggalkan rumahnya.
Rama sudah sampai di alamat yang Shakira berikan. Rama menatap sekeliling. Tatapan Rama terfokus pada Bu Astri yang sudah berdiri di depan pintu. Sepertinya sejak tadi Bu Astri sedang menunggu Rama.
Bu Astri menghampiri mobil Rama.
"Nak Rama,"
Rama turun dari mobilnya.
"Bu, apa yang terjadi Bu?"
"Nak Rama, tolong ibu Nak. Tolong bantu ibu dan Shakira bawa Pak Junedi ke rumah sakit."
"Iya Bu. Sekarang di mana ayahnya Shakira?"
"Dia masih ada di dalam kamarnya. Ibu dan Shakira tidak bisa menggotong tubuh Pak Junedi karena berat."
Tanpa banyak bicara, Rama pun masuk ke dalam rumah Shakira. Dia dan Bu Astri menuju ke kamar Pak Junedi. Setelah itu Rama, Bu Astri dan Shakira menggotong tubuh Pak Junedi sampai ke luar rumah.
Mereka membawa Pak Junedi masuk ke dalam mobil. Setelah itu mereka pun meluncur pergi meninggalkan rumah.
Rama masuk fokus menyetir. Dia menerjang jalanan yang gelap untuk sampai rumah sakit.
Shakira dan Bu Astri sejak tadi masih sedih. Shakira pun tidak bisa menahan tangisannya saat melihat ayahnya sudah tidak berdaya di pangkuannya.
"Mas Rama. Kamu bisa telpon Safia Mas?" tanya Shakira pada Rama.
"Safia nggak punya hape Kir," jawab Rama.
"Terus, bagaimana caranya kita menghubungi Safia? Safia harus tahu kondisi bapak saat ini."
"Kamu tenang saja ya Kir. Setelah ini aku mau ke rumah Safia. Aku mau jemput dia dan anaknya. Aku akan bawa mereka ke rumah sakit."
"Makasih banyak ya Mas. Kamu sudah mau membantu aku."
"Iya. Sama-sama. Bukankah setiap manusia sudah seharusnya saling membantu."
Setelah sampai di depan rumah sakit, Rama, Shakira dan Bu Astri turun dari mobil.
"Kalian tunggu di sini. Biar aku yang masuk ke dalam untuk memanggil suster," ucap Rama.
"Iya Mas."
__ADS_1
Rama kemudian masuk ke dalam rumah sakit untuk memanggil suster.