Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut
Pertanyaan Oma


__ADS_3

Setelah Ovi mengizinkan Safia pulang, Safia pun kemudian memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Safia berjalan kaki untuk sampai ke rumah barunya.


Safia menghentikan langkahnya setelah dia sampai di depan rumah kontrakan barunya.


"Lampu ruang tamu sudah mati. Anna pasti udah tidur di kamarnya," ucap Safia.


Safia melangkah dan mendekat ke arah teras rumahnya. Setelah itu Safia pun membuka pintu rumahnya.


"Duh, ternyata anak aku nggak ngunci pintu," ucap Safia sembari masuk ke dalam rumah itu.


Safia menyalakan lampu. Dia terkejut saat melihat Anna tidur di ruang tamu.


"Kasihan sekali anak aku. Dia tidur di sini sendirian. Biasanya dia tidur di kamarnya Aura bersama Aura," ucap Safia sembari menatap anaknya lekat.


Safia berjalan mendekati anaknya dan duduk di sisi anaknya. Dia kemudian mengecup kening anaknya. Anna yang merasakan kehadiran Safia mengerjapkan matanya.


"Bunda," ucap Anna sembari beringsut duduk.


Anna mengusap matanya yang masih ngantuk berat.


"Bunda udah pulang? bunda udah dari tadi di sini?" tanya Anna.


Safia tersenyum dan mengangguk.


"Kenapa kamu tidur di sini sayang?" tanya Safia.


"Aku takut tidur sendirian di kamar. Kalau tidur di sini kan, banyak orang dan motor lewat di depan. Jadi aku nggak takut."


"Iya sih. Tapi kenapa kamu nggak ngunci pintu? gimana tadi kalau ada orang masuk ke rumah ini."


"Maaf Bun. Aku lupa ngunci pintu. Aku ketiduran tadi."


"Ya udah, sekarang kan sudah ada bunda. Kita pindah ke kamar yuk!"


"Iya Bun. Bunda kenapa pulangnya malam terus sih?' tanya Anna.


"Karena bunda lembur sayang. Biar bunda bisa dapat uang banyak untuk bayar sekolah kamu dan bayar kontrakan."


Anna bangkit dari duduknya. Setelah itu dia melangkah untuk pindah tidur di kamar. Sementara Safia hanya bisa mengikuti anaknya sampai ke kamar.


Anna naik ke atas tempat tidurnya. Dia kemudian menatap Safia.


"Bunda mau mandi ya?" tanya Anna.


"Iya sayang. Bunda mau mandi dulu. Oh iya. Kamu belum makan kan? bunda udah bawain kamu sate ayam. Bunda beli tadi di depan. Nanti kita makan bareng ya."


"Iya Bun."


Safia mengambil handuk dan melangkah untuk ke kamar mandi. Safia kemudian mandi. Setelah mandi Safia ganti baju.


"Sayang, bunda ke ruang makan dulu ya. Mau siapin makan malam untuk kita."


"Iya Bunda."

__ADS_1


Safia kemudian melangkah ke meja makan untuk menyiapkan makan malam. Setelah Safia menyiapkan makan malam, dia memanggil Anna di kamar.


"Anna, ayo sayang kita makan dulu."


"Iya Bun."


Anna kemudian melangkah untuk ke ruang makan bersama Safia.


Safia dan Anna makan bersama di ruang makan. Malam ini, Safia sudah bisa membelikan makanan enak untuk anaknya.


Ovi bos Safia memang sangat baik. Dia sering sekali memberi Safia uang untuk Anna jajan. Karena yang Ovi tahu Anna adalah anak yatim yang ayahnya sudah meninggal. Jadi Anna ingin bersedekah pada Anna anaknya Safia.


"Bunda udah gajian ya?" tanya Anna di sela-sela kunyahannya.


Safia menggeleng. "Belum."


"Kok bunda bisa beli sate ayam? uang dari mana? kan bunda belum gajian."


"Sebenarnya bunda beli ini pakai uang kamu sayang."


"Uang aku?"


"Iya. Bosnya bunda itu ngasih uang ke bunda buat kamu beli jajan. Bunda tahu kalau kamu pasti belum makan. Makanya bunda beliin kamu sate tadi di jalan."


"Oh.. baik banget ya bosnya bunda. Mirip Bu Windi."


"Iya. Doain bunda terus ya, biar bunda banyak rejeki dan kita bisa kumpulin uang untuk beli rumah."


"Bun, aku janji aku akan belajar yang giat, supaya aku bisa juara kelas terus. Biar aku bisa dapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Dan setelah aku sukses, aku bisa deh bahagiain bunda. Aku ingin beliin bunda rumah dan beliin bunda mobil juga."


"Iya sayang. Bunda bangga, punya anak seperti kamu."


****


Pagi ini Rama masih berada di teras depan rumahnya. Dia masih menatap ke depan. Sejak kejadian semalam, Rama dan Vika masih saling diam. Mereka belum ada yang mau bertegur sapa.


Vika istri Rama saat ini masih sibuk dengan hapenya di ruang tengah. Sementara Liza anaknya masih duduk di ruang makan dengan Bu Tari Omanya.


"Papa kamu pergi ke mana Liz?" tanya Bu Tari pada cucunya.


Liza mengedikan bahunya. "Aku nggak tahu Oma papa pergi ke mana."


"Liz. Papa dan mama kamu kenapa lagi sih? mereka berantem lagi?" tanya Bu Tari.


Liza diam.


"Liz..."


Liza menatap Omanya lekat.


"Iya. Semalam mereka berantem di cafe Oma."


"Berantem kenapa?" tanya Bu Tari.

__ADS_1


"Itu Oma. Semalam kan ada pelayan yang nggak sengaja numpahin minuman ke bajunya mama."


"Terus?"


"Ya mama marah sama pelayan itu. Dan mama ngomel-ngomel di sana. Terus papa marah deh sama mama," ucap Anna menjelaskan.


"Oh. Itu masalahnya?"


"Iya Oma."


Di sisi lain, Shakira sudah sampai di depan rumah Rama. Dia menatap Rama dari kejauhan.


"Mas Rama kenapa ya. Pagi ini dia kelihatan bete banget," ucap Shakira.


Shakira kemudian mendekat ke arah Rama.


"Selamat pagi Pak Rama..." ucap Shakira.


Rama menatap Shakira lekat.


"Kamu sudah sampai?"


"Iya Pak Rama. Pak Rama kenapa duduk sendiri di sini? mana Bu Vika?"


"Vika ada di dalam."


"Saya mau kerja dulu ya Pak Rama. Permisi..."


Shakira melangkah pergi meninggalkan Rama. Baru beberapa langkah, Rama memanggilnya.


"Tunggu Shakira..."


Shakira menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dia kemudian memutarkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Rama.


"Iya Pak Rama."


"Shakira. Tolong buatkan aku kopi panas ya. Kamu masih ingat kan, selera aku. Jangan terlalu pahit, dan jangan terlalu manis."


Shakira tersenyum.


"Baik Pak."


Shakira kemudian melangkah ke dapur untuk membuatkan Rama kopi. Beberapa saat kemudian, Shakira kembali ke teras depan dengan membawa kopi panas pesanan Rama.


"Ini Pak, kopinya." ucap Shakira.


Rama tersenyum.


"Makasih ya Kir. Kamu boleh kembali kerja."


"Em, maaf Pak Rama. Aku mau tanya soal alamat rumahnya Safia. Kemarin aku dan ibu ke sana. Tapi katanya Safia sudah pindah rumah kontrakan. Apa Pak Rama tahu alamat kontrakan barunya Safia?"


"Oh iya. Aku sampai lupa mau bilang itu sama kamu. Aku juga belum tahu rumah barunya Safia itu di mana. Nanti aku akan cari tahu deh."

__ADS_1


"Kalau Pak Rama sudah tahu alamat barunya Safia, nanti kabarin aku ya. Soalnya kemarin ibu dan bapak kecewa banget karena mereka nggak bisa ketemu Safia."


"Iya iya. Nanti aku cari tahu lagi alamat rumah kontrakan barunya Safia."


__ADS_2