
Sesampainya di depan rumah sakit, Safia, Rama dan Anna turun. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke ruang UGD.
"Ibu, Mbak Shakira..." ucap Safia setelah sampai di depan ibu dan kakaknya.
Shakira dan Bu Astri terkejut saat melihat Safia. Mereka berdua hanya bisa melongo saat melihat Safia yang menggandeng anak kecil usia sepuluh tahunan.
Bu Astri meneteskan air matanya. Dia mendekati Safia dan menangkup wajah Safia.
"Kamu Safia? anak ibu?" Bu Astri menatap manik mata Safia lekat.
Betapa rindunya Bu Astri selama ini sama Safia. Dia tidak menyangka kalau sekarang anak yang dia rindukan selama ini sudah berdiri dihadapannya.
"Safia, hiks...hiks..." Bu Astri tak kuasa menahan tangis. Dia kemudian memeluk Safia dengan erat.
"Safia, kemana aja selama ini kamu Nak. Kenapa kamu nggak pernah pulang ke rumah ibu? apa salah ibu salama ini sama kamu Nak, sampai-sampai kamu tinggalkan ibu dan lupakan ibu. Hiks...hiks..."
Shakira yang sejak tadi masih berdiri di sisi ibunya, ikut meneteskan air matanya. Dia juga tidak bisa menahan tangisannya.
Setelah kepergian Safia beberapa tahun yang lalu, hidup Shakira seakan merasa hampa. Dia selalu merasa sendiri. Dan selama ini dia juga tidak punya teman untuk bertukar fikiran.
Safia melepaskan pelukan ibunya. Setelah itu dia menatap Shakira.
"Mbak..." ucap Safia mendekat ke arah kakaknya.
"Safia," Shakira langsung memeluk adiknya dengan erat.
"Kamu kemana aja Safia. Aku fikir kamu sudah melupakan kami. Dan aku fikir kita sudah tidak akan bisa ketemu lagi."
Safia melepaskan pelukannya. Setelah itu dia menatap Shakira lekat. Safia mengusap air mata Shakira. "Jangan nangis Mbak."
"Kamu juga jangan nangis Safia. Aku sangat merindukan kamu selama ini Safia,"
"Aku juga."
Rama tersenyum saat melihat Safia dan Shakira dipertemukan kembali. Rama juga ikut terharu dan bahagia saat melihat mereka.
Sementara Anna sejak tadi masih kebingungan. Dia sama sekali tidak mengenali nenek dan tantenya.
"Oh ya Safia, Shakira, Bu Astri. Saya pamit pulang dulu ya. Istri saya sudah nungguin saya di rumah," ucap Rama.
"Iya Mas. Makasih banyak ya Mas, udah ngantar adik aku sampai sini."
__ADS_1
"Iya Shakira. Saya pergi dulu ya."
Setelah berpamitan dengan Bu Astri dan Shakira, Rama kemudian pergi meninggalkan rumah sakit. Setelah Rama pergi, Bu Astri dan Shakira menatap seorang anak kecil cantik yang sejak tadi masih berdiri di sisi Safia.
"Safia. Dia anak kamu?" tanya Shakira.
"Iya. Dia Anna. Anak aku."
"Kamu kok bisa punya anak sebesar itu? kamu udah nikah emangnya?" tanya Bu Astri penasaran.
"Iya Bu. Maafkan aku ya Bu. Karena aku nikah diam-diam dan nggak memberi tahu kalian."
"Terus di mana suami kamu sekarang?"
"Dia sudah meninggal Bu di kampungnya."
Safia kemudian mengarang cerita lagi agar ibu dan kakaknya mau percaya padanya. Entah ke berapa kalinya Safia berbohong.
Bu Astri sepertinya percaya dengan cerita bohong anaknya. Namun tidak dengan Shakira. Shakira merasa ada yang janggal dengan cerita Safia. Dia merasa Safia sedang menyembunyikan sesuatu.
Shakira menatap Anna lekat.
Menurut aku anak ini mirip Mas Rama. Tapi apakah tidak ada orang yang menyadari hal itu. Ibu sepertinya juga percaya dengan cerita Safia. Aku yakin Safia itu lagi membohongi semua orang tentang siapa ayah biologis anak ini. Tapi kenapa hatiku mengatakan kalau anak kecil ini anaknya Mas Rama.
"Hai sayang. Nama kamu siapa?" tanya Bu Astri pada cucunya.
"Nama aku Anna."
"Anna. Ini nenek sayang. Nenek kandung kamu. Nenek adalah ibu kandungnya ibu kamu "
"Nenek," ucap Anna sembari memeluk Bu Astri erat.
Dia kemudian melepaskan pelukannya.
"Aku kangen sama nenek."
"Nenek juga kangen sama kamu Anna. Nenek belum pernah sekalipun ketemu kamu. Maafkan nenek karena nenek tidak pernah tahu kalau nenek punya cucu secantik kamu," ucap Bu Astri sembari mengusap-usap rambut panjang Anna.
Bu Astri bangkit berdiri. Dia kemudian menatap Safia.
"Safia. Bapak kamu sudah sakit-sakitan sekarang Safia. Sekarang dia lagi kritis. Dan besok kalau bapak kamu sudah stabil kondisinya, Dokter akan segera melakukan tindakan operasi."
__ADS_1
Bu Astri kemudian menceritakan semua yang terjadi di keluarganya saat ini dari A-Z pada Safia.
"Setelah suami Shakira meninggal, bapak kamu jatuh sakit. Dan sampai sekarang dia masih sakit-sakitan . Karena ibu dan Shakira tidak maksimal untuk mengobati bapak kamu di kampung," ucap Bu Astri.
"Iya Bu."
"Ibu dan Shakira sengaja membawa bapak kamu ke kota agar dia bisa berobat maksimal di sini. Karena katanya di kota kan rumah sakitnya, peralatannya lebih lengkap dari pada di kampung. Jadi kita ke sini mau membawa bapak kamu berobat sekalian ingin mencari kamu Safia."
"Iya Bu." Safia sejak tadi hanya bisa mengiyakan saja apa yang diucapkan ibunya.
"Dan kita sudah jual sawahnya bapak di kampung Safia " Shakira ikut bicara.
Safia terkejut dan lantas menatap Shakira dan Bu Astri bergantian.
"Kalian sudah jual sawah? apa kalian jual rumah juga?" tanya Safia.
"Nggak lah Safia. Untuk apa kita jual rumah. Kalau kita jual rumah juga, nanti kalau kita pulang kampung, kita mau tinggal di mana, nggak ada rumah," jawab Shakira
"Bapak kamu juga ingin ketemu sama kamu Nak. Katanya dia sangat merindukan kamu."
"Iya Bu. Aku juga sangat merindukan kalian semua."
Safia menangis. Dia tidak sanggup mendengar cerita ibunya tentang ayahnya.
"Bapak, maafkan Safia pak. Karena selama ini Safia nggak pernah pulang untuk nengokin bapak di kampung," ucap Safia di sela-sela tangisannya.
Shakira mendekat ke arah Safia.
"Safia, sudahlah jangan menangis. Kita do'akan saja agar bapak bisa sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama kita."
****
Vika sejak tadi masih menunggu Rama di ruang tamu. Sudah sampai jam dua malam, Rama juga belum pulang ke rumahnya.
"Ih. Mas Rama kemana sih. Kenapa dia nggak pulang-pulang juga. Masa iya sih dia nginap di rumah sakit ikut-ikutan nungguin ayahnya Mbak Shakira." Vika sejak tadi masih mondar-mandir di ruang tamu menunggu suaminya.
Beberapa saat kemudian, deru mobil sudah terdengar dari luar rumah Vika. Vika mengintip dari balik tirai jendela rumahnya.
Rama turun dari mobilnya setelah sampai di depan rumah. Rama kemudian masuk ke dalam rumahnya. Dia terkejut saat melihat Vika masih berada di ruang tamu.
"Vika, ngapain kamu di sini?" tanya Rama menatap tajam istrinya.
__ADS_1
"Mas Rama. Kenapa lama sekali. Katanya kamu cuma mau mengantarkan ayahnya Mbak Shakira aja. Kenapa sampai jam segini?"