Menikahi Bos Mantan Suamiku

Menikahi Bos Mantan Suamiku
Tidak Pernah Belajar


__ADS_3

Harris memandang sinis pintu yang menutup pelan, menilas kepergian istrinya. "Kau rupanya tidak pernah belajar, Akira."


Bibir seksi itu masih menyunggingkan senyuman licik, seiras dengan pikirannya yang memikirkan hal yang sama saat berbalik menghadapi Johan.


"Apa?" Bentak Harris pada Johan yang sedang mencuri pandang ke arah bosnya. Sedikit banyak Johan bisa menebak pikiran pria dihadapannya ini. Apalagi jika bukan untuk mengerjai istrinya.


"Bukan apa-apa, Tuan!"


"Kalau bukan apa-apa, kenapa wajahmu tidak mengenakkan begitu?" Harris mengenyakkan tubuhnya di sofa dimana Johan sedang menumpu sikunya di pahanya. Sementara tangannya menari diatas keyboard laptop.


"Wajahku memang seperti ini sejak dulu, tidak ada yang berubah!" Jawab Johan acuh. Dialihkan laptop yang berada dihadapannya ke atas pangkuannya.


"Oh iya aku sudah lupa, kau kan sudah punya teman tidur sekarang, tentu tak masalah melihatku dan Kira barusan!"


"Bagus jika anda sudah ingat!" gumam Johan tanpa mengalihkan perhatian pada Harris.


"Saat masih duda, sensitifnya minta ampun, udah punya bini, ngambekan! Apa sih maunya?" Gumam Harris sambil beranjak dari sofa, menjauhi Johan yang menurut Harris sedang badmood. Kursi kebesaran yang setia menerima tubuhnya dengan lapang, bergoyang sebentar. Sebelum tenang dan membiarkan Harris membuka berkas-berkasnya.


Lembaran-lembaran itu berisikan tulisan yang sama sekali tak terbaca oleh otak Harris yang kacau. Mengingat sering gagalnya acara malamnya, Harris perlu melakukan sesuatu hari ini, sebelum fokus pada pekerjaannya.


Sandaran kursi terdorong kebelakang, saat Harris meletakkan punggungnya di sana. Jari tengah pria itu menusuk pelipis, memutarnya perlahan. Memikirkan alibi yang kuat agar tidak membuat wanita cerdik itu tak curiga dan menolak niatnya. Kelopak mata Harris memejam, kakinya menjejak meja, mendorong kursinya berputar perlahan.


"Sekalipun jadwal meeting diundur, berkas ditangan anda tidak bisa membaca sendiri, Tuan!"


Suara menyebalkan Johan membuat Harris membuka matanya, menjauhkan jemari dari pelipisnya.


"Kenapa kau menyebalkan sekali hari ini!" Bentak Harris dengan sorot mata mematikan, kesenangannya terganggu, dan dia tidak suka itu.


Kedua pria itu mengadu pandang dengan perasaan masing-masing. Pria dewasa yang tiba-tiba bertingkah layaknya bocah.


***


Agiel dan Azziel terlelap dalam dekapan Kira dan babysitter bernama, Sita. Mobil ini membelah jalan menuju sekolah Ranu, sebuah taman pendidikan anak usia dini yang berada tak jauh dari rumah kakek dan utinya Ranu. Sekolah biasa, bukan sekolah elit, yang dipilih oleh Ranu sendiri.

__ADS_1


Kira sedikit bercakap-cakap dengan Sita yang masih belia. Usianya sekitar diawal 20an. Gadis yang cukup pendiam saat mulai bekerja dengan Kira, namun cekatan. Sitalah yang dekat dengan Agiel, meski tetap tak mampu menaklukkan anak itu saat marah atau menginginkan sesuatu. Agiel tidak mudah dibujuk.


"Ada masalah Don?" tanya Kira saat Doni memperlambat laju mobilnya.


"Sepertinya Nona! Mungkin ada perbaikan jalan atau apa, sehingga jalannya hanya dibuka satu lajur!"


"Cari jalan lain Don, kasihan Ranu mungkin sudah lama menunggu!" Kira mengambil ponselnya yang berada didalam tas, menghubungi guru yang mengajar Ranu.


"Baik Nona," Doni mengangguk, lalu memutar kemudi berbalik arah.


Jalan yang diambil Doni sedikit lebih jauh, melewati perumahan padat penduduk. Laju mobil sangat lambat. Banyak lalu lalang anak dan berpapasan dengan sepeda motor bahkan mobil.


Doni gelisah dalam duduknya, berulang kali dia melirik Kira yang tampak tenang. Hal ini justru membuat Doni merasa semakin bersalah.


Usai memberi kabar guru Ranu bahwa dia terlambat menjemput melalui pesan, Kira menyandarkan tubuhnya. Pegal dan lapar. Tubuh Azziel yang cukup berbobot dan laju mobil yang begitu lambat membuat beban Kira bertambah. Keriut dari lambungnya bahkan menggetarkan sisi luar perutnya.


Mengalihkan pikirannya dari rasa lapar, Kira membuang pandangan keluar mobil. Ingat sekali dia dengan hidupnya dulu, tinggal di kawasan padat dan terbatas. Lalu lalang pemotor dengan jaket ojek online, membuatnya tersenyum. Kangen dengan teman-teman seperjuangannya dulu yang sudah lama tak dijumpainya.


Tiba-tiba, mobil berhenti mendadak, Kira dan Sita sampai terguncang. Bahkan Agiel sampai terbangun.


"Maaf, Nona! Ada anak kecil menyebrang jalan!" Doni berpaling, wajahnya pias dan tampak sekali dia sedang menenangkan keterkejutannya.


Seorang bocah perempuan bermata bulat mirip boneka, tengah asyik menikmati es krim dari cone yang sudah dipenuhi lelehan es krim yang mencair. Meluber hingga ke tangannya. Seorang diri di lingkungan padat dan rawan seperti ini.


Kira memperhatikan gadis bertubuh kecil itu. Wajahnya berseri-seri, tampak sekali dia sangat bahagia menikmati es krim.


"Apa dia tak pernah makan es krim?" Nurani Kira terketuk, anak-anaknya juga pernah berada  diposisi itu. Namun, jika diperhatikan lagi bocah itu berpakaian layak dan tampak terawat.


Mobil Doni melaju lagi setelah beberapa saat berhenti. Namun manik mata Kira belum beranjak dari anak gadis itu. Kasihan, batinnya.


Gadis itu berhenti dan menoleh, Kira mengikuti pandangan gadis itu.


"Ya Allah, Ibu! Apa itu anak Mas Rian?" gumam Kira, sejenak berpikir, bagaimana bisa mereka berada disekitar sini? Ini sangat jauh dari rumah mereka.

__ADS_1


"Don, berhenti!" Titah Kira yang langsung dituruti oleh Doni.


Doni menoleh, penuh tanya dan khawatir, "Ada apa, Nona?"


Kira tak menyahut, dia bergegas turun bersama Azziel dalam dekapannya. Sama sekali tak terganggu dengan gerakan cepat Kira. Doni yang khawatir juga ikut turun menyusul Nona-nya.


"Biar Azziel saya gendong, Nona!" Doni menyejajarkan langkahnya di samping Kira. Awalnya keberatan, namun sedetik kemudian, Azziel sudah beralih ke tangan Doni.


"Ibu," seru Kira. Ibu dan cucunya yang sudah membelakangi Kira itu, berbalik. Terkejut namun tidak bisa berbuat apa-apa. Seolah ingin menghindari Kira, Ibu tetap berjalan menjauh.


"Ibu, tunggu, Bu!" Kira berlari, hingga sampai di depan Ibu dan Sia. Menghadang langkahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf lama ngga update, beberapa hari kedepan juga akan slow update ya...Masih akan saya usahakan Up meski sibuknya bertambah-tambah minggu ini ya man-teman😊


Inilah kenapa saya harus melabeli End, agar tidak dapat surat cinta dari pihak MT🤭


Masih akan ada beberapa part hingga benar-benar end, sesuai rencana saya.

__ADS_1


Terimakasih yang masih setia dengan saya😍🙏🥰


__ADS_2