Menikahi Bos Mantan Suamiku

Menikahi Bos Mantan Suamiku
Menjagamu Dari Noda


__ADS_3

"Abang sudah pulang?" Kira meletakkan ponselnya, menurunkan kakinya. Segera bangkit dari sofa dan menyambut suaminya. Antara percaya dan tidak, Kira berulang kali melihat jam dan jendela yang belum sempurna ditutupnya. Langit di luar masih terang dan jingga.


"Kau sudah mandi?" Kira yang sedang menurunkan jas suaminya, hanya mengangguk. "Jangan kemana-mana ya!"


Decakan terdengar sangat keras, bibirnya mengerucut, "memangnya aku mau ngilang?"


Harris terkekeh geli, dikecupnya bibir yang mematikan itu sekali namun segera diulanginya saat Kira enggan memundurkan bibir merah berkilat. Sedikit menghisap bibir bawah Kira, "jangan bertingkah seperti itu, jika kau tidak ingin mandi keringat!"


Lagi-lagi, ekspresi nakal menggoda membuat Kira sebal, semakin merengut, namun pipi Kira semakin memerah.


Harris mengulurkan tangannya, mendorong Kira hingga terantuk ranjang. Menundukkan wajah, mengambil posisi miring. "Selagi anakmu anteng, kita pemanasan dulu!"


Kira yang sedang menyelidik hingga matanya menyipit seakan tahu maksud lain suaminya, enggan menuruti. Lagipula, anak-anak sedang di rumah kakek neneknya. Bisalah setelah mandi nanti, agar durasinya lebih lama, ups, pikir Kira mendorong bibirnya menahan senyum tak kalah licik.


"Tidak bisa, abang bau keringat dan banyak kuman! Mandi sana!" Kedua tangan Kira menekan dada Harris yang semakin menghimpitnya. "Mandi atau Abang mau aku panggil anak-anak pulang? Biar Abang ngenes malam ini?"


"Jangan...." Seperti sambaran petir, tatapan galak Kira membuat Harris menjauh dengan cepat. "Siap Yang Mulia Ratu, hamba akan mandi hingga bersih dan bebas kuman, biar Ratu puas dengan service saya,"


"Menjijikkan," Kira mengeluarkan gestur ingin muntah saat melihat Harris bertingkah layaknya abdi pada ratunya.


Sekali lagi, Harris terkekeh, mengecup lagi bibir Kira yang belum sepenuhnya lurus. "Dandan yang cantik, pakai baju paling seksi, okey!"


Harris berjalan mundur, mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar suami nakal," setiap Harris meminta Kira berdandan pasti Harris akan mengajaknya keluar. Meski sekedar makan malam. Jika hanya menghabiskan waktu dikamar, Harris tak pernah membiarkan dirinya ternoda oleh sehelai benang atau seusap bedak.


Mengatasi kejutan yang benar-benar membuatnya terkejut dan canggung, Kira selalu memilih pakaian yang aman untuk segala suasana. Dress A-line yang selalu menjadi model kesukaannya, namun ini sedikit lebih terbuka. Mematutnya di depan cermin.


"Mungkin dinner berdua, " gumam Kira. Mengingat kembali apa yang diucapkan suaminya tadi.


-Dandan cantik dan baju seksi-

__ADS_1


"Ah jangan, ini mahal, sayang jika di sobek jadi perca," Kira menggantung kembali gaun yang menurutnya sangat mahal.


Akhirnya, setelah menyibak beberapa kali, sampailah dia pada one shoulder dress berbahan elastis. Ketat dengan belahan tinggi.


"Sampai tanganmu keram juga ngga akan bisa merobeknya," mengepas baju yang sedikit menyesakkan badan. Merapikan sana sini, hingga terasa nyaman.


Harris keluar kamar mandi saat Kira sedang menyapu tulang pipinya dengan kuas besar. Terkesima hingga dia menghentikan gerakan pada rambutnya. Menatap bahu yang tampak lembut menggoda. Bayangan dirinya menelusuri kulit langsat itu menari-nari, membuat aliran darahnya merangkak naik. Harris menelan air liurnya, hingga tulang dilehernya naik turun.


Namun hanya sebentar, berusaha menekan godaan hati hingga beberapa saat lagi. Pura-pura acuh dengan melonggarkan tekanan di tenggorokannya.


Dengan langkah cepat menghindari Kira memergokinya sedang mengagumi hamparan mulus yang siap diberi lukisan, Harris menuju lemarinya, mengenakan busananya dengan cepat.


"Kenapa Abang buru-buru sekali?" Harris buru-buru berbalik dengan mata terpejam singkat. Menormalkan dirinya.


"Sialan," Harris mendesis, merapatkan giginya. Istrinya yang sangat kurang ajar itu, menaikkan kakinya ke atas kursi di depan meja rias. Mengaitkan tali sepatunya yang runcing dan tinggi. Mempertontonkan kakinya yang panjang akibat belahan yang terlalu tinggi. Sepertinya di sengaja, melihat ekspresi nakal wanita kurang ajar itu.


Harris melangkah dengan cepat, menghampiri Kira yang masih berlama-lama memakai sepatunya. Melempar jas yang hendak dikenakannya sembarangan, menyibak rambutnya ke belakang dengan cepat dan kasar.


Tangannya terulur mencapit pipi dengan ibu jari dan telunjuknya. Mengarahkan lebih dekat ke wajahnya.


Sekalipun Kira menyembunyikan senyumnya, tapi pipi dan binar di mata wanita itu jelas menunjukkan dia sedang menggoda suaminya.


Meraih tangan suaminya dengan lembut, Kira menurunkannya. Pipinya terasa sakit, tangan kokoh itu terlalu kuat menekannya.


"Dinner diluar dong, Yang! Masa udah cantik begini berakhir mengenaskan. Ngga mau, ih!" Kira mengakhiri ucapannya begitu genit, mengigit sedikit bibir bawahnya, mengatupkan sekilas sebelah matanya.


Mengumpat dalam hati, Harris mengalihkan tangannya mengait pinggang ramping Kira. Mengelilingi wajah ayu itu penuh peringatan. "Oleh karena itu jaga sikapmu hingga dinner itu berakhir," sebelah tangannya yang bebas menarik belahan tinggi gaunnya lebih rapat. Menghentak keras hingga Kira terguncang.


"Ups, maaf Yang," Kira meringis, bukan sakit, bukan takut, tetapi lebih ke arah mengejek.


Masam, dan segera menjauh dari tubuh istrinya, menyambar jas dan dasi lalu mengenakannya sambil berjalan.

__ADS_1


-Dasar penggoda-


"Biar kubantu, Yang!" Kira sudah setengah jalan mengulurkan tangannya di depan dada Harris. Melihat Harris kesulitan memasang dasi di lehernya, Kira berinisiatif membantunya.


Harris memutar tubuhnya, menjauhi Kira, seperti takut miliknya direbut Kira. "Ngga usah,"


-Yang ada malah membuatku kacau-


"Kalau mau membantuku, pergilah dari hadapanku," seru Harris membelakangi Kira.


Kira hanya terkikik geli melihat Harris kesal. "Ya sudah, aku turun dulu ya!"


Meraih tas tangan dan ponselnya, Kira melenggang ke pintu. Membiarkan suaminya ternganga, sebab dia tak memaksa untuk memakaikan dasinya.


Rumah terasa sepi, hanya beberapa art yang masih berkumpul di ruang makan. Papa mertuanya momong cucu-cucunya di rumah besannya. Kira menebak, Harrislah yang mengatur agar anak-anak berpisah sementara darinya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2