MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Psiko


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"T—tolong... " gumam Ryana begitu lirih, sekuat tenaga ia berusaha untuk tetap sadar. Mencoba mencari bantuan, akan tetapi ia tidak bisa berbuat banyak.


Ponsel yang ia harapkan, kini justru sudah mati lantaran kehabisan batrei. Hingga tak berapa lama, Ryana mendengar sebuah langkah kaki yang mendekat ke arah nya.


"W—Winda... " gumam nya menahan sakit, menatap seorang gadis yang mendekat ke arah nya dengan begitu perlahan.


"Win.. T—tolong.. sakit sekali," rintih Ryana mencoba untuk bergerak sambil tangan satu lagi memegang perut nya yang sudah sangat sakit.


"Aaarrrrrkkkk!" jerit Ryana saat tiba tiba tangan nya justru di injak oleh Winda, "Sakittt!"


"Benarkah?" tanya Winda dengan raut wajah datar nya, kini gadis itu terlihat berjongkok di depan Ryana dengan kaki yang masih bertahan di atas tangan Ryana, membuat tangis wanita itu semakin pecah.

__ADS_1


"Bagaimana bayi mu? Apakah mereka sudah mati?" tanya Winda seketika membuat mata Ryana membola dengan sempurna, "Tapi, akan lebih baik jika kamu juga ikut mati!" imbuh Winda lalu ia mengeluarkan sebuah gunting kecil yang sudah ia bawa sejak tadi dan ia simpan di dalam saku baju.


"J—jangan... aku mohon, jangan! Jangan sakiti anak anak ku, ja— aaaarrkkkk!" jerit Ryana semakin melengking saat tangan nya di tusuk dengan gunting oleh Winda.


"Ah sepertinya di tangan tidak akan mempan. Bagaimana jika disini?" tanya Winda hendak menusukkan gunting itu ke perut Ryana, tentu saja membuat wanita itu semakin menangis dan ketakutan.


Ia berusaha mendorong Winda, menjauh dari gadis itu namun ia benar benar tidka mampu melakukan nya. Ia hanya bisa berdoa dan terus berdoa semoga suaminya segera pulang. Atau setidaknya siapapun ada yang bisa menolong nya.


"Raka itu milik ku! Kenapa kau ambil dia hah!" bentak Winda dengan tiba tiba, semakin membuat Ryana yakin, bahwa kedatangan Winda bukan hanya untuk bekerja.


"Apa salah ku?" tanya Ryana di sela isak tangis menahan rasa sakit nya.


"Kamu tanya apa salah kamu hah?" kata Winda balik bertanya, "Kamu mau membuang ku! Aku sudah berbaik hati mau melayani mu disini, aku sudah memberikan mu kesempatan untuk menjadi nyonya Raka disini. Tapi kau justru mau membuang ku hah, dasar ja lang!" imbuh Winda menatap Ryana dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"Sejak awal, Raka itu milik ku. Kami sudah mengenal dekat dan lama, kenapa kau ambil dia hah, kenapa!" seru Winda lagi dengan begitu marah, "Kamu tahu, gara gara kamu menikah sama Raka, aku juga harus menikah dengan orang pilihan ayah ku! Semua gara gara kamu!"


"Aaarrrrrkkkkk!" pekik Ryana saat merasakan ujung gunting itu mulai di tekan dan mengenai kulit perut nya.


"Aku akan maafin kamu, asal kamu mati bersama anak haram mu ini!" ucap Winda dengan tersenyum smirk.


"J—jangan, hiks hiks. Jangan a—aku mohon, jang ngaaann!" pinta Ryana menatap penuh permohonan namun justru membuat senyuman Winda mengembang menghiasi wajah nya.


"Aku benci seorang pengganggu. Aku benci perempuan seperti kamu! Manja, cengeng dan tidak pecus, jadi biar aku yang menggantikan posisi mu," ucap Winda semakin tak terkendali,


Winda melepaskan tangan Ryana dengan sedikit kasar, lalu ia menaikkan tangan nya ke atas. Bersiap untuk menusuk perut Ryana berharap agar bayi di dalam kandungan nya itu meninggal.


Akan tetapi, kenyataan tidak pernah sesuai dengan ekspetasi nya. Saat dirinya hendak menusuk perut Ryana sambil menikmati wajah Ryana yang terpejam dengan begitu erat tiba tiba...

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan!!!" pekik seseorang yang langsung mendorong tubuh Winda hingga membuat gadis itu langsung terjungkal ke samping dengan gunting yang langsung terlempar dari tangan.


...~To be continue... ...


__ADS_2