MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Kemarahan Kenzo II


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Winda... " gumam Naura menatap tak percaya pada gadis yang kini tengah duduk di sofa dengan menundukkan kepala nya tersebut.


"Jelaskan!" ucap Kenzo datar, ia masih berdiri tak jauh dari tempat duduk Winda dan juga mbok Si, namun ia juga tidak berada di dekat istri nya.


"Katakan ndok, jelasin sama mbok, kamu buat ulah apalagi. Kenapa kamu tega membuat pak Kenzo marah sampai seperti ini? Jelasin sama Ibu hiks hiks." tanya mbok Si semakin terisak.


"Winda mau nya sama mas Raka Bu! Winda gak mau menikah sama mas Aji, makanya Winda batalin pernikahan itu. Winda cuma mau sama mas Raka. Tapi ternyata Winda malah mau di usir sama Ryana, Winda gak suka sama dia. Dia udah—"


Plaakkkk!


"Ken!" pekik Naura pelan tanpa suara, ia tidak menyangka jika suami nya bisa berbuat sekasar itu kepada anak gadis.

__ADS_1


"Hiks hiks hiks hiks!" Sementara mbok Si, hanya mampu terisak. Karena ia juga merasa tidak enak hati kepada kedua majikan nya yang sudah baik kepada nya.


"Masih mau menyalahkan menantu ku?" tanya Kenzo datar namun dengan berkilat amarah.


"Iya!" Winda menganggukkan kepala nya, memberanikan diri menatap pada majikan sang ibu tanpa rasa takut sedikit pun, "Karena dia yang mau mengusir Winda! Gara gara dia, mas Raka mau pecat Winda dan mindahin kesini, Winda gak mau!" ungkap Winda panjang lebar.


"Winda, nyebut ndok. Kamu itu siapa? Jangan berharap begitu tinggi, Ibu sudah bilang sama kamu kan, jangan sampai kelewat batas hiks hiks hiks." ucap mbok Si menggelengkan kepala nya.


"W—Winda, kamu menyukai Raka?" tanya Naura pelan dan sedikit terbata, ia tidak menyangka jika ternyata anak pembantu nya bisa menyimpan rasa kepada anak nya sendiri.


"Iya, Winda suka sama mas Raka dari dulu. Makanya Winda batalin pernikahan Winda biar bisa kesini buat ketemu mas Raka hiks hiks hiks." jawab Winda menangis.


"Kalaupun Raka menyukai mu, sampai aku mati sekalipun aku tidak akan pernah membiarkan kamu bersama anak anak ku!" saut Kenzo dengan sengit, "Aku tidak sudi memiliki menantu gila seperti mu!"

__ADS_1


"Hiks hiks tapi Winda kaya gini kaya terpaksa. Winda marah karena Winda di usir sama non Ryana, Winda—"


"Bahkan jika kau yang disini, bukan istri ku lagi yang akan mengusir mu, tapi aku sendiri!" saut Kenzo lagi dengan cepat memotong penjelasan Winda.


"Pak, maafkan saya, yang sudah salah mendidik anak saya. Maafkan kami Pak, saya janji akan mendidik anak saya lagi, saya—"


"Maafkan saya Mbok. Saat ini, menantu dan tiga cucu ku masih belum tahu kondisi nya. Dan jika sampai terjadi sesuatu kepada mereka, maka bersiaplah untuk tanggung jawab. Rekaman CCTV sudah ada di tangan saya, berdoalah agar Ryana dan anak anak nya selamat, atau kamu sendiri yang juga akan menyusul mereka jika sampai terjadi sesuatu!" ucap Kenzo panjang lebar.


"Kalian, kurung dia! Jangan sampai ada yang membebaskan nya sampai ada perintah dari ku!" imbuh Kenzo melirik ke arah beberapa pengawal. yang sejak tadi berjaga di sana.


"Pak, saya mohon, berikan anak saya kesempatan.. Saya mohon, jangan kurung dia, saya mohon Pak, maafkan dia hiks hiks." Tiba tiba mbok Si langsung berlutut dan memegang kedua kaki Kenzo, menatap penuh iba dan berharap Kenzo bisa mengampuni putri nya.


"Kesempatan?" Kenzo tersenyum dengan getir, "Kesempatan untuk membunuh cucu cucu ku kedua kali nya? Begitu?" tanya Kenzo berdecak, "Karena mbok Si sudah lama ikut kami, maka aku akan memberikan keringanan hukuman untuk anak mbok Si. Tapi jangan harap, dia bisa menghirup Udara bebas lagi!" imbuh Kenzo, lalu ia segera mengajak istri nya untuk pergi menuju rumah sakit menyusul Raka dan juga Kara yang sedang menunggu Ryana.

__ADS_1


...~To be continue... ...


__ADS_2