
...~Happy Reading~...
"Jawab dong yank," ucap Raka untuk ke sekian kali nya membuat Ryana langsung menarik napas nya panjang.
"Iya sayang, suami ku. Aku sudah memaafkan mu tanpa syarat apapun, coba jawab gitu yank. Plis," imbuh nya seketika membuat Ryana langsung menganga.
"Ka, akuβ"
"Bukan, Ka. Tapi yank, Sayang. Plis!" ucap Raka meralat panggilan Ryana dengan penuh penekanan.
"Aku gak tau, aku masih bingung sama perasaan ku sendiri," ujar Ryana menundukkan kepala nya, wajah nya kembali bersedih, membuat Raka menjadi terdiam.
Ia tidak bisa melihat wajah istri nya yang masih murung. Namun, sungguh ia juga tidak sanggup bila harus pulang lagi ke apartemen, ia sudah sangat merindukan Ryana selama ini.
Ia tidak pernah bisa tidur nyenyak. Di kelas ia sering melamun, bahkan sahabat nya selalu ia kacangin jika berkunjung ke apartemen nya.
__ADS_1
Ia butuh Ryana, ia hanya menginginkan istri nya, bukan yang lain nya.
"Aku rasa, sudah cukup buat aku kasih kamu waktu selama ini. Aku sudah cukup mengalah, jadi biarkan aku egois kali ini, aku mau bertahan disini sama kamu. Aku tidak akan pulang atau pergi kemana mana. Aku mau disini sama kamu, aku kangen sama kamu, aku mau sama kamu terus. Udah cukup aku sendirian kemarin, aku gak mau lagi. Aku gak mau!" ucap Raka panjang lebar dan terus menggelengkan kepala nya.
Ryana menatap suami nya dengan tatapan wajah bingung. Ia juga merindukan laki laki itu namun hatinya masih terasa sedikit mengganjal. Ia ingin diam sebentar lagi, ia butuh waktu sebentar lagi, namun Raka tidak akan membiarkan nya lagi.
"Aku mau istirahat!" gumam Ryana pelan.
Dengan cepat, Raka membantu Ryana untuk berbaring. Dan saat wanita itu hendak memunggungi nya, dengan cepat juga Raka menahan tubuh itu, dan menghadapkan ke arah nya.
"Ka, aku gak bisa kaya gini," ujar Ryana menggelengkan kepala.
"Bisa, kamu harus bisa. Ada suami kamu disini, kalau kamu tidak jadi istirahat, maka tatap saja wajah ku, seperti aku yang sedang menatap wajah kamu. Aku tahu, bahwa kamu juga merasakan hal yang sama dengan ku, apalagi anak anak kita. Iya kan Sayang?" tanya Raka sambil mengusap perut Ryana.
Ryana pasrah, ia mengalah dan membiarkan laki laki itu berada di sana. Ryana memutuskan untuk menutup mata, berharap ia bisa tidur lelap dan membuat Raka segera pergi dari kamar nya.
__ADS_1
Namun, hal yang tidak Ryana duga. Raka justru malah ikut memejamkan matanya dan ikut tertidur, menyusul Ryana menuju alam mimpi sambil memeluk wanita itu dengan erat.
Sementara itu, Kara sejak tadi hanya berdiam diri di sofa. Ia tidak tahu harus apa dan bagaimana. Menunggu adalah hal yang paling tidak ia sukai, namun ia juga tidak bisa berbuat apapun. Karena tidak ingin mengganggu saudara kembar dan ipar nya.
"Bagaimana kaki kamu?" tanya Ryan membuka pembicaraan.
"Sudah lebih baik, sudah mulai bisa di gerakkan," jawab Kara sedikit canggung.
"Syukurlah, aku berharap, kaki kamu akan segera pulih. Agar kamu bisa beraktivitas seperti dulu lagi," ujar Ryan yang langsung di amin kan oleh Kara.
"Terimakasih Bi," balas Kara tersenyum.
...~To be continue......
Maaf ya, Mommy jarang update rutin. Jam nya juga gak nentu juga sedikit sedikit. Mom lagi lumayan sibuk banget, karena lagi nyiapin acara wedding untuk adik nya Mom. Makanya jarang bisa update rutin dan tepat waktu. Ada waktu senggang, Mommy baru nulis, jadi waktunya gak nentu. Sekali lagi maaf, dan terimakasih udah setia nungguin yaa π₯°π₯°π₯°
__ADS_1