
Pagi itu,viona tengah menikmati sarapan pagi bersama kevin.
Ting
tong
Terdengar suara bel dari luar.
viona hendak beranjak dari tempatnya,namun ditahan oleh kevin.
‘’aku saja yank,kamu tunggu disini.’’kevin beranjak dari tempatnya untuk melihat siapa yang datang.
Nana dan kevin menghampiri viona yang tengah berada dimeja makan.
’’Kenapa nak,pagi pagi wajahnya udah masam gitu?ujar viona ketika melihat sahabatnya itu tampak tak bersemangat.
‘’lagi kesal sama mama gue’’sahut nana menarik salah satu kursi yang ada didepannya,lalu duduk disana.
‘’kesal ?memangnya mama lo kenapa?’’ujar viona dengan tetap mengunyah makanan yang sudah masuk kedalam mulutnya.
‘’ditelan dulu makanannya baru bicara yank.’’ujar kevin memperingatkan viona,supaya viona tidak tersendak nantinya.minum dulu.’’kevin menyodorkan segelas air putih setelah viona selesai menelan makanannya.
‘’hehehe,maaf sayang,terima kasih.’’viona tersenyum kecut sambil mengambil air putih yang diberikan oleh kevin.
‘’sama sama,makan yang banyak ya.’’ujar kevin yang mendapat anggukan dari viona.
Kembali kevin memasukkan nasik goreng kepiring viona yang sudah hampir habis itu.
Kevin mengoseng oseng pucuk kepala viona.betapa senangnya dia melihat viona makann dengan begitu lahap.
Sedangkan nana hanya memperhatikan tingkah kedua pasangan suami istri yang ada didepannya itu dengan berlipatkan tangan diatas meja.
‘’sepertinya,viona sangat bahagia menikah dengan kevin’’nana membatin dengan masih menatap kearah kevin dan viona.
‘’nak’’ujar viona ketika melihat nana tengah melamun.
__ADS_1
‘’ya...’’lamunannya nana buyar.
‘’ya malah ngelamun,lo belum jawab pertanyaan gue,kesal kenapa sama tante?tanya viona kembali.
‘’mmm....nana sebenarnya ingin bercerita,tapi ia tampak ragu,kevin masih berada disana.ia jadi malu mau bercerita.
Seakan mengerti dengan tatapan nana.kevin pamit untuk memanaskan mobilnya didepan.setelah selesai mengahabiskan sarapannya.mungkin nana malu bercerita ketika masih ada dia disana.’’pikirnya.
‘’kesal kenapa sih?oh ya gue lupa nawarin lo,ayo sarapan .’’ajak viona yang sudah terlambat menawarkan untuk sarapan pada nana.
‘’udah basi kali,dari tadi gue dianggurin,udah gitu malah lihat lo mesra mesraan sama kevin,bikin tambah gue kesal tau.’’ujar nana
‘’hehehe,,,,sorry sorry deh.viona tertawa kecut.ya udah sarapan dulu.’’
‘’nggak,gue udah sarapan tadi dirumah.’’tolak nana yang diangguki oleh viona.
‘’ya udah sekarang lo cerita dong,kenapa lo kesal sama tante ratna?.
‘’ck,,,,nyokap gue,dari kemaren ngomongin soal nikah terus,masak gue mau dijodohin juga sih.’’ujar nana dengan kesal yang membuat mata viona melotot dengan sempurna kearah nana.
‘’kok malah ketawa sih.’’jengkel nana
‘’jadi lo juga mau dijodohin nak,sama siapa ?ucap viona masih dengan mode ketawa.
‘’tau ah.’’jengah nana sambil memutar kedua matanya,gadis itu menyenderkan punggungnya kekepala kursi dengan kesal,karena viona tak henti menertawakan dirinya.
‘’berarti kita senasib dong nak.’’ujar viona berusaha menahan tawanya .
‘’apaan sih ,gue belum mau nikah kalik,lo tau kan gue pengen kuliah dulu,terus ngerasain yang namanya kerja .’’seru nana
‘’ya,kalau itu sih juga bisa lo lakuin walaupun lo udah nikah.’’ujar viona.
Nana terlihat seperti berpikir.
‘’lo lihat gue,dinikahin pas masih sma,tapi gue masih bisa melakukan apa yang gue inginkan,tapi tetap ada batasannya.
__ADS_1
Nana menceritakan semua keluh kesahnya terhadap viona,serta siapa laki laki yang ingin dijodohkan oleh mamanya untuk nana.lagi lagi viona tertawa mendengar cerita dari nana.
‘’jadi ...tante ratna,mertua gue, sama mama pandu itu adalah teman?tanya viona yang baru mengetahui.
Nana mengiyakannya dengan anggukan.
‘’hahahaha.....
‘’udah deh ,lo ama pandu emang jodoh kayaknya.’’ujar viona
‘’jodoh apaan,dia aja gak suka sama gue.’’seru nana dengan cemberut.
‘’suka lo bilang?gue sama kevin apa?tanya viona mengingatkan nana.
‘’saling benci’’jawab nana.
‘’tapi gue malah dinikahkan ketika masih sekolah menengah atas,nah lo nak,gue tau lo udah lama suka sama pandu ,udah terima aja perjodohannya ,jadi ada kesempatan tu buat bikin pandu cinta sama lo.’’ujar viona
Nana menurunkan kedua bahunya dengan lesu,curhat dengan viona malah membuat nana makin pusing.
‘’oh ya nak kemaren lo dianterin pandukan,terus dia bilang apa sama lo?’’tanya viona yang begitu penasaran.
‘’dia nggak bilang apa apa?jawab nana dengan wajah datar.
‘’masak sih....viona tampak berpikir ,dia nggak bilang apa –apa gitu sama masalah perjodohan itu?tanya lagi viona lagi.
‘’ada sih,,katanya omongan mamanya nggak usah diambil hati,anggap saja ucapan mamanya itu hanya candaan .”ujar nana dengan raut wajah yang begitu sedih setelah mengingat perkataan dari pandu semalam.
“hah....dia bilang begitu.”ujar viona tidak percaya yang mendapat anggukan dari nana.
‘’sudahlah, gue juga udah mau lupain dia kok,sekarang gue harus fokus sama pendidikan gue dulu.’’ucap nana .
‘’yah nak...kalau lo kuliah,berarti lo bakalan kuliah diluar negeri dong?ujar viona sedih karena itu memang keinginan nana dari dulu,otomatis viona dan nana tidak akan sering bertemu lagi.
‘’dira juga akan pindah dari kota ini,dan lo juga,terus gue sendiri disini’’ucap viona dengan sedih karena kedua sahabatnya akan segera pergi mengejar cita- cita mereka masing –masing.
__ADS_1