
Pandu baru saja keluar dari kamar inap yang ditempati oleh nana,terlalu banyak orang didalam,termasuk dengan viona dan kevin yang baru saja datang setelah mendapat kabar dari mama ratna sendiri.
Pandu duduk diruang tunggu,ia menunduk sambil memijat mijat kedua pelipisnya.
Sekarang Perasaan bersalah menghinggapi dirinya,belum lagi setelah melihat tatapan mamanya yang tidak bisa diartikan,seolah membebani pikirannya.
Malamnya dikediaman keluarga danu...
‘’hah.. mama galih tampak membuat nafas kasarnya sambil meletakkan kedua sedok dan garpu yang ia pegang dikedua sisi piring.
Rasanya ia tidak nafsu makan kala mengingat perkataan mama ratna dirumah sakit,bahwa mama ratna akan membatalkan perjodohan antara kedua anak mereka.
Perhatian pandu dan papanya teralihkan kepada mama galih yang terlihat gelisah sambil melipat kedua tangan diatas perut,dengan mata yang menatap kesembarangan arah.
‘’ hemm.’’ danu sedikit berdehem untuk memecah keheningan.yang kemudian mengalihkan pandangan mama galih pada suaminya itu.
‘’dari tadi papa perhatikan mama terlihat gelisah,ada apa?.’’ Tanya papa danu setelah selesai mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya.
‘’mama tidak papa kok pa.’’ Bohong mama galih.
Pandu hanya mendengarkan percakapan kedua orangtuanya.
Papa danu tersenyum
‘’mama tidak perlu cemas,mama dengar sendiri yang dibilang dokter,nana baik baik saja ,dengan beistirahat beberapa hari saja,dia akan segera pulih’’ Ucap papa pandu seakan mengerti yang akan dikhawatirkan oleh istrinya itu.
Papa danu dan papa evan langsung bergegas kerumah sakit meninggalkan semua pekerjaan dikantor ,setelah mendapat kabar dari para mama bahwa nana tengah dirawat rumah sakit.
‘’itu salah satunya pa.’’ Ucap mama galih
‘’sebegitunya mama mencemaskan keadaan nana.’’ Batin pandu sambil melihat kearahnya.
‘’lalu ?
‘’jeng ratna sudah membatalkan perjodohan nana dengan pandu.’’ Ucap mama galih dengan nada memelas, lalu menghempaskan badannya kepungung kursi.
‘’kenapa begitu?
‘’ternyata nana belum siap untuk menikah,sama dengan pandu dia sangat menentang perjodohan ini,itulah sebabnya dia menjadi seperti itu.’’ Ucap mama galih dengan sedih.
‘’padahal mama sangat sayang dengan anak itu,mama sangat ingin dia menjadi menantu mama pa,tapi sekarang impian mama hancur,setelah jeng ratna berbicara seperti itu dirumah sakit.’’ Mama galih tampak kecewa dengan keputusan sahabatnya yang telah membatalkan perjodohan antara nana dan pandu itu.
‘’dari awal papa sudah bilang kepada mama,biarlah anak anak yang menentukan pilihan mereka untuk masa depannya sendiri,tapi mama masih ngotot ingin menjodohkan mereka,sekarang dampaknya apa? Begini jadinyakan ? anak anak yang menjadi korban.’’ Ucap papa pandu menasehati.
‘’tapi pa,itu semata mata mama lakukan karena mama sangat menyayangi pandu,mama tidak ingin pandu pergi kenegeri orang meninggal kita disini,mama belum sanggup berpisah dengan pandu.’’ Ucap mama galih menatap pandu dengan sendu.
‘’sekarang terserah pandu,mama tidak akan melarang larang kamu lagi untuk menerima beasiswa itu.’’ Ucap mama galih kemudian baranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan ruang makan tersebut.
‘’pa,bagaimana ini,sepertinya mama tampak sangat sedih?.’’ Ucap pandu setelah bayangan mamanya hilang dari pandangan mereka.
Papa danu tampak tersenyum pada anak tampan semata wayangnya itu.
‘’sudah tidak papa,mama akan baik baik saja,ia hanya sedikit kecewa,karena rencananya belum berhasil.’’ Ucap papa danu.
‘’kalau menurut papa ,apapun yang kamu lakukan selagi itu baik untuk kamu papa akan mendukungnya.
‘’terima kasih pa,papa sudah mendukung pandu selama ini.’’ Ucap sambil tersenyum pada papa danu.
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
Rumah sakit..
Nana telah siuman sekitar tiga jam yang lalu setelah kepergian keluarga pandu.
__ADS_1
Nana tampak melamun menatap kearah mama ratna yang tengah duduk disofa yang tersedia didalam ruangan itu,begitu pula dengan mama ratna yang tengah membalas tatapan nana dengan sendu.
‘’satu suapan terakhir ya nak.’’ Membuat lamunannya buyar dan memutar kepalanya kearah yang punya suara.
Nana membuka sedikit mulutnya,memasukkan sendok yang berisi bubur yang disodorkan oleh viona ,mengunyahnya dan menelannya dengan pelan.
‘’ makasih vi .’’ bibir pucat nana berucap kala viona menyodorkan bibir gelas kedepannya.
‘’iya sama sama.’’ Ucap viona sambil tersenyum dan kembali meletakkan gelas keatas nakas.
‘’lain kali jangan seperti ini lagi,okey.’’ Ucap viona sambil memegangi lengan nana.
Nana hanya tersenyum dengan lemas.
‘’lihat tuh,wajah lo jadi pucat,kantong mata menghitam,ngeri gue lihatnya.’’ Ucap viona sambil bergedik.
‘’apaan sih,gue masih cantik tau.’’ Ucap nana dengan lirih sambil memonyongkan bibirnya,dan membuat viona tersenyum melihat wajah kesal nana.
‘’itukan dulu,sekarang mah lo kelihatan burik.’’ Ejek viona tertawa yang diikuti oleh nana.
‘’ nah gitu dong .’’ ucap viona yang kembali melihat keceriaan diwajah nana.mama ratna begitu senang melihat anaknya bisa tertawa kembali.
Viona mengusap usap bahu nana dengan keduanya saling tersenyum.
kevin yang telah selesai berbincang dengan papa evan terlihat menghampiri viona.
‘’sayang,sudah malam ayo kita pulang.’’ Ucap kevin pada istrinya sambil tersenyum.
Viona melihat kearah jam dinding.
‘’oh iya sudah jam 10 ya .’’ sahut viona sambil memonyongkan bibirnya.itu berarti ia akan segera pulang.
‘’iya sayang .” ucap kevin sambil merapikan anak rambut viona yang berkeliaran.
‘’nak,gue balik dulu ya,besok gue kesini lagi jemput lo.’’ Ucap viona yang diangguki oleh nana.
Kini tinggalah nana dan mama ratna dalam diruangan itu,sedangkan papa evan tengah mengantar kevin dan viona keluar.tidak ada percakapan diantara mereka.
Nana lebih memilh berbaring memunggungi mama ratna,saat ini dia belum mau berbicara dengan mamanya itu.mama ratna sangat sedih,melihat sikap nana yang begitu dingin kepadanya,sejak nana siuman mama ratnalah orang yang tidak diajak berbicara olehnya.
Setelah selesai mengantar kevin dan viona papa evan kembali masuk kedalam ruang inap anaknya.
Terlihat papa evan yang masih berdiri diambang pintu,memperhatikan kedua wanita yang sangat ia cintai itu secara bergantian.
Tampak mama ratna yang duduk menunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.serta nana yang tertidur dengan memunggungi mereka.
Papa evan menutup pintu kamar tersebut dengan pelan,kemudian menghampiri mama ratna dan ikut duduk disampingnya.papa evan mengusap usap punggung istrinya,dan membuat mama ratna tersadar dan menoleh kearah suaminya.
‘’maafkan mama pa,mama terlalu egois.’’ Mama ratna menangis sejadi jadinya sambil memeluk pinggang papa evan. Sedangkan papa evan membawa kepala mama ratna kedekapannya .
‘’tidak,,ini bukan salah kamu ma,tapi salah papa.” Ucap papa evan sambil memejamkan kedua matanya dengan tetap mengelus elus punggung mama ratna.
“ mama sudah membatalkan perjodohan itu.” Ucap mama ratna yang masih berda dalam dekapan papa evan.
“sekarang mama tidak akan memaksa anak kita lagi,biarlah dia yang menentukan masa depannya sendiri.” Ucap mama ratna.
Papa evan melepaskan pelukannya dan menatap sang istri.
“benarkah?” ucap papa evan memastikan
Mama ratna mengangguk sambil membersihkan airmatanya.
Papa evan sangat senang dengan keputusan mama ratna.
__ADS_1
“biarlah nana sendiri yang menentukan masa depannya,kita sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya.” Ucap papa evan yang diagguki oleh mama ratna.
Papa evan kembali memeluk mama ratna dengan sayang.
Sementara nana..
Ternyata dari tadi dia tidak tidur,dari tadi pula ia mendegarkan percakapan kedua orangtuanya,ia merasa bersalah karena sudah mendiamkan mamanya.airmata jatuh membasahi pelipisnya,ketika mendengarkan keputusan mamanya membatalkan perjodohan itu.
Disudut lain..
Disebuah cafe,stella meminta pandu untuk bertemu dengan dirinya.
Jam sepuluh tepat pandu sampai dicafe tersebut.
Dengan tatapan dingin ,pandu mengahampiri stella yang sudah menunggunya disebuah meja.
“hey pan.” Sapa stella semanis mungkin,wanita itu tampak cantik seperti biasanya.
“hemm.” Hanya kata itu yang keluar dari mulut pandu,seiring memperlihatkan wajah nan dingin namun tetap tampan.
Pandu duduk dihadapan stella.sambil menatap kesembarangan arah.
“sudah dandan secantik ini,pandu malah tidak terpersona sedikitpun kepadaku.” Batin stella kala melihat pandu yang terlihat mengacuhkan dirinya.
Eheeem.” Stella berdeham untuk mengalihkan perhatian pandu,dan sedikit mengubah posisinya.seketika pandu melihat kearah stella.
“bagaimana ndu,apa lo udah ketemu sama gadis itu?” tanya stella langsung.
“sudah.” Jawab pandu datar.
“lalu bagaimana,apa jawaban dari gadis itu.” Tanya stella lagi.
“nana,namanya nana.” Ucap pandu
“i-iya nana itu? Ucap stella yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari pandu.
“ternyata aku salah,nana juga tidak tahu sama sekali,masalah pertunagan kemaren.” Jawab pandu
“kamu yakin? Stella tampak ragu
“siapa tahu gadis itu berbohong? Katanya lagi yang membuat pandu mengkerutkan dahinya.
“maksud lo? Ucap pandu
“ya.. bisa jadi dia dan orang tuanya sudah merencanakan semua ini.” Ucap stella yang membuat pandu mengepalkan salah satu tangannya,ia begitu tidak suka dengan perkataan stella,sudah cukup ia menuduh nana ulah hasutan stella.
“gue harus pergi.” Ucap pandu dengan sedikit menahan emosinya.
Pandu hendak beranjak dari kursinya
“loh,baru lo nyampe ndu,masa udah mau pergi sih,lo nggak kangen apa sama gue.” Ucap stella yang jengah melihat sikap dingin pandu yang dulu tak seperti itu terhadapnya.
“maaf gue harus pergi sekarang.” Ucap pandu kemudian pergi keluar dari kafe tersebut.
Didalam kafe wajah stella terlihat marah menahan emosi dan kesal,mulutnya tak henti hentinya menggerutu karena pandu yang sekarang susah untuk didekati.
Pandu telihat memarkirkan mobilnya ditepi jalan,terlihat ia tengah mengacak acak rambutnya dengan frustasi.
lain sisi ia sangat senang karena perjodohannya dibatalkan ,disisi lain ia merasa bersalah terhadap nana karena sudah menuduhnya.pandu juga kasihan melihat mamanya terlihat sedih dengan pembatalan perjodohan itu
“apa yang harus gue lakukan? Batin pandu sambil memukul mukul keningnya kesetir mobil.
mau tau kisah pandu dan nana selanjutnya?
__ADS_1
jangan lupa like dan commen yah
terima kasih🤗🤗🤗🤗.